Sabtu, 15 Agustus 2020 | 17:02 WIB

Waspada, Jangan Tertipu, Cara Sederhana Bajak Akun WhatsApp, dan Minta Minta Uang

foto

 

Waspada, Jangan Tertipu, Cara Sederhana Bajak Akun WhatsApp, dan Minta Minta Uang .

www.transaktual.com

Banyak pelaku kejahatan menjadikan WhatsApp, sebagai target kejahatan sebab ada cara sedarhana membajak akun WhatsApp. Pelajari caranya agar tidak tertipu.

Pengamat Keamanan Siber dari Vaksin.com Alfons Tanujaya mengatakan cara membajakan tau mengambilalih akun whatsApp cukup sederhana. Tak perlu kemampuan tinggi di bidang informasi teknologi (IT). Hanya perlu mendapatkan one time password (OTP).

OTP merupakan password yang memvalidasikan ketika masuk akun. Password ini hanya berfungsi satu kali penggunaan yang dikirimkan melalui pesan singkat atau SMS ke nomor ponsel.

"Peretas akan menginstall aplikasi WhatsApp dan memasukkan nomor ponsel yang diincar. Korban tidak tahu menahu mendadak mendapat SMS verifikasi dari WhatsApp, biasanya berisi enam digita atau kalimat ketut tautan ini," ujar Alfons, seperti dikutip dari Instagram miliknya, Rabu (6/5/2020).

"Jika korban mengetuk tautan maka akun WhatsApp akan berpindah ke peretas dan bisa menggunakan untuk aksi kejahatan."

Bila tidak mereka akan berusaha mendapatkan OTP, biasanya cara yang bisa dilakukan dengan rekayasa sosial. Peretas menelepon dan membohongi korban agar mau mengaktifkan atau menyebutkan atau menyebutkan nomor OTP dari WhatsApp. Biasanya mereka berkedok korban menang undian.

Alfons menambahkan cara lain dengan menggunakan aplikasi SMS Forwarder. Hacker harus menguasai ponsel korban dulu dan menginstal aplikasi ini di ponselnya dan memasukkan perintah untuk meneruskan semua pesan SMS ke nomor pelaku kejahatan.

Ada juga layanan SMS auto divest dari operator telekomunikasi. Dengan mengaktifkan layanan ini maka semua SMS korban akan diteruskan ke ponsel pelaku kejahatan. Korban juga harus membayar layanan seharga satu pesan SMS.

"Berhati-hati jangan sampai menyetujui pengalihan akun Whatsapp Anda jika terima SMS dan pastikan jangan sampai ter-instal aplikasi SMS Forwarder atau opsi SMS auto divest diaktifkan di ponsel Anda," ungkap Alfons.

Transaktual.