Rabu, 14 April 2021 | 15:12 WIB

Tunggul Sinaga (Cerita) ; " Perubahan "

foto

 

Tunggul Sinaga (Cerita) ; " Perubahan "

www.transaktual.com

Cerita ini dari Negeri China, Ada seorang salesman gagal di kota, yang akhirnya terpilih sebagai kepala desa di suatu desa teramat miskin. Mungkin dia terpilih ebagai kepala desa karena jabatan itu tidak ada yang membayarnya namun penduduk mengharapkan ada yang memimpin mereka. Lantas apa yang dia harapkan dari pekerjaannya itu? Rasa hormat. Sebagai orang gagal dia selalu direndahkan namun di desa semua orang menghormatinya.

Lantas apa yang di lakukannya ? Dia meminta agar petani tidak lagi bertanam padi tapi singkong dan jagung. Mengapa ? Sudah sekian lama kehidupan petani selalu miskin karena hasil padi tidak lagi mencukupi biaya hidup. Terus bertanam padi adalah mati konyol dan bodoh. Bagaimana dengan singkong dan jagung ? Singkong dan jagung akan dijual ke pabrik pengolahan di kota dan dia minta pabrik agar ampasnya diserahkan kedia untuk dijadikan bahan baku pembuat piring dan mangkok.

Dia minta bantuan universitas mendesign mesin mixing dan press, molding untuk mengolah ampas jadi piring dan mangkok. Produk ini akan dipasarkan ke restoran cepat saji sebagai kemasan sekali pakai. Dari mana biaya membangun pabrik ? Ini ide gila. Enggak ada bank yang akan biayai. Apalagi di usulkan oleh komunitas desa miskin. Namun tanpa diminta, semua rakyat desa menjual ternak sebagai satu satunya harta tersisa untuk mendapatkan uang membeli mesin. Bangunan dikerjakan gotong royong.

Penduduk desa begitu percaya dengan dia sebagai pemimpin. Semua sepakat tanpa tanya untuk beralih menanam singkong dan jagung. Perubahan ini ada resiko karena mereka terancam tidak makan apabila program gagal. Setiap hari kepala desa hadir di tengah mereka di kebun sampai akhirnya panen. Hasil panen ternyata melimpah dan dia berhasil memasarkan produk pabrik. Dan sekaligus mendapatkan ampasnya.

Setelah ampas diolah jadi piring dan mangkok, berbulan bulan dia memasarkan produk itu tapi tidak ada yang berminat mencoba. Namun dia tidak pernah menyerah. Sampai akhirnya ada restoran yang mau mencoba tanpa membayar dengan kondisi apabila konsumen restoran suka maka akan dibayar. Apa yang terjadi kemudian? Ternyata konsumen suka dan pesanan datang secara tunai. Akhirnya produknya menjadi terkenal. Rakyat desa di samping mendapatkan hasil penjualan singkong dan jagung, juga dapat penghasilan tambahan dari keuntungan menjual produk dari ampas. Rakyat desa yang tadinya miskin kini makmur. Mereka bersatu menghadapi masalah, mengambil resiko untuk berubah, berkerja keras untuk meraihnya.

Keberhasilannya mengundang perhatian Partai. Diapun terpilih sebagai Kepala distrik. Setiap hari , dalam perjalanan dari rumah kekantor, dia selalu menyempatkan diri untuk menanam satu pohon disetiap tanah lowong. Tidak ada rakyat yang berani mengganggu pohon itu karena dia yang tanam. Akhirnya rakyat meniru dia. Lima tahun dia berkuasa, kota yang gersang, tumbuh menjadi kota yang sejuk.dan penuh bunga.

Keberhasilannya, ternyata bukan hanya mengundang perhatian pemerintah provinsi tapi juga pemerintah pusat China. Diapun diundang untuk datang kepusat. Jabatan tinggi sudah menantinya. Tapi ketika itu ditawarkan kepadanya, dia menolak dan lebih memilih untuk cepat pension. Ketika hal ini ditanyakan kepadanya, dengarlah jawabannya:

“ Sepuluh tahun menjadi pemimpin , usia saya serasa bertambah 1000 tahun. Selama itupula saya tidak pernah menikmati yang seharusnya saya nikmati. Apa itu, ? waktu!. Setiap hari , 18 jam waktu saya terpakai untuk mengabdikan diri kepada rakyat. Sehingga saya lupa tanggal ulang tahun istri saya. Lupa kapan terakhir saya mendapatkan bayi kedua saya. Saya lupa menjahit jas saya yang robek."

Menjadi pemimpin itu, bagaikan hidup diatas bara. Setiap detik, bukanlah hal yang menyenangkan. Kalau anda ingin memberikan hadiah kepada saya , maka biarkanlah saya menikmati pension saya dengan damai. Jangan pernah berpikir sayalah yang terbaik karena kehidupan tidak akan pernah berhenti hanya karena ketidakadaan saya. Kita hanya butuh satu keyakinan, keberanian berubah. Apapun goncangan teruslah melangkah kedepan. Mundur adalah kebodohan dan kegelapan. Melangkah maju adalah langkah terang menuju harapan.

Kemajuan dunia karena keberanian untuk berubah. Kadang orang yang berani berubah terkesan gila dan tidak rasional. Dia pemberontak dan melihat sesuatu secara berbeda. Dia tidak menyukai keteraturan. Dan dia tidak menghormati status quo. Dia tidak menyerah dengan keadaan dan tidak suka mengeluh menyalahkan orang lain atau pemerintah. Anda boleh setuju atau tidak , memuliakan atau menjelekkan dia. Tapi satu hal yang tidak dapat Anda lakukan adalah mengabaikan dia. Karena dia mengubah keadaan. Dia mendorong orang ke depan dan mengabaikan orang yang terlalu banyak alasan karena takut berubah.

Ditulis oleh Tunggul Sinaga.

transaktual.com