Sabtu, 21 Sepember 2019 | 22:02 WIB

Tokoh Muda Dari Jawa Barat, Rian Andi Sumarno

foto

 

RIAN ANDI SUMARNO.

 www.transaktual.com

Rian Andi Sumarno lahir di makasar 29 Juli 1975,Rian Andi Sumarno merupakan tokoh pemuda yang aktif menjadi mahasiswa,ikut turut serta menumbangkan resim Orde Baru Tahun 98,bersama rekan teman mahasiswa turun kejalan,untuk melahirkan tatanan baru yang demokratis,yaitu Reformasi.

RIWAYAT PENDIDIKAN SD : Mangkura 3, Makasar (1982-1988) SMP : Islam Athirah, Makasar (1988-1991) SMA : Karya 2, Makasar (1991-1994) Perguruan Tinggi : S1 – Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA ABA - YAPARI BANDUNG) (1994-1999) S1 – STIKOM (Sekolah Tinggi Komunikasi Bandung) (2001 – 2006) 2009 menyesaikan kuliah di fakultas ekonomi di trisakti.

1998 : Pendiri Forum Komunikasi Mahasiswa Bandung • 1999 : Pendiri Kaukus Demokrasi Muda Bandung • 2000 : Pendiri Komunitas Miskin Kota Bandung •

RIWAYAT PEKERJAAN • 1998 – 1999 : Staf Marketing PT. Aken Life • 1999 – 2004 : Direktur Advokasi LSM LAGOA • 2004 – 2005 : Direktur Marketing PT. CAD Solusindo • 2005 – 2007 : Direktur Operasional PT. MEDCOM • 2007 - Sekarang : Direktur Utama PT. Smartindo Kreasi Bakti Utama • 2012 – 2014 : Direktur Operasional PT. Mitra Karya Solusindo Utama • 2014 - : Komisaris Utama PT. Indo Kreasi Pelangi, 2004-2009 Staf Wakil Presiden Yusuf Kalla di Istana Wakil Presiden (era Presiden Susilo Bambang Yudhoyon), 2014-2019 Staf Wakil Presiden Yusuf Kalla di Istana Wakil Presiden Yusuf Kalla (Presiden Joko Widodo)

PENGALAMAN ORGANISASI • 1994 - 1995 : Ketua Himpunan Mahasiswa Bahasa Inggris • 1995 – 1997 : Ketua Mahasiswa Pencinta Alam Wanasatria • 1997 – 1998 : Ketua Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Bahasa Asing Bandung • 1998 – 1999 : Anggota Presidium Forum Komunikasi Mahasiswa Bandung • 1999 – 2001 : Anggota Kehormatan HMI Badko JABAR • 1999 – 2000 : Sekjen Kaukus Demokrasi Muda Bandung • 2000 – sekarang : Ketua Penasehat Komunitas Miskin Kota Bandung • 2003 – sekarang : Ketua DPP Lembang 9 Institute • 2007 – 2009 : Sekertaris Partai Hanura Kota Bandung • 2011 - 2013 : Wakil Sekejed DPP KNPI • 2013 - 2014 : Ketua Umum Relawan Indonesia Hebat • 2014 – sekarang : Sekjen Majelis Dzikir Jokowi – Jusuf Kalla ( JOKKA ) 2019 Pendiri dan Sekjen  KAMI INDONESIA (KOMUNITAS MILENIAL MAARUF AMIN INDONESIA FOR INDONESIA

Rian andi Sumarno dan kawan seniman dan juga aktivis 98 Jawa barat membentuk Relawan KAMI INDONESIA (Komunitas Milenial Maaruf amin For Indonesia) di awal tahun 2019,

Rian dan Kawan seniman serta aktivis 98 Jawa Barat memberikan alasan pilihan politik capres  01 Joko Widodo-KH.Maaruf Amin  "Untuk itulah perlu kiranya untuk kembali bersuara agar momen politik Pilpres 2019 tidak dijadikan sebagai bangkitnya kekuasaan rezim Orde Baru,"Rian Juga mengajak masyarakat untuk merefleksikan kembali gerbang demokrasi yang terlupakan, yang disebut Gerakan Mahasiswa 98."

Dari gerakan tersebut lahir titik kulminasi perlawanan mahasiswa terhadap kekejaman rezim Orde Baru yang telah menghancurkan sistem negara dan sistem demokrasi, korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), perampasan tanah rakyat, serta kekerasan pada komunitas-komunitas mahasiswa dan pemuda yang memperjuangkan tegaknya demokrasi pada masa itu adalah sekelumit kekejaman rezim Orde Baru yang sampai kini menjadi utang sejarah bangsa yang masih menggantung.

Di acara Halal Bihalal Aktivis 98 Jawa Barat Rian Andi Sumarno dianggap telah menekuni karir hingga sampai ke istana, serta aktif dalam suksesi politik dan mampu mengelola jaringan. sebagai bentuk kesiapannya,

Rian telah melakukan pendekatan, khususnya kepada wakil presiden terpilih Ma'ruf Amin. "Ketika direkomendasikam kawan-kawan seperjuangan, itu pilihan yang harus saya ambil, saya siap,100 persen siap," tegasnya. "Sebagai bentuk kesiapan, saya melakukan proses lobi-lobi, pendekatan dengan wakil presiden terpilih. Saya katakan, memang kawan-kawan 98 sudah harus masuk di dalam kabinet dan beliau sangat merespons,"

Menurut Rian, selama ini, Jabar menjadi etalase perpolitikan nasional. Terlebih, jumlah pemilih di Jabar terbesar di Indonesia. Oleh karenanya, pihaknya berharap, Jokowi-Ma'ruf Amin memberikan kesempatan bagi Aktivis 98 Jabar untuk bergabung dalam kabinetnya. "Jabar harus diperhitungkan, harus diapresiasi, apalagi pemilih terbesar ada di Jabar," tandasnya. “Saya mempunyai kapasitas politik dan jaringan, dalam kasus pemilu kemarin, cukup bisa membawa diri berinteraksi lebih jauh.dan saya juga sudah terlibat di pemerintahan,” ujarnya.

(yansensn/transaktual)