Sabtu, 15 Agustus 2020 | 17:37 WIB

Andri Salman, Mantan Direktur PD Pasar Bermartabat Bandung, Jalani Sidang Dakwaan Penyelewengan Aset

foto

 

Andri Salman, Mantan Direktur PD Pasar Bermartabat Jalani Sidang Dakwaan Penyelewengan Aset Deposito PD Pasar Bermartabat.

www.transaktual.com

Bahwa Terdakwa Andri Salman ST, selaku Direktur Umum, Administrasi dan Keuangan PD Pasar Bermartabat Kota bandung yang diangkat berdasarkan SK Walikota No. 821.1./KEP/ 924-BAG.EK/2016 tgl. 15 Agustus 2016 menjalani sidang perdana di PN Tipikor Bandung.

Mantan Direktur Umum dan Keuangan PD Pasar Andri Salman, menjalani sidang perdana atas dugaan kasus pengelewengan aset deposito PD Pasar senilai Rp 2,7 miliar.

Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan JPU Kejari Bandung dipimpin majelis hakim Daryanto di Pengadilan Tipikor PN Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu, 4 Desember 2019.

Andri Salman sendiri selama penyelidikan dan penyidikan tidak ditahan. Saat persidangan dibuka, majelia pun tidak melakukan penahanan.

"Karena saudara tidak ditahan, maka harus koooeratif. Setiap persidangan harus hadir, dan jika tidak hadir tanpa alasan jelas. Maka kami akan keluarkan surat penetapan penahanan," katanya.

Sidang saat ini masih berlangsung dengan agenda pembacaan dakwaan oleh JPU Kejari Bandung Gani Alamsyah.

Sebagaimana diketahui, Andri Salman telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan korupsi. Dia ditetapkan tersangka setelah diduga menyalahgunakan aset deposito senilai Rp2,7 miliar saat dirinya masih menjabat sebagai Direktur Umum dan Keuangan PD Pasar pada 2017.

Andri Salman didakwa Pasal 8 UU RI No 31 Tahun 1999 jo UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Penggelapan Uang atau Surat berharga.

Terdakwa Andri Salman dengan sengaja menggelapkan uang atau surat berharga yang disimpan karena jabatannya, atau membiarkan biyet deposito diantaranya bilyet deposito senilai 2 Milyar 500 juta yang disimpan oleh bendahara pengeluaran Linda Apriastuty melalui Kasubid Akuntansi yaitu saksi Eden Wahyudi SE untuk disimpan didalam Brankas Terdakwa dengan alasan untuk mempermudah pengelolaan, dan oleh saksi Linda Apriastuty diserahkan seluruh bilyet deposito tersebut kepada Terdakwa. Selanjutnya terdakwa bersama rekan saksi Jaenal haryadi serta Pengusaha PT Fast Media Internusa turut serta bisnis Garam Juara.

Deposito yang disimpan dari saksi Linda Apriastuty di jaminkan kepada Bank pembiayaan Rakyat Syariah Harta Insan Karimah (BPRS, HIK).

Penetapan tersangka di awal kasus sempat mendapat perlawanan. Andri Salman melalui pengacaranya melakukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Bandung.

Setelah diperiksa di persidangan hakim PN Bandung memjatuhkan putusan menolak praperadilan yang dilakukan tersangka. Atas penolakan itulah, Kejari Bandung pun melanjutkan proses penyidikannya, sidang dilanjutkan pada minggu depan.

(Transakt).