Kamis, 13 Agustus 2020 | 01:24 WIB

DIDUGA ADA PUNGUTAN LIAR DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN SALING TUDING DENGAN DINAS PERUMAHAN

foto

 

DIDUGA ADA PUNGUTAN LIAR DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN TUDING-MENUDING DENGAN DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PEMUKIMAN.

Tapteng (Trans Aktual)

Sitompul saat di konfirmasi Trans Aktual belum lama ini di ruang kerjanya. Tentang nama-nama penghuni rumah nelayan di Desa Muara Nauli, Kecamatan Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah, tidak mau menyebutkan nama-nama penghuni rumah nelayan tersebut lalu menuding kepada Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Tapanuli Tengah.

Alasan Kabid Tangkap menuding kepada Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman adalah setelah perumahan nelayan di Desa Muara Nauli diserahkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara ke Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, maka seluruh data dan nama-nama nelayan untuk penghunian rumah nelayan di Desa Muara Nauli telah kami serahkan kepada Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Tapanuli Tengah sesuai dengan kewenangannya di Pemkab Tapanuli Tengah, jadi Bapak tanyakan saja kepada Pak Badri selaku Kadisnya sebut Sitompul menjawab pertanyaan Trans Aktual, sebab saat serah terima rumah tersebut pun kepada nelayan penghuni rumah Bapak Badri nya membacakan nama-nama para penghuni rumah tersebut untuk datang lanjutnya mengakhiri.

Ketika Trans Aktual menghubungi Badri di ruang kerjanya Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Tapanuli Tengah soal nama-nama penghuni rumah nelayan di Desa Muara Nauli, Badri membantah adanya nama-nama penghuni rumah di Instansinya melainkan daftar nama-nama penghuni rumah nelayan yang Bapak maksudkan berada di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tapanuli Tengah.

Namun anehnya saat Trans Aktual menirukan ucapan Kabid Tangkap Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tapanuli Tengah akhirnya Kadis Perumahan dan Kawasan Pemukiman Tapanuli Tengah menuding nama-nama penghuni rumah tersebut telah kami serahkan kepada Kepala Desa Muara Nauli sebutnya, dan pertinggal nama-nama penghuni rumah nelayan tidak ada lagi di instansi kami katanya mengakhiri.

Sejumlah informasi yang diperoleh Trans Aktual bahwa yang menempati rumah nelayan tersebut sebenarnya bukan para nelayan di Desa Muara Nauli hanya saja bagi penduduk yang jadi penghuni perumahan nelayan tersebut bisa dimasukkan jadi penghuni rumah dengan adanya uang permasukan jutaan rupiah (± Rp. 3 - 4.000.000,-).

Hasil observasi Trans Aktual di perumahan nelayan di Desa Muara Nauli belum lama ini beberapa penghuni rumah sempat Trans Aktual tanyakan memang mereka bukan nelayan di Desa Muara Nauli melainkan petani dari Kelurahan P.O. Kolang serta pegawai perkebunan di sekitar Kecamatan Sorkam.

Sampai dimana kebenaran kasus ini makanya kedua dinas tersebut saling tuding-menuding tidak berani memberikan nama-nama penghuni rumah sebenarnya akan Trans Aktual ikuti selanjutnya. (dp)

Pandan, 18 Juni 2020

Pengirim Berita, Daftar Pasaribu

transaktual.