Minggu, 12 Juli 2020 | 06:08 WIB

BUPATI TAPTENG AHMAD BAKTIAR SIBARANI GERAK CEPAT CEGAH PENYEBARAN COVID19

foto

 

BUPATI TAPTENG AHMAD BAKTIAR SIBARANI GERAK CEPAT CEGAH PENYEBARAN COVID19.

Tapteng,transaktual.com
Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani yang juga selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) di Kabupaten Tapanuli Tengah (GT-PPC19 Tapteng) gerak cepat dalam mengantisipasi dan mencegah penyebaran Covid-19 di Tapteng sehubungan dengan ditetapkannya 2 (dua) orang warga Kecamatan Pandan yang positif Covid-19.

Atas instruksi Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani, Wakil Bupati Tapanuli Tengah Darwin Sitompul bersama Forkopimda Tapanuli Tengah dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) di Ruang Rapat Cendrawasih Kantor Bupati Tapanuli Tengah pada Rabu (24/06/2020) untuk mengambil langkah-langkah antisipasi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Tapteng.

Selanjutnya, Bupati Tapanuli Tengah menginstruksikan Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Tapteng Nursyam, S.K.M, M.Kes, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapteng Safaruddin Ananda Nasution, S.STP, MM dan OPD teknis terkait berkoordinasi dengan TNI-Polri melakukan pemantauan 24 jam dan karantina bagi warga yang ada kontak langsung dengan Pasien Positif Covid-19 tersebut.

“Kami sampaikan bahwa hasil Swab TCM di Laboratorium RSUD Tarutung sebagai rumah sakit rujukan ditetapkan 2 orang warga Kabupaten Tapanuli Tengah positif Covid-19. Kedua pasien ini suami-istri, dimana pasien perempuan ditetapkan positif Covid-19 pada hari Selasa 23 Juni 2020 dan pasien laki-laki ditetapkan positif Covid-19 pada Rabu 24 Juni 2020,” kata Kadis Kesehatan Tapteng Nursyam, S.K.M, M.Kes bersama Kalaksa BPBD Tapteng di Dinas Kesehatan Tapteng, Kamis (24/06./2020).

“Pasien perempuan positif Covid-19 itu kesehariannya bertugas di garda terdepan sebagai Tenaga Kesehatan di IGD RSU Dr. FL. Tobing Kota Sibolga. Kronologis pasien perempuan positif Covid-19 ini adalah pada tanggal 17 Juni 2020, pasien tersebut mengalami keluhan sakit perut, mulas (maagh), dan diinfus sendiri di rumah selama 2 hari. Pada tanggal 20 Juni 2020, karena tidak kunjung membaik, pasien tersebut atas inisiatifnya ke RSU Dr. FL Tobing Kota Sibolga untuk mendapat perawatan lanjut. Pasien mengalami gejala demam, batuk, sakit kepala, mual dan nyeri ulu hati. Selanjutnya, pada tanggal 21 Juni 2020 sekitar pukul 20.55 WIB, dilakukan pemeriksaan Rapid Tes SARS Cov-2 Covid-19 IgG dan IgM denga hasil Reaktif. Pasien didiagnosa Demam Thypoid dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan) di RSU Dr. FL. Tobing Kota Sibolga, kata Kadis Kesehatan Tapteng Nursyam, S.K.M, M.Kes.

“Kemudian, pada tanggal 22 Juni 2020, pasien ini dirujuk ke RSUD Tarutung. Pada tanggal 23 Juni 2020, dilakukan pemeriksaan Swab Tes Cepat Molekuler (TCM) dan dinyatakan Positif SARS-CoV-2 (Covid-19). Keesokan harinya pada tanggal 24 Juni 2020, pasien laki-laki yang ikut mendampingi pasien perempuan tersebut juga dilakukan pemeriksanaan Swab TCM dan dinyatakan Positif SARS-CoV-2. Kedua pasien Positif Covid-19 itu hingga saat ini sedang dirawat di RSUD Tarutung,” lanjut Kadis Kesehatan Tapteng Nursyam, S.K.M, M.Kes.

“Selanjutnya, kita gerak cepat melakukan tracing siapa saja di wilayah Tapanuli Tengah yang kontak langsung dengan kedua pasien tersebut terutama keluarga dan warga sekitar tempat tinggalnya di Kelurahan Sihaporas Nauli Kecamatan Pandan. Kita lakukan Rapid Test kepada keluarga dengan hasil non reaktif dan akan dilakukan Rapid Test kedua pada 7 hingga 10 hari ke depan. Kita juga telah menyemprot desinfektan di sekitar Rumah Tempat Tinggal Pasien tersebut,” ungkap Kadis Kesehatan Tapteng kpd jurnalis Media online Mimbar bangsa.

“Atas instruksi Bupati Tapanuli Tengah Bapak Bakhtiar Ahmad Sibarani dan hasil rapat koordinasi GT-PPC19, kita melakukan karantina kepada keluarga dan orang-orang yang kontak langsung dengan pasien tersebut. Saat ini ada 16 orang yang dikarantina di Gedung Gedung Prodi Keperawatan Tapteng untuk dilakukan pemantauan ketat selama 14 hari oleh Petugas Kesehatan dan Tim Gugus Tugas. Selain itu, kita juga telah melakukan pengawasan ketat di Kelurahan Sihaporas Nauli Kecamatan Pandan selama 14 hari dengan mendirikan Pos Jaga di tiga titik dan 1 Pos Jaga di Gedung Prodi Keperawatan Tapteng. Seluruh Pos Jaga ini stand by 24 jam dengan 3 shieft mengerahkan Petugas Kesehatan Tapteng, BPBP Tapteng, Satpol PP Tapteng, Dishub Tapteng, dan TNI-Polri,” papar Kadis Kesehatan Tapteng.

“Pasien perempuan Positif Covid-19 yang berprofesi sebagai Tenaga Kesehatan di RSU Dr. FL. Tobing tentunya memiliki potensi resiko tinggi terpapar Covid-19 di tempat kerjanya, yang memang berhubungan langsung di garda terdepan melayani masyarakat baik dari dalam maupun luar daerah. Kita berharap kedua pasien positif Covid-19 ini cepat sembuh dan memperoleh penanganan yang baik. Kita juga berharap masyarakat Tapanuli Tengah tetap tenang, tidak panik, dan tetap melaksanakan Protokol Kesehatan Covid-19. Yakinlah, Pemkab Tapanuli Tengah beserta jajaran Gugus Tugas sangat serius dalam penanganan Covid-19 ini,” kata Kadis Kesehatan Tapteng Nursyam, S.K.M, M.Kes.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Tapteng Safaruddin Ananda Nasution, S.STP, MM mengharapkan koordinasi penanganan Covid-19 ini antara Gugus Tugas Kabupaten Tapanuli Tengah dan Gugus Tugas Kota Sibolga bersinergi dengan baik karena tidak menutup kemungkinan warga Tapteng dapat terpapar di Kota Sibolga atau sebaliknya warga Sibolga terpapar di Tapteng, atau terpapar dari daerah lain,” ungkap Kalaksa BPBD Tapteng.

AW/transaktual.