Minggu, 7 Maret 2021 | 10:10 WIB

Kasus Korupsi Di Bank BJB, Direktur CV Masa Jembar Susul Kasatker PUPR Ke Rumah Tahanan

foto

 

Kasus Korupsi Di Bank BJB, Direktur CV Masa Jembar Susul Kasatker PUPR Ke Rumah Tahanan.

www.transaktual.com

Kejaksaan Negeri Kota Bandung melakukan penahanan terhadap Agus Setiawan alias Kenji (26-01-2021). Tersangka dalam perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) atas Kredit fiktif Modal Kerja Konstruksi (KMKK) dari PT. Bank Pembangunan Jawa Barat dan Banten, Tbk (Bank BJB) Cabang Buah Batu Bandung kepada CV. Masa Jembar tahun 2016 sebesar Rp3.578.527.240,- (Tiga Milyar Lima Ratus Tujuh Puluh Delapan Juta Lima Ratus Dua Puluh Tujuh Ribu Dua Ratus Empat Puluh Rupiah). Penahanan atas dirinya 20 hari ke depan menyusul Priyo Susilo yang telah ditahan minggu lalu (19-01-2021).

Kenji dibawa pihak Kejari ke Rumah Tahanan Polrestabes  Bandung untuk menjalani penahanan. Menurut Kasi Penkum Kejati Jabar, Abdul Muis Ali, SH., MH dalam rilisnya hari ini, bahwa tersangka Agus Setiawan alias Kenji memenuhi panggilan Penyidik Pidsus berikut barang bukti dari Penyidik ke Penuntut Umum di Kejari Kota Bandung. Sebelumnya Kenji tidak hadir pada tanggal 20-01-2021 lalu dan hari ini (26-01-2021) menyerahkan diri ke Penyidik Pidsus Kejati Jabar di Jalan Naripan No. 25 Kota Bandung.

Tersangka diduga secara bersama - sama melakukan Tindak Pidana Korupsi dalam pemberian Modal Kerja Konstruksi (KMKK) dari Bank BJB Cabang Buah Batu Bandung kepada CV. Masa Jembar tahun 2016 sesuai dengan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Nomor : Print-351/M.2.1/Fd.1/08/2020 tanggal 07 Agustus 2020.

Dalam kasus posisi, bahwa pada Tahun 2016 Priyo Susilo mengajukan Permohonan KMKK melalui BJB Cabang Buah Batu Bandung atas nama CV. Masa Jembar dalam 2 (dua) tahap, yaitu : Pertama, permohonan KMKK Rp2.000.000.000. (dua miliar rupiah) dengan jaminan 3 (tiga) Surat Perjanjian Kerja Pengadaan barang/jasa pemerintah yang dilaksanakan oleh 3 (tiga) penyedia jasa sebagai grup perusahaan (corporate garantie) dengan agunan berupa 2 (dua) Sertifikat Hak Milik tanah dan bangunan, dan kedua, Penambahan agunan dan kenaikan plafon KMKK dengan jaminan 2 (dua) Surat Perjanjian Kerja pengadaan barang/jasa pemerintah yang dilaksanakan oleh 2 (dua) Penyedia Jasa sebagai grup perusahaan (corporate garantie) dengan agunan berupa 1 (satu) Sertifikat Hak Milik tanah dan bangunan.

Dalam Pengajuan KMKK dari Bank BJB Cabang Buah Batu Bandung kepada CV. Masa Jembar tahun 2016 tersebut tersangka Priyo Susilo bersama -sama dengan tersangka Agus Setiawan alias Kenji diduga mengajukan jaminan yang tidak benar alias fiktif.

Tim Penyidik telah melakukan Penyitaan terhadap uang sebesar Rp445.000.000,- (empat ratus empat puluh lima juta rupiah), selain itu tim Penyidik juga menyita 3 (tiga) bidang tanah dan bangunan di beberapa tempat yang berbeda diantaranya 1 (satu) bidang tanah seluas 438 M2 di Kota Bandung, 1 (satu) bidang tanah seluas 88 M2 di Kabupaten Bekasi dan 100 M2 di Kabupaten Bekasi.

Sehubungan dengan hal tersebut, Tim Penyidik telah memeriksa sebanyak 28 (dua puluh delapan) saksi yang berasal dari Unsur Karyawan BUMD Bank BJB dan Swasta serta beberapa orang ahli yang merupakan ahli Pidana, ahli Perbankan dan Ahli Kerugian Negara.

Penahanan dilakukan pada Hari ini, Selasa tanggal 26 Januari 2021 sekira pukul 10.00 Wib bertempat di Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Barat telah dilakukan Pemeriksaan dalam rangka Penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap II) terhadap tersangka Ir. Priyo Susilo, MTSP (Kasatker Kementerian PUPR) oleh Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Barat kepada Tim Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Kota Bandung yang selanjutnya terhadap tersangka dilakukan penahanan oleh Penuntut Umum selama 20 (dua puluh) hari kedepan terhitung mulai tanggal 20 Januari 2021 sampai dengan 15 Februari 202, berdasarkan Surat Perintah Penahanan (tingkat penuntutan) Nomor : Print-93/M.2.10/Ft.01/2021 tanggal 20 Januari 2021.

Bahwa dalam perkara ini Penyidik telah menetapkan 2 (dua) orang tersangka, Yaitu : 1. Ir. Priyo Susilo, MTSP ; 2. Agus Setiawan Alias Kenji.

Penahanan terhadap kedua tersangka dilakukan dengan pertimbangan dikhawatirkan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti atau mengulangi tindak pidana, sesuai Pasal 21 ayat (1)

Para tersangka dikenakan  Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 jo. Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (PTPK) yang telah Diubah dan Ditambah dengan Undang-Undang R.I. Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang PTPK jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

 (ychs/transaktual)