Senin, 25 Mei 2020 | 20:23 WIB

OTT Kabid SMP Disdik Kab. Bandung, Maman Sudrajat Mulai Disidangkan di Pengadilan Tipikor

foto

 

OTT Kabid SMP Maman Sudrajat Mulai Disidangkan di Pengadilan Tipikor.

www.transaktual.com

Kasus operasi tangkap tangan (OTT) Kabid SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung H. Maman Sudrajat, S.Pd.,M.M., mulai memasuki persidangan, Senin (16/3/2020) bulan lalu.

Dari agenda sidang di Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1A Khusus Jl. LLRE Martadinata No. 74-80 Kota Bandung, kasus pidana korupsi bernomor perkara 20/Pid.Sus-TPK/2020/PN Bdg disidangkan dengan jaksa penuntut umum Mursito, S.H., M.H. Dakwaan yang disampaikan penuntut umum dalam sidang tersebut menyebutkan bahwa dasar dari tuntutan Pasal 12 huruf Undang-Undang R.I. Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang R.I. Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU R.I. Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.Kedua, Pasal 11 Undang-Undang R.I. Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang R.I. Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU R.I. Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ketiga, Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang R.I. Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang R.I. Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU R.I. Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dalam sidang tersebut, jaksa juga menyebutkan adanya barang bukti berupa uang pecahan Rp.100.000,- sebanyak 470 lembar dan pecahan uang Rp.50.000,- sebanyak 110 lembar dengan jumlah total keseluruhan sebesar Rp.52.500.000,- yang dikemas dalam kantong keresek warna hitam tersangka H. Maman Sudrajat, S.Pd.,M.M. pada, Sabtu, 4 Januari 2020. Tersangka H. Maman Sudrajat, S.Pd.,M.M. dengan penyidik Komppol Agah Sonjaya menyerahkan barang bukti selain uang barang lainnya berupa satu unit Handphone merek OPPO warna putih Rose Gold, satu unit Handphone merek Samsung warna hitam, satu unit HP Merk VIVO warna merah milik saksi Sutisna, satu unit HP merk Samsung A7 warna Biru milik saksi H. Adang Sujana, S.Pd., M.M., satu unit HP Merk Oppo warna hitam milik DR. H. TB Rucita, M.Pd., satu unit HP merk Oppo warna hitam milik saksi Amadaddin Hidayat, satu unit HP Merk Samsung warna rose gold milik saksi Dra. Lisde Sulistiawati, satu satu HP merk Lenovo warna putih saksi Asep Juhro, S.Pd., M.Si., satu unit HP merk Asus Zooed warna hitam grey milik saksi Tono Prihartono, S.Pd., satu unit HP Merk Vivo warna hitam saksi Nana Sumarna, S.Pd., M.M., satu unit HP Merk Xiaomi warna hitam maksi Drs. Kamal Bustomi, M.M., satu unit HP merk samsung warna putih milik saksi Tik Tik Ruswandi, S.Pd., dan satu unit HP merk samsung lipat warna Putih milik saksi Dikdik Rohendi,
Tahanan beserta barang bukti tersebut disimpan di tempat penyimpanan tahanan Kejaksaan Negeri Bale Bandung dengan penerima Yuniar Rohmatullah, S.H., M.H.

Penanganan kasus operasi tangkap tangan (OTT) Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung H. Maman Sudrajat, S.Pd.,M.M. beserta beberapa kepala sekolah oleh Ditreskrimsus Polda Jabar bisa melebar kemana-mana.

Kasus OTT ini bisa hanya sampai Kabid SMP, tapi bisa juga melebar ke mana-mana. Tergantung sikap Kabid-nya apakan akan pasang badan sehingga kasus OTT ini hanya sampai pada dirinya, atau ia ‘nyanyi’ dan proaktif  bekerja sama dengan penyidik.

Bila Kabid SMP H. Maman Sudrajat, S.Pd.,M.M. koperatif dengan penyidik maka bisa dilakukan pengurangan hukuman(Justice Collaboration..red), terhadapnya terlepas ada keterlibatan atasannya langsung atau tidak. “Ia bisa saja menyebutkan yang sebenarnya iuran dana DAK itu hanya dari para kepala sekolah yang tertangkap tangan saja atau dari para kepala sekolah lainnya yang mendapatkan DAK se Kabupaten Bandung karena jumlahnya kan untuk SMP tahun 2019 itu lebih dari 170 sekolah,” ujar pengunjung sidang.

Data awalnya, sebetulnya penyidik pasti sudah dapat dari semua handphone yang disita, disana kemungkinan ada percakapan atau pesan singkat dari atasannya baik berkaitan dengan OTT tersebut, maupun dengan pungutan lainnya sebelum terjadinya OTT ini, jika H. Maman Sudrajat, S.Pd.,M.M. menutup-nutupi kasus yang menjeratnya, maka penyidik akan mengetahuinya dari data forensik yang ada di handphonenya, sehingga bisa dianggap tidak koperatif dan dianggap menghalang-halangi proses penyidikan. “Kalau nanti pengakuannya banyak bertentangan dengan data komunikasi yang ada di handphonenya bisa saja kasus ini lebih memberatkan para pelaku yang terkena OTT tersebut,” sambung pengunjung tersebut.

 “Kasus ini sudah menjadi perhatian nasional ditengah semangat Menteri Pendidikan yang baru memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia,” tandasnya.


(transakt)