Selasa, 31 Maret 2020 | 21:03 WIB

Objek Wisata Air Berupa Wahana Waterboom Bakal Dibangun Di Sesar Lembang

foto

 

Objek Wisata Air Berupa Wahana Waterboom Bakal Dibangun Di Sesar Lembang.

www.transaktual.com

Ada rencana membuka wahana wisata baru Waterboom, tepatnya di kawasan Gunung Batu, Kampung ­Sukatinggal, RT 1 RW 2, Desa Pagerwangi, ­Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. ­

Selain belum mendapatkan izin warga sekitar, lokasi waterboom berada di zona sesar Lembang dan kawasan Bandung utara yang terlarang untuk ­pembangunan.

Kemungkinan besar, pembangunan objek wisata itu melanggar Peraturan Daerah Jawa Barat Nomor 2 Tahun 2016 tentang Pedoman ­Pengendalian Kawasan Bandung Utara Sebagai Kawasan Strategis Provinsi Jawa Barat.

Berdasarkan pantauan foto udara, Selasa, 18 Februari 2020, lokasi pembangunan waterboom tengah digarap. Satu alat berat tampak sedang beroperasi membuka lahan di kawasan pegunungan tersebut.

Lokasi itu berada di balik gunung batu. Akibat penggarapan lahan tersebut, dataran tinggi yang merupakan zona sesar Lembang itu sudah berupa tanah.

Sementara, di se­kelilingnya, masih berupa tumbuhan dan tanam­an hijau. Ketua RW 02 Desa Pagerwangi, Wawan, membenarkan bahwa lokasi itu akan dijadikan waterboom.

Walakin, sejauh ini, warga setempat belum mendapatkan sosialisasi terkait dengan pembangunan wahana wisata tersebut. ”Kami belum mendapatkan sosialisasi dari pengembang atau pemerintah. Jadi, warga dan pengurus RT/RW menolak rencana pembangun­an waterboom itu,” ujarnya, Selasa, 18 Februari 2020.

Menurut dia, alasan penolakan warga terkait dengan pembangunan waterboom tersebut dilatari oleh kekhawatiran terhadap dampak pembangunan nanti. Apalagi, lokasi waterboom berdekatan dengan permukiman warga.

Warga Kampung Sukatinggal, Solihin Rahmat (57), mengaku sama sekali belum mendapatkan sosialisasi dari pengembang terkait dengan rencana pembangunan waterboom di kampungnya. ”Iya, katanya bakal dijadikan waterboom, tapi saya enggak tahu kapan pembangunannya karena belum ada yang sosialisasi,” ucapnya.

Ia mengaku mengetahui bakal ada pemba­ngun­an waterboom itu setelah mendengar dari warga lain yang menolak pembangunan itu karena masuk pada zona sesar Lembang dan KBU. Jika berdampak membahayakan warga sekitar, ia juga menolak rencana pembangunan tersebut.

Kepala Desa Pagerwangi Agus Ruhidayat me­ngatakan, pihaknya akan mengakomodasi ke­inginan warga setempat, baik soal penolakan mau­pun berkaitan dengan pelibatan warga da­lam proyek pembangunan.

”Tidak pernah ada izin ke desa, seperti izin mendirikan bangunan (IMB) ataupun izin yang lainnya. Semuanya tidak ada. Jadi, kami akan ikut suara warga yang menolak,” tuturnya.

Berdasarkan informasi, pembangunan waterboom tersebut diprakarsai oleh PT DAM Utama Sakti. Sebelumnya, perusahaan ini mengajukan izin pembangunan kawasan wisata terpadu di kawasan Punclut, termasuk di Desa Pagerwangi, Lembang, beberapa tahun lalu.

Meskipun demikian, pihak pengelola dari perusahaan tersebut enggan dimintai tanggapan soal rencana pembangunan waterboom. Saat coba konfirmasi soal itu melalui no­mor salah seorang konsultan ­perusahaan, ia tak merespons.

Begitu pun dengan pemerintah daerah. Kepala Dinas Pe­nanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bandung Barat Ade Zakir ­enggan berkomentar soal itu.

Bah­kan, ia mengaku tak tahu lokasi bakal pembangunan waterboom yang sudah ramai diberitakan di berbagai media itu. ”Tidak tahu lokasinya, maaf takut jadi fitnah. Saya belum punya data,” katanya melalui pesan WhatsApp.

Saat dimintai tanggapan soal aturan KBU, ia pun menolak untuk berkomentar. Menurut dia, persoalan KBU merupakan ranah yang sensitif. Oleh karena itu, ia menyarankan untuk langsung meminta tanggapan bupati.

Untuk men­dapatkan data KBU, menurut Tommy, harus diajukan secara prosedural. ”Silakan ajukan suratnya, nanti kami balas lewat surat lagi,” katanya.

(pr/transakt)