Sabtu, 21 Sepember 2019 | 22:27 WIB

Lsm Penjara PN "Kasus Proyek PDAM Tirtawening Kota Bandung Bangun IPA Cikalong Rp.63 M Ditunggu KPK"

foto

 

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang didampingi Dirut PDAM Tirtawening Kota Bandung Sonny Salimi. Dan Tim Verifikasi lapangan Lsm Penjara PN beserta Asintel Kejati Jabar, serta Tim Teknis PDAM Tirtawening Kota Bandung. ©2018 Merdeka., : Dian Rosadi/penjara.

www.transaktual.com

Kronologi Pembangunan SPAM-IPA PDAM Tirtawening.

Pada Kamis, 15 Februari 2018, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung memberitahukan bahwa akan membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Instalasi Pengolahan Air (IPA) Cikalong pada tahun ini. Pembangunan IPA Cikalong ini merupakan sebagai salah satu program strategis PDAM Tirtawening Kota Bandung untuk memperluas cakupan pelayanan air minum bagi masyarakat Kota Bandung. IPA Cikalong dapat memperluas kelima kecamatan, yakni kecamatan Gedebage, Cinambo, Rancasari, Buah Batu, dan Bandung Kidul.

Dirut PDAM Tirtawening Kota Bandung Sonny Salimi mengatakan, dengan hadirnya IPA Cikalong nantinya dapat memperluas cakupan pelayanan yang meliputi lima kecamatan, yakni kecamatan Gedebage, Cinambo, Rancasari, Buah Batu, dan Bandung Kidul.

"Kita bangun instalasi di Bandung bagian Selatan dengan kapasitas 700 liter/detik,"ujar Sonny kepada wartawan di kantor PDAM Tirtawening Kota Bandung, Jalan Badak Singa, Kota Bandung, Rabu (14/2).

Menurut Sonny, pembangunan IPA Cikalong dengan 700 liter/detik ini dapat menjangkau 70 ribu sambungan baru (SR). "Kalau dikonversi sekitar 500 - 600 ribu penduduk. Ini merupakan jawaban dari kita PDAM bagaimana walaupun masih jauh dari sempurna tetapi ada upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," kata dia.

Sonny mengungkapkan, pada saat ini tahap pertama sudah selesai dilelang untuk Pembangunan IPA Cikalong yang berlokasi di Instalasi Pengolahan Air II Cikalong RT 01 RW 12 Desa Lamajang Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung. Dalam proses lelang ini PDAM didampingi oleh Tim Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Untuk lelang ini sendiri melalui sistem lelang Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) di Bagian Layanan Pengadaan (BALAP) Kota Bandung.

"Dalam proses adminitrasi dokumen program strategis ini kami melibatkan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan (TP4D) Kejari Kota Bandung dan permohonan Probity Audit oleh Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Barat," ucap Sonny.

Sonny berharap dengan pelaksanaan program ini maka diharapkan masyarakat di wilayah Bandung bagian Selatan dapat menikmati air minum yang sudah lama dinantikan dengan kualitasnya sesuai standar kesehatan. Dia menargetkan proyek tersebut dapat selesaikan pada akhir tahun ini.

"Pembangunan instalasi kalau sesuai kontrak minimal selesai akhir tahun di bulan Desember. Total biayanya Rp 63 miliar," katanya.

PDAM Tirtawening Putuskan Kontrak Kontraktor IPA Cikalong.

Pemerintah Kota Bandung melalui PDAM Tirtawening memutus kontrak dengan pelaksana proyek Instalasi Pengolahan Air (IPA) Cikalong. Hal ini disebabkan karena pekerjaan proyek yang harusnya rampung pada Januari lalu nyatanya molor.

Direktur Utama PDAM Tirtawening Sonny Salimi mengatakan proyek IPA Cikalong sudah dimulai sejak tahun lalu. Karena kontraktor tak mampu menyelesaikan kewajibannya maka proyek harus diputus kontrak dan terpaksa ditunda terlebih dahulu.

"Sampai dengan saat ini progres sudah 77 persen. Jadi karena sampai waktu yang ditetapkan (kontraktor) tidak bisa memenuhi kewajiban maka pihak ketiga ini kami putus kontrak sekitar bulan Februari lalu," kata Sonny dalam konferensi persnya, Sabtu (18/5).

Ia mengatakan hingga batas waktu yang ditentukan masih ada kewajiban sekitar 23 persen proyek yang harus dilakukan. Selama satu tahun, kontraktor telah mengerjakan instalasi bak presedimentasi, pipa transmisi, dan sebagian instalasi pengolahan dan gedung kantor.

Kata dia, sisa pengerjaan proyek yang belum dilaksanakan adalah penyelesaian instalasi pengolahan dan gedung pendukung. Menurutnya, sesuai aturan yang berlaku proyek terpaksa dihentikan terlebih dahulu. Pengerjaan yang sebelumnya dikerjakan oleh PT Karaga Indonusa Pratama akan dilanjutkan oleh pemenang lelang berikutnya.

"Kami kurang tahu kendala perusahaan mereka, yang jelas mereka tidak bisa memenuhi kewajiban. Oleh karenanya saat ini sedang persiapan lelang sisa proyek," ujarnya.

Ia menyebutkan proyek ini dianggarkan senilai Rp 63 miliar. Proses penunjukkan kontraktor pun dilakukan melalui mekanisme lelang terbuka yang didampingi oleh instansi terkait seperti LKPP. Sehingga diyakininya sudah sesuai dengan prosedur dan aturan.

Ia pun berharap proyek ini bisa segera dilanjutkan. Proyek ini target digunakan pada akhir tahun guna mencukupi kebutuhan pelanggan di wilayah Gedebage.

"Kita memang kerugiannya hanya waktu saja. Yang seharusnya sudah bisa percobaan, jadi terhenti. Saya berharap IPA Cikalong tetap berjalan untuk bisa mengalirkan air di SPAM Gedebage. Karena ini dinanti sekitar 50 ribuan warga Gedebage," tuturnya

Dihentikan Pembangunannya.

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung terpaksa menghentikan proyek pembangunan Instalasi Pengelolahan Air Minum (IPAM) Cikalong senilai Rp63 miliar yang telah dimenangkan PT Karaga Indonusa Pratama(KIP).

Direktur Utama PDAM Tirtawening Kota Bandung Sonny Salimi mengatakan, perusahaannya tengah membangun IPAM Cikalong sebagai salah satu sumber baru untuk memenuhi kebutuhan air bagi 50 ribu pelanggan di wilayah timur Kota Bandung.

Namun, proyek tersebut terhenti lantaran kontraktor pemenang lelang pembangunan IPAM Cikalong yakni PT Karaga Indonusa Pratama (KIP) tidak mampu menyelesaikan proyek yang dijadwalkan selesai selama satu tahun sejak Januari 2018 hingga Januari 2019.

Sampai saat ini progres pengerjaannya baru 77 persen. Ternyata sampai waktu ditetapkan pihak ketiga tidak bisa memenuhi kewajibannya,” kata Sonny Salimi di Kantornya.

1. PT KIP diajukan untuk di-blacklist

Sonny mengatakan, terhentinya pengerjaam IPAM Cikalong itu membuat perusahaannya terpaksa melakukan tender ulang untuk menyelesaikan pengerjaan yang masih tersisa.

Sementara, pemenang tender awal senilai Rp63 miliar telah diputus kontraknya dan akan diajukan ke Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan Unit Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (ULKPP) untuk di-blacklist. 

“Kita putus kontrak dan sudah kita ajukan blacklist ke LKPP dan ULP,” ujarnya.

2. PDAM terpaksa lakukan tender ulang.

Sonny mengungkapkan, bahwa pengerjaan proyek yang sudah berhasil diselesaikan pihak pemenang tender awal baru mencapai 77 persen. Progres pengerjaan itu berupa instalisasi bak prasedimentasi, pipa transmisi yang sudah tersambung ke inti instalasi dan sebagian instalasi pengolahan air.

Yang belum tinggal instalasi pengolahan air dan gedung kantor,” ucapnya. Karena tidak sesuai dengan perjanjian, PDAM Tirtawening pun mengakui baru membayar 65 persen dari nilai proyek sebesar Rp63 miliar kepada pihak ketiga yang mengerjakan proyek pembangunan IPAM Cikalong.

“Yang dibayar baru dua termin. Penyelesaian termin terakhir kita akan melibatkan BPKP,” ucapnya. Sedangkan, untuk merampungkan pengerjaan hingga bisa beroperasi, PDAM Tirtawening akan kembali membuka lelang yang rencananya di mulai usai masa Lebaran. "Kami akan buka kembali lelang tender. Rencana, setelah lebaran," ujar dia.

Akhirnya Segera Lanjut ke KPK, Hasil Temuan Tim Investigasi Lsm Penjara PN.

Berbagai versi dihentikannya proyek pembangunan IPAM Cikalong, mulai bermunculan, dan hasil rangkuman Tim Investigasi Lsm Penjara PN menyatakan melalui Ketua Umumnya, Bang Epul bahwa, setelah mengadakan pertemuan dengan Asintel Kejati Jabar didampingi Kasipenkum Kejati Jabar dan Tim Teknis dari PDAM Tirtawening, adalah ;

  1. Bahwa TP4D Jabar yang sering disebut sebut sebagai Tim Pengawas proyek  pembangunan IPAM Cikalong ternyata tidak benar, “Kami tidak pernah menjadi Tim Pengawas pada proyek pembangunan IPAM Cikalong tersebut, dan pada Spanduk yang pernah ditemukan dilokasi proyek, tidak tertera nama TP4D, hanya ada tulisan Pembangunan ini Diawasi oleh Jaksa Pengacara Negara, Kejaksaan Tinggi Provinsi Jawa Barat, tetapi bukan kami” ujar Asintel menerangkan pada Tim Investigasi Lsm Penjara PN.
  2. Menurut Asintel Kejati Jabar, bahwa kemungkinan ada pada Datun Kejati Jabar, karena ada dua Tim Pengawas selain TP4D, sambung Asintel menambahkan, tetapi lebih jelasnya, bisa menghubungi mereka.(Datun….red). apa dan bagaimananya.
  3. Bertemu dengan Tim Teknis PDAM Tirtawening di Kantor PDAM jalan Badak Singa Bandung, menjelaskan masalah Pemasangan Spanduk yang tertera sebagai Pengawas pada proyek pembangunan IPAM Cikalong, “Benar yang kami ketahui sejauh ini, Kejati Jabar dalam hal ini Bpk. Kajati Jabar berkoordinasi dan bukan Tim TP4D untuk turut mengawasi pekerjaan proyek pembangunan IPAM Cikalong” ujar salah seorang Tim Teknis dari PDAM Tirtewening. Ditanya tentang Kajati Jabar yang mana yang memberikan instruksi tersebut, “Pokoknya Kajati Jabar” ujar salah seorang Tim Teknis tersebut tanpa memberitahu siapa nama Kajati Jabar tersebut, pada Ketum Lsm Penjara PN, Bang Epul.
  4. “Walaupun ada Tim Pengawas, tapi selama dilapangan, proyek pembangunan IPAM Cikalong, belum pernah terlihat Tim Perngawas tersebut ada” sambungnya sambil memberi surat jawaban yang diminta oleh Lsm Penjara PN, tanpa Kop Surat maupun Stempel resmi PDAM Tirtawening, “Maaf surat ini belum ditandatangani staf yg berwenang” ujar salah seorang dari Tim Teknisnya, lalu disarankan cukup diparaf saja dan nama jelas, untuk bahan informasi ke KPK, “Karena kami ditunggu oleh KPK di jakarta pada hari Jumat ini, ya nggak apa apa paraf saja sebagai bukti,” ujar Sekjen Lsm Penjara PN yang juga hadir dalam pertemuan.

Investigasi di Lapangan ;

  1. Adanya Gejolak para Pekerja tentang belum dibayarnya upah para pekerja proyek pembangunan IPAM Cikalong.
  2. Kebenaran dari Informasi tentang menghilang atau kaburnya Pelaksana/Kontraktor proyek pembangunan IPAM Cikalong, dari Lokasi Proyek.
  3. Adanya isu, para Pejabat Pemkot Bandung yang berangkat Umroh, dan perjalanan ke luar negeri, dengan biaya yang dibebankan pada keuangan proyek pembangunan IPAM Cikalong (pada aksi Demo baru baru ini di depan PDAM jalan Badak Singan Bandung….red).
  4. Ekspose dari berbagai media, yang memuat berita tentang permasalahan yang terjadi pada proyek pembangunan IPAM Cikalong.
  5. Berbeda dengan ekspose di kebanyakan Media, bahwa telah terjadi pemutusan kontrak kerja dengan Kontraktor pelaksana proyek pembangunan IPAM Cikalong, tetapi kenyataan dilapangan bahwa proyek pembangunan IPAM Cikalong tersebut “Mangkrak” atau terbengkalai.
  6. Tentang design dan Build yang disebut Tim PDAM Tirtawening dilaksanakan oleh Kontraktor, ternyata diduga diserahkan pelaksanaannya pada pihak lain, ujar Ketum Lsm Penjara PN.(sesuai isi pernyataan dari Tim Teknis PDAM....red)

Kasus Proyek Pembangunan IPAM Cikalong, Ditunggu KPK.

Seperti memperbaiki benang kusut, untuk itu Lsm Penjara PN, telah menerima jawaban dari pihak KPK untuk segera melaporkan hal tersebut, “Kami telah berkoordinasi dengan KPK untuk segera membawa permasalahan proyek pembangunan IPAM Cikalong, kepada instansi yang berwenang, agar terlihat jelas, siapa yang bermain, dan siapa pula yang terlibat didalamnya, kami hanya sebatas Lembaga yang memantau hal hal yang kelihatannya belum benar, dan sebagai Pemantau Kinerja ASN, kami ingin permasalahan segera berakhir dan diluruskan, masalah lainnya tentang detail kasus kami serahkan pada yang berwenang” ujar Ketua Umum Lsm Penjara PN menunjukkan bundel berkas permasalahan PDAM Tirtawening, dan mengakhiri perbincangan dengan Wartawan.

(Transaktual dan berbagai sumber).