Sabtu, 21 Sepember 2019 | 23:07 WIB

Nilai Hasil Ujian Nasional 2019 di Jawa Barat Meningkat, dan 17 Juni Pendaftaran PPDB 2019

foto

 

Sekretaris dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dewi Sartika. DOK.TN.

www.transaktual.com

Pengumuman nilai hasil Ujian Nasional (UN) bagi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan MA di Jawa Barat telah diumumkan dengannya rata-rata nilai UN 2019 di Jawa Barat (Jabar) meningkat.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), seluruh jenjang SMA/MA jurusan IPA, IPS, dan bahasa serta jenjang MA jurusan agama dan jenjang SMK mengalami peningkatan.

Pada jenjang SMA jurusan IPA, rerata nilai UN di Jawa Barat meningkat dari 50,20 menjadi 52,43, sedangkan jurusan IPS meningkat dari 47,92 menjadi 49,74, termasuk untuk jurusan bahasa yang juga mengalami kenaikan dari 58,99 menjadi 59,36.

Sementara untuk jenjang SMK, rerata hasil UN mencapai 45,84 atau meningkat 2,02 dari tahun sebelumnya yang hanya 43,82, sementara untuk jenjang MA, rerata jurusan IPA melonjak dari 50,20 menjadi 52,43. Jurusan IPS meningkat dari  47,92 menjadi 49,74 sedangkan di jurusan bahasa, rerata nilai meningkat dari  55,18 menjadi 56,68. Untuk rerata jurusan agama meningkat dari 56,41 menjadi 56,81.

Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Barat, Firman Adam menyatakan, pihaknya mengapresiasi peningkatan hasil UN para siswa di Jawa Barat dan menjadi gambaran bagi sekolah untuk memperbaiki proses kegiatan belajar mengajar (KMB).

“Hasil ini bisa menjadi gambaran bagi sekolah untuk memperbaiki proses KBM,  dengan demikian hasil UN tahun selanjutnya dapat ditingkatkan,” kata Firman, di Kantor Disdik Jabar, Jalan Dr.Radjiman No 6 Kota Bandung

Firman berharap, hasil UN tahun ini bisa menjadi gambaran dan motivasi calon peserta didik yang akan melaksanakan UN tahun depan agar bisa memberikan hasil yang lebih maksimal dibanding kakak kelasnya.

“Mereka harus mampu meraih prestasi yang lebih optimal dari kakak kelasnya,”  harapnya.

Sementara itu, sekolah dengan rerata tertinggi di Jabar, yaitu SMKN 1 Cimahi meraih nilai 66,71 dan menjadi sekolah peringkat kelima dengan rata-rata nilai UN tertinggi.

Wakil Kepala SMKN 1 Cimahi Bidang Kesiswaan, Tedi Rahmat Santosa mengatakan, capaian tersebut tak lepas dari kerja keras seluruh tenaga pendidik yang berupaya optimal memberikan pembelajaran terbaik bagi siswa serta penerapan kedisiplinan kepada siswa

“Kita mengupayakan agar KBM berjalan efektif dan efisien bagi siswa, kita juga memaksimalkan program pemantapan yang telah dijadwalkan, hasil ini tak lepas dari pendidikan karakter, khususnya kedisiplinan yang diterapkan di sekolah,” ujarnya.

Tanggal 17 Juni Pendaptaran PPDB 2019 di Jawa Barat.

Sementara itu bagi seluruh siswa dan orang tua calon peserta didik di harap mampu memahami seluruh petunjuk teknis (juknis) mengenai PPDB tahun ini yang pendaptaranya akan di mulai pada tanggal 17 juni mendatang, hal tersebut di ungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dewi Sartika.

Dalam pemaparanya Kadisdik Jabar, mengatakan untuk jalur PPDB tahun ini ada tiga bagian, antara lain melalui Jalur Zonasi, Prestasi dan Perpindahan, untuk kuota jalur zonasi sebesar 90% sedangan jalur prestasi dan perpindahan masing-masing 5%. tegas Dewi Sartika Jumat (17/5).

Prestasi dari setiap jalur pendaptaran terbagi menjadi beberapa katagori. Jalu zonasi, persentasi 90% di bagi menjadi tiga katagori, 55% jalur zonasi jarak, 20% jalur zonasi keluarga ekonomi tidak mampu, anak berkebutuhan khusus serta 15% jalur zonasi kombinasi. penilaian jalur zonasi kombinasi berdasarkan 30% skor jarak domisili ke sekolah dan 70% nilai hasil ujian nasional (UN), kata Dewi Sartika memaparkan.

Lebih lanjut Kadisdik Jabar, mengatakan berdasarkan Juknis PPDB 2019, jika kuota zonasi kombinasi atau KETM dan ABK tidak terpenuhi maka sisa kuota akan dilimpahkan pada jalur zonasi jarak. Jika jalur zonasi jarak tidak terpenuhi maka sisa kuota akan dilimpahkan pada jalur prestasi atau jalur KETM berdasarkan pendaftar terbanyak. Kemudian pada jalur prestasi dibagi menjadi dua kategori, yakni prestasi sebesar 2,5% untuk Nilai Hasil Ujian Nasional (NHUN) dan 2,5% untuk prestasi non-NHUN.

Prestasi non-NHUN, lanjutnya, berupa prestasi yang diraih siswa berdasarkan capaian kejuaraan dalam berbagai bidang, terutama yang diselenggarakan oleh pemerintah. Seperti, Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Lomba Cipta Seni Pelajar Nasional (LCSPN), Kuis Kihajar, dan lainnya.

Kejuaraan lain yang diselenggarakan di luar kementerian pun bisa disertakan, seperti sains, teknologi, seni budaya, olahraga, keteladanan, bela negara, kepramukaan, dan bidang lainnya, Kata Kadisdik jabar.

Sedangkan pada jalur perpindahan tak ada pembagian kategori. Jalur ini diperuntukkan bagi calon peserta didik yang mengikuti tempat tugas orang tua yang dibuktikan dengan surat penugasan dari instansi/lembaga/perusahaan yang memberi tugas. Jika kuota jalur ini tidak terpenuhi, sisa kuota akan dilimpahkan ke kuota jalur prestasi NHUN.

Kadisdik Jabar Dewi Sartika, juga mengimbau masyarakat untuk mendapatkan informasi mengenai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 melalui situs dan media sosial resmi milik Disdik Jabar. Ini penting guna menghindari informasi tak valid yang beredar di masyarakat.

Info penting mengenai PPDB 2019 bisa didapatkan di laman ppdb.disdik.jabarprov.go.id atau web media disdik.jabarprov.go.id

(Feer,tarungnews/transact)