Senin, 9 Desember 2019 | 06:37 WIB

Bank Terbaik Tahun 2019 Menurut Majalah Investor

foto

 

Saat acara Bank Terbaik 2019 versi Majalah Investor di Jakarta, 28 Juni 2019. (foto, David Gita Roza).

www.transaktual.com

Sebanyak 20 bank umum nasional terpilih menjadi Bank Terbaik Tahun 2019 versi Majalah Investor. Bank-bank tersebut berhasil menjadi yang terbaik setelah lolos seleksi awal dan unggul dalam tahap pemeringkatan berdasarkan pengelompokan modal inti. Tiap kelompok ditetapkan tiga bank terbaik.

Selain 20 bank tersebut, terdapat empat bank lain yang meraih penghargaan khusus, sesuai kontribusi masing-masing bagi perekonomian maupun kemajuan industri perbankan nasional.

Pada kelompok modal inti di atas Rp 30 triliun atau Bank Buku IV, tampil sebagai Bank Terbaik 2019, yaitu PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Selanjutnya pada kelompok Bank Buku III (Modal Inti Rp 5 Triliun – Rp 30 triliun), predikat bank terbaik diraih PT Bank Mega Tbk, PT Bank OCBC NISP Tbk, serta PT Bank BTPN Tbk.

Sementara itu, PT Bank Mandiri Taspen, PT SBI Indonesia, dan PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk menjadi yang terbaik untuk kelompok Bank Buku II (modal inti Rp 1 triliun – Rp 5 Triliun). Selanjutnya pada kelompok Bank Buku I (modal inti di bawah Rp 1 trililun), penghargaan hanya diberikan pada dua bank, yakni PT Bank Fama International, dan PT Bank Kesejahteraan Ekonomi.

Satu pemenang ditiadakan karena tersangkut persoalan hukum yang dalam proses penyelesaian. Sementara kandidat lain menurut pertimbangan juri tidak ditetapkan jadi pemenang karena mengalami kinerja negatif pada beberapa indikator.

Secara umum, menurut dewan juri, kinerja bank yang jadi pemenang memang layak mendapat apresiasi. Persoalan terkini dari perbankan nasional, menurut Ketua Dewan Juri Zulkifli Zaini, adalah posisi LDR (loan to deposit ratio) yang cenderung meningkat.

 “LDR menjadi tantangan perbankan saat ini. Tetapi bank-bank yang berhasil menjadi yang terbaik di kelasnya sudah terseleksi, karena umumnya punya posisi LDR yang cukup baik,” ujar Zulkifli yang juga Ketua Ikatan Bankir Indonesia.

Bank Daerah.

Masih dengan standar modal inti, penghargaan kelompok Bank Pembangunan Daerah (BPD) diberikan untuk tiga kategori. Pada kelompok BPD Buku III (modal inti Rp 5 triliun – Rp 30 Triliun), penghargaan diberikan untuk PT Bank Jawa Tengah, PT Bank Jawa Timur Tbk, dan PT Bank DKI.

Selanjutnya PT Bank Jambi, PT Bank Kalimantan Tengah, dan PT Bank Sulselbar meraih penghargaan untuk BPD Buku II (modal inti Rp 1 triliun – Rp 5 Triliun. Tiga nama mengulang prestasi tahun lalu dengan komposisi yang persis sama. Sedangkan untuk kelompok BPD Buku I (modal < Rp 1 triliun), penghargaan diberikan pada PT Bank Sulawesi Tenggara, PT Bank Sulawesi Tengah, dan PT Bank Lampung.

“Bank-bank yang meraih penghargaan tahun 2019 sudah terseleksi pada kelas masing-masing, beberapa di antaranya mengulang prestasi yang diraih tahun lalu. Sesuai tahapan penjurian, penghargaan diberikan setelah bank-bank ini lolos seleksi awal dan menjadi yang terbaik pada tahap pemeringkatan yang mengacu pada 12 kriteria pemeringkatan yang dirumuskan Dewan Juri,” ujar Komang Darmawan, Pemimpin Redaksi Majalah Investor,di Jakarta, Jumat (28/6/2019).

Dua belas kriteria pemeringkatan yang digunakan meliputi: CAR (capital adequacy ratio), NPL (non performing loan), ROA (return on asset), ROE (return on equity), NIM (net interest margin), BOPO (perbandingan beban operasional dengan pendapatan operasional), LDR (loan to deposit ratio), pertumbuhan pendapatan bunga bersih, pertumbuhan pendapatan operasional selain bunga, pertumbuhan laba operasional, pertumbuhan kredit, dan rasio cost to asset semuanya untuk tahun buku 2018.

Zulkifli mengatakan para juri juga memberi apresiasi bagi bank yang memberi perhatian penting pada penyaluran kredit UMKM serta berpartisipasi aktif mendukung perkembangan digital banking demi peningkatan kualitas dalam melayani nasabah. Tujuannya agar makin banyak pengusaha baru sektor UMKM serta terus mendorong perkembangan teknologi perbankan di Indonesia.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menjadi Bank BUMN yang meraih penghargaan khusus karena konsisten mendukung UMKM, dibuktikan dengan terus meningkatnya porsi dan nilai kredit untuk pengusaha mikro. Sedangkan BPD yang mendapat apresiasi yang sama adalah PT BPD Sumatera Barat dengan porsi kredit UMKM nyaris 95% pada tahun lalu. Selanjutnya PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Jabar Banten Tbk mendapat apresiasi karena aktif mengembangkan teknologi perbankan melalui variasi pelayanan yang diberikan pada para nasabah.

Seleksi Awal.

Tak semua bank masuk dalam pemeringkatan. Ada tahapan seleksi awal yang disepakati Dewan Juri sebelum bank-bank ini dinyatakan layak ikut pemeringkatan. Poin-poin penting seleksi awal meliputi CAR minimum 10%, tidak mendapat opini disclaimer pada laporan keuangan tahun buku 2018, Giro Wajib Minimum (GWM) tidak kurang dari 8% (±insentif LDR), laba operasional dan laba bersih 2018 positif, aset 2018 untuk bank umum nasional dan BPD minimal Rp 1 triliun, dan tidak terkena sanksi dari otoritas.

Dari 113 bank yang beroperasi sampai dengan April 2019, hanya 80 bank lolos seleksi awal untuk diperingkat. Dengan demikian, ada 10 bank harus rela tidak diikutkan dalam pemeringkatan.Tidak semua bank yang tidak ikut diperingkat merupakan bank yang terganjal seleksi. Bank syariah dan bank asing tidak diikutsertakan dalam pemeringkatan. Kelompok bank syariah sengaja dipisahkan karena memiliki karakteristik khusus.

(Majalah Investor/transakt).