Jumat, 30 Oktober 2020 | 14:02 WIB

Diskusi Soal Tambang, Tim Keuskupan Ruteng Ngopi Bareng Bupati Manggarai Timur

foto

www.transaktual.com

Bupati Manggarai Tim Agas Andreas, SH,M.Hum dan Wabub Matim Drs. Jaghur Stefanus menerima Tim Keuskupan Ruteng di Ruang Kerja Bupati Matim di Lehong pada Senin, (6/07/2020). Kunjungan Tim Keuskupan Ruteng dalam rangka mendiskusikan persoalan tambang yang saat ini sedang menjadi topik hangat dimasyarakat.

Dalam pertemuan yang berlangsung penuh persaudaraan ini, didiskusikan  berbagai pandangan, pertimbangan dan masukan serta bertukar informasi terkait tambang dan polemik yang menyertainya.

Tim Keuskupan Ruteng (TKR) menyampaikan beberapa pertimbangan dari berbagai aspek terkait akan dibukanya pabrik semen di Luwuk dan penambangan batu gamping di Lengko Lolok, diantaranya terkait dampak ekologis, ekonomi, sosial dan budaya.

TKR meminta jaminan dari Bupati Manggarai  Timur dan perusahaan tambang untuk masalah limbah yang akan dihasilkan oleh pabrik semen dan disinyalir akan menimbulkan kehancuran ekologis, dan jaminan untuk reklamasi. TKR juga menyampaikan keraguan terhadap perusahaan tambang yang akan beroperasi karena adanya indikasi bahwa perusahaan tersebut merupakan metamorfosa dari perusahaan tambang yang sebelumnya telah melakukan penambangan di Sirise dan meninggalkannya tanpa tanggung jawab. Selain itu TKR juga mempertanyakan jaminan kenaikan PAD yang dijanjikan jika ada perusahaan tambang, serta peningkatan kesejahteraan dan peningkatan ekonomi masyarakat.

TKR meminta Bupati selaku Kepala Daerah dan seluruh jajarannya untuk memberikan jaminan perlindungan untuk minoritas warga yang menolak tambang dan memberikan sosialisasi yang tepat kepada mayoritas masyarakat yang menerima tambang sehingga tidak menimbulkan konflik sosial yang semakin runcing dimasyarakat. Bupati Manggarai Timur  juga diminta untuk mengimplementasikan Perda tentang masyarakat adat  dan Perda tentang Perlindungan Mata Air yang telah ditetapkan.

Berdasarkan berbagai pertimbangan dan kajian, Tim Keuskupan Ruteng meminta Bupati Manggarai Timur untuk tidak mendukung kelanjutan pembangunan pabrik semen di Luwuk dan penambangan batu gamping di Lengko Lolok.

Menjawab berbagai pertimbangan dan kajian yang disampaikan oleh TKR, Bupati Manggarai Timur Agas Andreas yang didampingi Wakil Bupati Drs. Jaghur Stefanus menyampaikan bahwa, ijin lokasi untuk pembangunan pabrik semen di Luwuk telah diberikan oleh Bupati Manggarai Timur seluas 298 ha, sedangkan ijin eksplorasi batu gamping di Lengko Lolok diberikan oleh pihak Provinsi NTT.  

Ditambahkan juga bahwa dampak ekonomi yang akan diberikan oleh pabrik semen ini terhadap PAD akan berkisar antara 48-50 miliar per tahun dengan penyerapan tenaga kerja lokal menimal 400 orang. Secara ekonomi, keuntungan lainnya adalah sarana jalan serta geliat ekonomi yang akan lebih hidup bagi masyarakat disekitar pabrik semen.

Pemda juga telah mempersiapkan rencana pembangunan di wilayah sekitar lokasi antara lain; pengembangan pertanian organik, pertanian berbasis budaya Manggarai, serta pengembangan perikanan dan tenun.

Untuk masalah lingkungan, Bupati Manggarai Timur mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengawal proses AMDAL serta mencari info yang akurat dan ilmiah dari para pakar terkait lingkungan dan AMDAL. Dipastikan juga bahwa reklamasi akan menjadi kewajiban invenstor dan keseluruhan proses akan selalu berada dalam pengawasan pemerintah. Bupati Manggarai Timur juga menyetujui usulan TKR agar Pemda Manggarai Timur mengajukan Kawasan Bentangan Alam Karst (KBAK) terhadap wilayah tersebut.

Terkait masalah sosial yang timbul di masyarakat, disampaikan bahwa hal ini sudah diketahui dan menjadi perhatian pemerintah daerah. Tugas Bupati dan Wakil Bupati bersama seluruh jajarannya adalah menciptakan keharmonisan dan suasana yang nyaman ditengah masyarakat, karena itu Bupati Manggarai Timur menegaskan dan mengingatkan pihak-pihak lain untuk tidak memperkeruh suasana dan menimbulkan konflik di wilayah tersebut.

Pemda Manggarai Timur berterima kasih atas kunjungan dari Tim Keuskupan Ruteng dan berdiskusi terkait masalah tambang di Manggarai Timur, dari pertemuan ini banyak hal positif dan informasi yang didapat oleh kedua belah pihak yang tujuannya adalah untuk memajukan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.  Beberapa hal akan menjadi perhatian bersama dan pelaksanaannya akan dikawal bersama pula.

Sebagai infofrmasi, Tim Keuskupan Ruteng terdiri dari Vikep Borong Rm. Simon Nama, Vikep Reo Rm. Herman Ando, Direktur Puspas Rm. Martin Chen, Komisi JPIC Keuskupan  Rm. Marten Jenarut, JPIC SVD Rm. Simon Suban, JPIC OFM P. Johny Dohut dan Rm. Valens Dulmin.

(Afri Cundul/transaktual)