Senin, 22 Juli 2019 | 19:14 WIB

Ingin Berantas Korupsi Total, Hakim di PT Denpasar Ikut Seleksi KPK

foto

 

Hakim Nawawi Pomolango (kanalbali/NANO).

www.transaktual.com

Seleksi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah dimulai dengan pendaftaran terbuka. Salah-satu nama yang muncul adalah hakim di Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar Nawawi Pomolango .

Di lingkungan jajaran Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia sebenarnya dia sudah tak asing lagi. Ia sudah kenyang pengalaman menyidangkan berbagai perkara, dan lebih khusus lagi perkara korupsi yang menyita perhatian publik.

Diantaranya, tentang korupsi impor daging sapi dengan terdakwa mantan Presiden PKS, Lutfi Hasan Ishak, dan Fatonah. Ada lagi yang lebih menghebohkan, yaitu perkara korupsi suap dengan terdakwa mantan Ketua MK Patrialis Akbar dan Ketua DPD Irwan Gusman.

"Saya ingin totalitas dalam pemberantasan kasus korupsi, " tutur Nawawi di PT Denpasar, Selasa (25/6) mengenai alasannya ikut mendaftarkan diri.

Hakim kelahiran Manado 28 Pebruari 1963 yang mengawali karir di PN Soasio, Tidore, Halmahera menyatakan, bahwa KPK sekarang sudah on the trek tapi masih seperti treadmill atau lari kenceng tapi tetap di tempat.

"Untuk itu saya semangat memberantas korupsi," tegas Nawawi yang berpengalaman dua periode menjadi hakim Tipikor Jakarta ini.

Terkait pendaftaran pimpinan KPK, Nawawi mengaku sudah meminta izin Ketua MA beserta jajaran pimpinan lainnya. "Saya sudah mendapat restu dari pimpinan meski tidak secara tertulis, sekarang saya tinggal melengkapi berkas, sebelum ditutup pendaftarannya 4 Juli mendatang, "imbuh Nawawi.

(kanalbali/NAN/transakt)