Jumat, 15 November 2019 | 16:49 WIB

Kasihan Jawa Barat, Potensi Wisatanya 'Diumpetin' Aparat Desa

foto

 

Ilustrasi wisata di Jawa Barat, Kampung Naga Tasikmalaya (Angga Purwancara/Istimewa).

www.transaktual.com

Jawa Barat punya kendala dalam pengembangan wisatanya. Satu yang krusial yakni tidak kooperatifnya warga hingga aparat desa. Hal itu diungkapkan Wagub Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum dalam diskusi di Jakarta, Senin (15/4/2019) kemarin. Namun, pemerintah tetap berusaha meski dengan kendala demikian.

"Di Jabar itu masih religi, katanya pariwisata mengundang kemaksiatan. Jangan dibangun. Kepala desanya pun ketakutan retribusinya ke provinsi. Mereka enggan memberi izin juga lapor bahwa ada destinasi di sana juga belum memahami wisata," kata Uu.

"Kami tetap bekerja sama dengan pemerintah dan masyarakat. Inilah dasar pembangunan wisata di Jabar yang diharapkan bisa bikin maju," imbuh dia.

Uu sadar bahwa dunia pariwisata bisa meningkatkan pendapatan yang signifikan bagi daerahnya. Peningkatan pendapatan itu, kata dia, tidak akan membebani masyarakat.

"PAD meningkat tanpa membebani masyarakat. Ada unsur kebahagiaan kesenangan, jadi tak ada beban di sana. Jawa barat punya pantai, pegunungan, potensi religi makam waliyullah. Di Tasik, Cirebon, Kuningan, dan potensi wisata lainnya," ujar dia.

"Gerakan kami, membuat sarana prasarana dan jalan ke sana. Jadi daya dorong. Memperbaiki fasilitas lainnya," imbuh dia. Ke depan, Uu berucap akan ada pembangunan besar-besaran di wilayanhnya. Dalam hal ini, Gubernur Ridwan Kamil yang akan menjadi perencanaan dengan keahliannya.

"Kami akan membangun wisata besar-besaran di Pangandaran dan Sukabumi. Kang Emil adalah ahli perencanaan yang akan membangunnya," jelas dia.

(msl/aff/transakt)