Sabtu, 25 Mei 2019 | 13:00 WIB

Peras Sejumlah Kepala Sekolah, Mantan Bupati Cianjur Dijerat Dengan Pasal Berlapis

foto

 

Peras Sejumlah Kepala Sekolah, Mantan Bupati Cianjur Dijerat Dengan Pasal Berlapis.

BANDUNG – www.transaktual.com

Peras sejumlah Kepala Sekolah, Irvan Rivano Muchtar dijerat dengan sejumlah pasal yakni Pasal 12 huruf b, Pasal 12 huruf e dan Pasal 11 UU RI No. 31 Tahun 1999 Tentang PTPK (Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi) Sebagaimana telah Diubah dan Ditanbah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU RI No. 31 Tahun 1999 Tentang PTPK jo. Pasal 55 ayat (1) Ke- 1 jo.  Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Dalam sidang perdana hari ini (29/4/2019) dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Daryanto, SH., MH , mantan Bupati Cianjur tersebut didakwa memeras sejumlah Kepala Sekolah sebagai penerima DAK (Dana Alokasi Khusus) berupa Fisik SMP di Kabupaten Cianjur yang bersumber dari APBN. Jumlah uang yang diperasnya sekitar Rp6,9 miliar.

Irvan Rivano tak sendiri. Dia didakwa bersama -sama dengan Cecep Sobandi yang menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Cianjur, Rosidin Kepala Bidang SMP Disdik Cianjur dan Tubagus Cepy Septhiady yang merupakan kakak iparnya.

Dalam hal ini, Irvan terkena pasal penyertaan yaitu telah melakukan, menyuruh melakukan atau turut serta melakukan serangkaian perbuatan sehingga dipandang sebagai perbuatan berlanjut dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum dengan menyalahgunakan kekuasaannya yaitu selaku Bupati Cianjur mempunyai kewenangan antara lain melaksanakan penyelengaraan pemerintahan di Kabupaten Cianjur dengan memaksa seseorang yaitu memaksa para Kepala Sekolah penerima DAK fisik bidang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tahun Anggaran 2018, memberikan sesuatu, membayar, atau menerima pembayaran dengan potongan, atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri yaitu memberikan potongan penerimaan DAK fisik.

Awalnya, selaku Bupati Cianjur, Irvan Rivano mengajukan proposal DAK fisik SMP tahun 2018 ke Kementerian PPPN (Perencanaan Pembangunan Nasional) atau Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) dengan nilai Rp945 miliar. Namun Bappenas menyetujui dengan memberikan dana sebesar Rp48 miliar untuk pembangunan fisik ruang kelas baru, laboratorium, perpustakaan, rehabilitasi ruang belajar dan yang lainnya di 137 SMP di Cianjur.

Dari jumlah tersebut, Irvan Rivano melalui terdakwa lainnya meminta agar para penerima menyisihkan sebesar 7 persen dari dana DAK yang diterima. Para penerima menyetujui dan memberikan kepada Irvan melalui 4 kali pemberian yaitu : 1.Pemberian pertama Rp618.460.000,- ; 2. Pemberian kedua Rp1.495.975.000,- ; 3. Pemberian ketiga Rp2.849.032.500,-dan 4. Pemberian keempat Rp 1.980.392.500,-, seluruhnya berjumlah Rp6.943.860.000 atau setidak-tidaknya sekitar jumlah itu.

(Y CHS/transact).