Selasa, 20 Agustus 2019 | 04:32 WIB

Satgas Kawasan Tanpa Rokok Terbentuk, Merokok Sembarangan di Kabupaten Bandung Bakal Kena Sanksi

foto

 

Satgas Kawasan Tanpa Rokok Terbentuk, Merokok Sembarangan di Kab Bandung Bakal Kena Sanksi

Satgas Kawasan Tanpa Rokok Terbentuk, Merokok Sembarangan di Kab Bandung Bakal Kena Sanksi
www.transaktual.com

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung memastikan Satugan petugas (Satgas) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) akan segera terbentuk. Tim tersebut nantinya diisi oleh Satpol PP, Disdik, Kementerian Agama, MUI dan organisasi masyakat (ormas) yang ada di Kabupaten Bandung.

"Kita terakhir sudah melakukan konsolidasi, saat ini masih sedang menyusun peraturan bupati untuk pembentukan satgasnya. Intinya di tim Satgas ini mempunyai tugas untuk sosialisasi, sebelum melakukan teguran dan penindakan kepada pelanggar," ujar Asisten Ekonomi dan Kesejahteraan (Ekjah) Pemkab Bandung Marlan, Jumat (12/7/2019).

Tugas mereka, lanjut Marlan, nantinya akan ikut membantu mensosialisasikan dan menegakan Perda Kabupaten Bandung nomor 13 tahun 2017 tentang KTR juga Peraturan Bupati (Perbup) Bandung Nomor 89 tahun 2018 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perda nomor 13 tahun 2017 tentang KTR.

"Sesuai dengan peraturan bupati, KTR sebenarnya efektif per 8 Desember 2018, tetapi karena memang Satgasnya mungkin baru terbentuk bulan ini, efektifnya akan berjalan di awal Agustus tahun ini," tambahnya.

Dalam Perda tersebut Pemkab Bandung menetapkan 8 Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Siapa saja yang merokok sembarangan akan dikenakan sanksi, sesuai aturan yang berlaku berupa 7 hari kurungan atau denda minimal Rp500 ribu dan maksimal Rp50 juta.

Menurut Marlan, 8 KTR tersebut diantaranya lima kawasan tidak boleh menyediakan tempat khusus untuk merokok dan bebas asap rokok hingga batas terluar, yakni fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah dan angkutan umum.

”Sedangkan 3 kawasan lain yang tidak boleh merokok di area publik, tetapi hanya diperkenankan merokok di tempat khusus yang disediakan yaitu tempat kerja, tempat umum (mall, hotel) dan tempat lain yang ditetapkan,” katanya.

Marlan menambahkan, perwujudan KTR merupakan upaya pemerintah daerah dalam menekan dan menurunkan angka Penyakit Tidak Menular (PTM) yang semakin meningkat di masyarakat, terutama untuk jenis penyakit hipertensi, diabetes dan jantung.

Pihaknya, kata Marlan, akan terus mensosialisasikan tentang KTR. Tujuannya untuk membangun kesadaran masyarakat dalam menciptakan ruang dan lingkungan yang bersih dan sehat, terutama dari asap rokok. Oleh karena itu, Ia mengimbau dan mengajak kepada semua ASN dan masyarakat Kabupaten Bandung agar bersama-sama mendukung implementasi penerapan KTR.

“Saya mengimbau semua ASN bisa menjadi teladan dengan tidak merokok di 8 KTR tadi. Setiap orang dapat berperan serta dalam mewujudkan tempat dan lingkungan yang bersih, sehat dan bebas dari asap rokok,” tuturnya.

(PRFM/TRANSAKT)