Senin, 16 Desember 2019 | 09:08 WIB

Ridwan Kamil Bangun Kolam Renang Mewah Rp 1,5 M di Rumah Dinas, KPK Angkat Bicara

foto

 

Kolam Renang Mewah Rp 1,5 M Dibangun di Rumah Dinas Ridwan Kamil, KPK Buka Suara.

www.transaktual.com

Pemprov Jawa Barat (Jabar) membangun kolam renang senilai Rp 1,5 miliar di rumah dinas Gubernur Jabar Ridwan Kamil. KPK mengatakan penggunaan uang negara harus jelas.
"Itu kan uang negara, setiap uang negara harus jelas pengeluarannya," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di Aula Gedung Penunjang KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (20/11/2019).

Menurut Saut, yang paling penting pembangunan kolam itu harus sudah dilakukan sesuai prosedur. Anggaran yang digunakan harus jelas perencanaan dan proses pengerjaannya.

"Itu wewenang dia. Yang penting ada APBD, jadi ada e-planing, e-budgeting, dia harus direncanakan lebih awal supaya nggak konflik," ujarnya.

Dia menyebut sebenarnya tak ada masalah terkait besar-kecilnya anggaran untuk suatu proyek pemerintah. Menurutnya, yang jadi masalah jika pembangunan dilakukan secara tiba-tiba dan kontraproduktif.

"Ketika anda mengadakan sesuatu harus direncanakan. Jangan soal besar-kecil, itu soal mindset. Kalau direncanakan nggak masalah kalau ujug-ujug muncul ya kontraproduktif dengan rekomendasi KPK. Makanya ada e-planing dan e-budgeting," ujar Saut.

Sebelumnya, kolam renang mulai dibangun di Gedung Pakuan, rumah dinas Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Anggarannya mencapai Rp 1,5 miliar dengan berbagai fasilitas.

Pejabat pembuat komitmen Pemprov Jabar Husein Subagja mengatakan kolam yang sedang dibangun ini memiliki lebar 4 meter, panjang 29 meter, dengan kedalaman 1,25 meter.

"(Biayanya) Rp 1,5 miliar, termasuk toilet, instalasi air, gazebo, tempat bilas. Kayak kolam renang di hotel pada umumnya, seperti itu. Ada (kolam) air panas dan dingin," jelasnya. Menurut perwakilan kontraktor Muhamad Djadjuli, kolam renang ini nantinya berdampingan dengan taman yang juga tengah dalam penataan. Di taman tersebut akan terdapat plaza dan panggung untuk menjamu tamu.

"Tapi nanti ada semacam guntingan untuk menghalangi pandangan dari taman ke kolam renang," ujar Djuli.

Kolam Renang Rumah Dinas Ridwan Kamil Telan Biaya Rp 1,5 M.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil membangun kolam renang di rumah dinasnya, Gedung Pakuan, Jalan Oto Iskandardinata, Kota Bandung. Anggaran untuk membangun fasilitas olahraga tersebut mencapai Rp 1,5 miliar.

Pembangunan kolam renang ini merupakan bagian dari revitalisasi Gedung Pakuan. Sejumlah sudut Gedung Pakuan ditata, mulai taman, kolam ikan, hingga membangun kolam renang.
"Jadi yang bangun baru itu kolam renang saja, yang lainnya hanya penataan. Total keseluruhan Rp 4 miliar," kata pejabat pembuat komitmen Pemprov Jabar Husein Subagja via telepon seluler, Kamis (14/11/2019).

Sementara itu, khusus pembangunan kolam renang memakan biaya Rp 1,5 miliar.

Ia menuturkan saat ini progres revitalisasi di Gedung Pakuan baru mencapai 35 persen. Ditargetkan revitalisasi selesai Desember 2019. "Sampai saat ini sudah 35 persen total (revitalisasi)," tutur dia.

Berdasarkan pantauan, pengerjaan revitalisasi tengah berlangsung. Puluhan pekerja sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Terlihat sudut kolam berenang baru tahapan pengecoran dasar. Termasuk juga membangun gazebo dan ruang bilas.

Penjelasan Ridwan Kamil Soal Kolam Renang: Saya yang Mengusulkan.

Pembangunan kolam renang di Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung, disorot. Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengakui yang mengusulkan pembuatan fasilitasi olahraga tersebut.

RK menuturkan membutuhkan fasilitas kolam renang untuk menjaga kebugarannya sebagai orang nomor satu di Jabar. Alasannya, ia mengalami cedera lutuh sehingga tak bisa berolahraga berat seperti lari.

"Saya itu kaki saya cedera yang kiri. Dokter menyarankan supaya bisa fit, tidak boleh lagi berolahraga yang sifatnya impact, lari, loncat loncat. Harus terapi dengan yang namanya berenang," ungkap RK kepada wartawan.

Berdasarkan saran dokter itu, RK lalu mengusulkan kepada Biro Umum Setda Pemprov Jabar untuk memasukan pembangunan kolam renang dalam revitalisasi Gedung Pakuan. Anggarannya sekitar Rp 1,5 miliar.

"Saya mengusulkan kepada biro umum untuk membuat kolam renang ya kotak secukupnya dengan lbr 3-4 m agar Gubernur tetap bisa olahraga kardio berbentuk renang," tulis RK di akun Instagramnya.

Ia menjelaskan penambahan fasilitas di Gedung Pakuan tidak hanya terjadi di pemerintahannya saja. Itu sudah berlangsung sejak gubernur-gubernur sebelumnya.

"Gedung Pakuan ini luasnya 2,3 hektar. Saking luasnya, gubernur yang dulu membangun fasilitas masjid. Dipake salat jumlat sama warga saking besarnya. Gubernur berikutnya, membangun gedung Olahraga bentuknya gedung bukan lapangan, saking besarnya di zona olahraga. Ada lapang tenis, basket, fasilitas fitness. Pak aher membuat macem-macem," jelas dia. Ia menegaskan kebijakan yang diambilnya bisa dipertanggungjawabkan baik secara gagasan maupun aturan dan hukum. "Saya kira itu yang bisa saya jelaskan. Semua anggaran itu direncanakan, disetujui dan disepakati bersama," tandasnya.

Sementara itu Berdasarkan keterangan Kasubbag Rumah Tangga Pakuan, Bayu Umbara mengatakan sudah 20 tahun tidak ada pembangunan fasilitas baru di Gedung Pakuan. Selama ini hanya ada penataan dan pemeliharaan saja.

"Saya tugas di sini (Gedung Pakuan) baru lima tahunan. Tapi kalau informasi dari kru saya, selama 20 tahun terakhir gak ada penambahan fasilitas atau pembangunan baru," kata Bayu kepada wartawan.

(ibh/haf/transakt)