Selasa, 20 Agustus 2019 | 04:14 WIB

Penjabat Direktur Utama PD Pasar Bermartabat Kota Bandung, Jadi Tersangka Korupsi

foto

 

Pj Dirut PD Pasar Bermartabat Kota Bandung, Jadi Tersangka Korupsi.

www.transaktual.com

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bandung menetapkan Direktur Umum Administrasi dan Keuangan merangkap Penjabat (Pj) Dirut PD Pasar Bermartabat berinisial AS sebagai tersangka kasus dugaan korupsi. 

"Hari ini kami menetapkan status tersangka terhadap AS, Direktur Umum Administrasi dan Keuangan merangkap Pj Dirut PD Pasar Bermartabat," tegas Kepala Kejari Bandung, Rudy Irmawan dalam keterangan resmi Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Senin (22/7/2019).

Rudy menambahkan, AS ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyimpangan dalam penggunaan aset deposito BUMD PD Pasar Bermartabat Kota Bandung Tahun 2017. Kejari Bandung menyidik perkara tersebut sejak bulan Juni 2019.

"Pasal yang disangkakan yaitu Pasal 8 UU RI No 31 Tahun 1999 jo UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi," katanya.

Rudy menyatakan, pihak kini sedang memproses pemanggilan AS sebagi tersangka. Menurutnya, AS akan segera dipanggil untuk diperiksa sebagai tersangka.

AS diduga menggelapkan aset deposito milik PD Pasar Bermartabat ke bank untuk kepentingan pribadi. AS ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan surat perintah penyidikan nomor 1633/M.2.10/Fd.1/07/2019. Hasil penyidikan sejak Juni 2019 bahwa pencairan aset deposito dilakukan AS secara bertahap melalui bank.

"Saksi-saksi sudah kami periksa sebelumnya. Untuk AS sendiri, pemanggilan sebagai tersangka akan segera kami lakukan," ujarnya. Akibat perbuatannya, AS dijerat pasal 8 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999.

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, AS diduga menggelapkan aset deposito milik PD Pasar Bermartabat ke bank untuk kepentingan pribadi. ASkibat perbuatannya, PD Pasar Bermartabat dirugikan sekitar Rp 2,5 miliar.

(transakt).