Kamis, 17 Oktober 2019 | 04:34 WIB

Kejati Jabar Tenerima dua Tersangka Kasus Korupsi Dana BPJS RSUD Lembang KBB

foto

 

Kejati Jabar Tenerima dua Tersangka Kasus Korupsi Dana BPJS RSUD Lembang KBB .

www.transaktual.com

Kejaksaan Tinggi Jawa Barat menerima 2 (dua) tersangka kasus korupsi dana BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Lembang KBB (Kabupaten Bandung Barat) Kasus tersebut telah menetapkan 2 (dua) orang tersangka yaitu mantan Kepala UPT RSUD Lembang, dr. Onni Hasbih dan mantan Bendaharanya Meta S. dengan kerugian negara sebesar Rp7.7 miliar.

Penyerahan perkara dilakukan oleh Penyidik Polda Jabar kepada Kejati Jabar cq. Seksi Penuntutan Pidsus Kejati Jabar. Hal tersebut dibenarkan oleh Kasi Penkum Kejati Jabar, Abdul Muis Ali, SH.,MH saat diwawancara para awak media di kantor Kejati Jabar. "Kedua tersangka akan menjalani penahanan selama 20 hari di Rumah Tahanan Wanita, Sukamiskin Kota Bandung 2(8/8/2019).

Sebelumnya Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) melalui penyidik Krimsus resmi menetapkan mantan Kepala UPT Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lembang KBB atas nama dr Onni Habih dan bendaharanya, Meta S sebagai tersangka.

Keduanya diduga menggelapkan dana klaim BPJS di RSUD Lembang sebesar Rp7,7 miliar, dari total keseluruhan dana klaim sebesar Rp11,4 miliar selama periode 2017 hinggga September 2018.

Pasca penetapan tersangka, kedua pelaku beserta barang buktinya diserahkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Penyidik Polda Jabar juga memeriksa 24 orang saksi, menyita barang bukti berupa 43 dokumen, 16 buah barang berupa tas Gucci dan hiasan dinding, 5 set meubeler yang terdiri dari meja kursi dan tempat tidur dan lemari.

Penggelapan uang tersebut dilakukan secara bertahap. Pada periode 2017 dana klaim BPJS RSUD Lembang ada Rp5,5 miliar, kemudian pada September 2018 terkumpul sampai Rp5,8 miliar. Total dana klaim RSUD Lembang dari 2017 hingga September 2018 Rp11,4 miliar. Jumlah tersebut mestinya disetorkan semua ke Kas Daerah KBB. Namun yang disetorkan kedua tersangka ke Kas Daerah KBB hanya Rp3,7 miliar.

Adapun uang yang digelapkan digunakan tersangka untuk membeli tanah dan rumah di Provinsi Jambi serta tas mewah. Perbuatan kedua tersangka diatur dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 atau Pasal 8 jo. Pasal 18 UU No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 1999 Tentang PTPK (Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana dan Pasal 64 ayat (1) KUHPidana dengan ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun, dikenakan pidana denda dan Uang Pengganti.

(Y CHS/transakt).