Sabtu, 25 Mei 2019 | 11:49 WIB

Tinja dan Kotoran lain, Penuhi Kolam Retensi, Bau Busuk Sangat Mengganggu

foto

 

PETUGAS dari Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung saat membersihkan kolam retensi dari sampah domestik, Rabu 27 Februari 2018.*/RETNO HERIYANTO/PR.

www.transaktual.com

Petugas pemeliharaan kolam retensi dari Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung sedikitnya tiga hari sekali mengangkut 10 kubik sampah dari Kolam Retensi Sarimas. Sedimentasi sampah masih didominasi sampah domestik bahkan tinja hingga mengakibatkan bau busuk menyengat.

“Pemeliharaan dilakukan setiap hari karena sampah umumnya sampah rumah tangga. Hampir tiga hari sekali kami mengakut tidak kurang dari 10 kubik sampah menggunakan dumptruck,” ujar Eman, koordinator petugas pemeliharaan kolam retensi dari Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung, Rabu beberapa waktu lalu, di sela kegiatan rutin membersihkan Kolam Retensi Sarimas atau Seke Babakan Lio diPerumahan Sarimas regency, Nyublek, Kel. Sukamiskin Kec. Arcamanik.

Pada musim penghujan seperti sekarang ini menurut Eman, kegiatan membersihkan kolam retensi merupakan pekerjaan sangat berat. Sampah dengan cepat menumpuk dan harus segera diangkut.

"Namun ada untungnya juga, kalau musim penghujan sampah masih mengapung. Tapi kalau musim kemarau sampah mengendap di dasar kolam dan sulit diangkut hingga membutuhkan alat bantu,” terang Eman.

Sementara jenis sampah yang paling banyak di Kolam Retensi Sarimas selain berupa tanah lumpur, sampah rumah tangga hingga tinja. “Jadi tidak beda jauh dengan (pasar) Gedebage, bedanya hanya volume dan jenis sampahnya,” ujar Eman.

Terkait dengan keberadaan Kolam Retensi Sarimas dipenuhi sampah rumah tangga atau domestik dan juga tinja, Koordinator Penanganan Kolam Retensi Sarimas, Elferizal mengatakan bahwa permasalahan kolam retensi sebagai penampungan air sekaligus sampah sudah disampaikan kepada DPU Kota Bandung. “Kami tidak bisa menyalahkan sampah dan tinja berasal dari wilayah Kelurahan Karang Pamulang dan Pasirimpun, juga LP Sukamiskin, tapi kami berharap penanganannya dilakukan secara bersama-sama jangan sampai hanya mampu membuang tapi warga Sarimas, Sindangsari, Simpangsari dan Banjirsari, Kel. Sukamiskin yang terkena dampaknya,” ujar Elferizal.

Terhadap penanganan sampah rumah tangga dan tinja agar tidak masuk ke kolam rentensi menurut Elferizal, pernah dilakukan. Tapi warga di Babakan Lio, Karang Pamulang, dan sekitar Jalan Pacuan Kuda Arcamanik keberatan karena sampah menumpuk dan menimbulkan bau busuk.

Karenanya Elferizal berharap penanganan Kolam Retensi Sarimas untuk penanganan banjir dan sampah yang hingga kini belum dituntaskan diharapkan segera tuntas. “Perencanaan sudah dilakukan sejak tahun 2015 dan pembangunan baru dimulai pertengahan 2017, hingga kini baru masalah banjir yang dapat diatasi, sementara masalah sampah dan lainnya belum,” ujar Elferizal yang juga berharap masalah alihfungsi dan kepemilikan tanah segera dituntaskan oleh pihak pengembang perumahan.

(PR/transact)