Kamis, 17 Oktober 2019 | 04:49 WIB

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil Janjikan Kenaikan TPP ASN Pemprov Jabar Sesuai Kinerja

foto

 

Selasa, 02 Juli 2019 Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Nur Khansa Ranawati/Ayobandung.com).

Selasa, 02 Juli 2019  Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Nur Khansa Ranawati/Ayobandung.com).

www.transaktual.com

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampampaikan, pihaknya akan menaikkan besaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Jabar. Besaran kenaikan tersebut, kata dia, akan didasarkan pada perhitungan evaluasi kinerja pegawai setiap harinya.

Hal tersebut disampaikan Emil saat memberikan sambutan pada pelantikan 180 pejabat Eselon III di Aula Barat Gedung Sate, Senin (1/7/2019) malam. Dia mengatakan, perhitungan tersebut akan dilakukan via sistem pencatat remunerasi digital. TPP dinaikkan enggak pakai gaya otomatis, kita akan terapkan ERK, ujarnya.

Elektronik Remunerasi Kinerja adalah sistem pencatat dan pengalkulasi remunerasi pegawai secara digital. Pegawai diminta mengisi form hal-hal yang telah dikerjakan dalam satu hari untuk dikalkulasi selama satu bulan untuk kemudian ditukar kompensasi. Sistem ini sudah diterapkan di lingkungan Pemerintah Kota Bandung.

Tiap jam empat sore harus isi apa yang dikerjakan hari itu. Minimal 6000 menit per bulan. Kalau enggak bisa membuktikan yang dikerjakan, komputer otomatis akan menolak, ungkapnya.

Sistem ERK tersebut bersifat dinamis. Artinya, besaran TPP yang diperoleh akan didasarkan pada hasil evaluasi kinerja pegawai yang bersangkutan. Yang rajin amplopnya lebih tebal, yang malas ya tipis.

Di sinilah reward and punishment yang fair akan terjadi, ungkapnya. Adapun waktu pelaksanaan peningkatan TPP tersebut, Emil mengatakan, masih dalam tahap perhitungan dan akan dilakukan bersamaan dengan penggratisan SMA dan SMK di Jabar.

TPP sudah dihitung berbarengan gratisnya SMA SMK. Jadi, setelah kita hitung-hitung, ada peluang. Inilah cara kami melakukan reformasi sambil mengerjakan hal-hal fundamental, dan kesejahteraan ASN juga ditingkatkan. Sambil integritas kita dorong agar tidak ada hal-hal negatif, pungkasnya. 

(ayojabar/transakt)