Selasa, 20 Agustus 2019 | 03:17 WIB

Pemerintah Kota Tanjungbalai Asahan Sumut, launching Damri trayek Teluk Nibung-Ajibata

foto

 

Wali Kota Tanjungbalai, H.Muhammad Syahrial bersama pihak Perum Damri foto bersama dalam launching trayek Teluk Nibung-Ajibata (Antara Sumut/Yan Aswika).

www.transaktual.com

Pemkot Tanjungbalai bersama Perum Damri melaunching bus trayek Pelabuhan Teluk Nibung-Ajibata Parapat dan sebaliknya dalam rangka konektivitas mendukung pariwisata di kawasan Danau Toba, Kamis (8/8).

Wali Kota Tanjungbalai, H.Muhammad Syahrial mengatakan, sebagai daerah yang berdekatan dengan negara tetangga, Tanjungbalai merupakan pintu masuk bagi wisatawan luar negeri salah satunya dari Malaysia. 

Melihat hal itu, pemerintah pusat melalui Perum Damri meluncurkan Moda Transportasi Damri dari Kota Tanjungbalai menuju Ajibata Parapat.

Keberadaan bus tersebut merupakan program pemerintah pusat dalam upaya mendukung dan mengembangkan potensi  pariwisata di Sumatera Utara, khususnya Danau Toba.

Pemkot Tanjungbalai, kata Syahrial, menyambut baik niat Kementerian Perhubungan dalam mendukung program Presiden Joko Widodo membuka peluang sebesar besarnya wisatawan ke Danau Toba.

"Harapannya moda transportasi Teluk Nibung-Ajibata dan sebaliknya dengan tarif yang terjangkau mampu memberikan kenyamanan bagi penumpang," ujar Wali Kota.

Kepala Divisi Operasional Perum Damri Pusat, Suyanto menyebutkan pengoperasian bus rute Teluk Nibung-Ajibata tersebut merupakan upaya Perum Damri mendukung program pemerintah pusat dalam mengembangkan kawasan pariwisata Danau Toba.

Rute Teluk Nibung-Ajibata ini merupakan lintasan yang ke-572 dari 34 provinsi di Indonesia untuk mendukung empat daerah tujuan wisata, diantaranya Danau Toba, Mandalika, Borobudur dan Labuhan Bajo.

Setiap harinya rute tersebut akan melayani satu kali keberangkatan. Dari Teluk Nibung menuju Ajibata pada pukul 07.00 WIB. Sebaliknya rute Ajibata-Teluk Nibung pada pukul 06.00 WIB.

"Saat bus dilengkapi konfigurasi dua dua seat kafasitas tiga puluh penumpang dengan tarif Rp72.000 per orang sekali jalan.Kedepannya jadwal keberangkatan akan disesuaikan dengan kondisi di Tanjungbalai dan di Ajibata, Parapat," kata Suyanto.

(Antara/www.transaktual.com)