Senin, 28 Sepember 2020 | 08:42 WIB

Kabur Lagi Tahanan Wanita, Diduga di lingkungan Perparkiran PN Kls. 1 Bandung

foto

 

Ilustrasi Kabur Lagi, Tahanan Diduga di lingkungan Perparkiran PN Kls. 1 Bandung.

www.transaktual.com

Kasus Kaburnya Tahanan terjadi lagi di halaman PN Kls.1 Khusus Bandung, dan ini mengulang Kejadian tahun 2013 lalu, Tahanan kasus Shabu Shabu. Belum begitu ramai dibicarakan baik di media sosial maupun media Cetak dan Online, kini terdakwa Perkaranya pasal 362 pencurian Tas di Rumah Sakit Hasan Sadikin bernama Serly Herawati, dari lebak banten, status ASN, terhindar dari pengawalan petugas pengantar tahanan, dan kabur (?) yang rencananya akan dititipkan sementara di Ruang Tahanan  PN Kls. 1 Bandung, untuk mengikuti persidangan, kejadian antara jam 10.00 s/d  11.00 wib. (27 Februari 2020). Terdakwa sudah dua kali masuk penjara dgn kasus yang sama.

Menurut informasi yang diperoleh bahwa ada 16 Tahanan dan anak dua orang dibawa dari rumah tahanan Kebon Waru oleh Pegawai Kejaksaan untuk mengikuti sidang tgl 27 hari Kamis, selanjutnya, menurut informasi salah satu penjaga tahanan, bahwa tahanan sudah datang tetapi JPU nya masih di Kejari untuk mengurus tahapan dua.

Jumlah tahanan wanita 16 orang yang turun dari mobil tahanan, ketika tahanan mau dimasukin ke dalam sel di PN bandung untuk menjalani Persidangan, ternyata setelah dihitung ulang, berkurang satu.

Hingga berita ini diturunkan Kasipidum Kejaksaan Negeri Bandung Guntur SH.MH kini berkoordinasi dgn aparat kepolisian dari Polrestabes Bandung dan dibantu oleh polsek Cihapit untuk melakukan pengejaran terhadap terdakwa serli herawati binti Tito turucito, dan sidangnya akan di dampingi oleh Jaksa Fransisca (tertera pada informasi yang diperoleh di PN Kls.1 Bandung....red), sementara Jaksa tersebut masih mempunyai tugas mendampingi Kasus narkoba ekstasi 64 butir bersama Jaksa Mel.

Untuk penjelasan lebih lanjut, Tim Investigasi Transaktual online akan menanyakan juga pada KPN Kls.1 khusus Bandung, karena kaburnya Tahanan tersebut ada di lingkungan dan wilayah kerja PN Kls.1 Bandung.

“Yang perlu dibenahi, adalah sistem pengangkutan para Tahanan, seharusnya Protap dengan mempergunakan Baju khas Tahanan harus dijalankan, tetapi pada kasus ini belum dilaksanakan, karena baju Tahanan tersebut merupakan tanda khusus, agar para pengunjung dan aparat terkait mudah menandainya, jika memakai baju bebas seperti pengunjung, tentu agak sulit untuk mendeteksi” ujar Ketua Umum Lsm Penjara PN, yang kebetulan berada dilingkungan PN bandung, kepada Wartawan.

“Yang jelas bukan tanggung jawab PN,  atas kaburnya tahanan. Jaksa dan pengawal kejaksaan yg lalai” ujar sumber dari PN menjelaskan pada Wartawan, tetapi segala kemungkinan bisa saja terjadi, apakah, lalai, atau disengaja, sampai kini belum ada informasi resmi dari pihak terkait.

(Eli Sinaga/transakt)