Senin, 20 Januari 2020 | 18:08 WIB

Eksekusi Lahan untuk Rumah Deret Tamansari, Oded Janjikan Kontrakan

foto

 

Eksekusi Lahan untuk Rumah Deret Tamansari, Oded Janjikan Kontrakan.

www.transaktual.com

Wali Kota Bandung Oded M Danial menemui warga korban penggusuran lahan proyek rumah deret Tamansari. Oded menawarkan kontrakan bagi warga selama satu tahun, sambil menunggu proyek rumah deret selesai dibangun.

Oded datang menemui perwakilan warga di salah satu rumah warga di dekat lokasi gusuran pada Kamis (12/12/2019) malam. Oded lantas berbincang dengan perwakilan warga. Oded datang ditemani oleh Sekda Kota Bandung Ema Sumarna dan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Pertahanan dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung Dadang Darmawan. Oded mengaku sudah berdiskusi dengan warga untuk mencari solusi rumah tinggal sementara warga, selama proses pembangunan rumah deret Tamansari. Sebab warga yang bertahan enggan dipindahkan ke Rusunawa Rancacili. 

"Barusan pak Budi dan pak RW saya kira barusan kita sudah ngobrol, sudah diskusi dan saya tanya mereka, jadi solusi pertama sudah disepakati merekatetep tidak mau keRancacili, mereka ingin mendapat kompensasi kontrakan," ucapOded usai berdialog dengan warga.

Menurut Oded, Pemerintah Kota Bandung siap memfasilitasi keinginan warga. Pemerintah, kata Oded, bakal memberikan fasilitas untuk warga mengontrak rumah. 

"Itu sudah kita sepakati, sama dengan yang lain, kita akan berikan kepada mereka kontrakan," kata Oded. Oded mengatakan pemerintah memberikan kompensasi berupa kontrakan kepada warga selama satu tahun. Sehingga selama proses pembangunan rumah deret, warga akan menetap di rumah kontrakan terlebih dahulu. 

"Satu tahun, yang lain juga sama, Insya Allah mudah-mudahan pembangunan ini juga kami akan mempercepat, mudah-mudahan enam bulan (selesai), paling lama satu tahun," katanya. Sementara itu salah seorang warga, Budi Rahayu (43) menyambut wacana pemberian kompensasi kontrakan dari Oded. Menurutnya, Oded menawarkan Rp 26 juta satu tahun untuk kontrakan. 

"Yang baru disepakati Rp 26 juta pertahun. Tadi ada 3 KK yang sepakat yang tadi hadir. Belum mewakili semuanya, nanti akan diobrolkan," kata Budi. 

Budi yang juga menjabat sebagai sekretaris RW 11 Tamansari ini mengatakan sebagian besar warga tidak mau dipindahkan ke Rusunawa Rancacili seperti warga lain yang sebelumnya menerima. Budi sendiri secara pribadi enggan lantaran sekolah anaknya berada di tengah kota.

(transaktk)