Rabu, 15 Juli 2020 | 08:56 WIB

Uang Bancakan di PDAM Karawang, Diduga Mengalir ke Oknum di Lembaga Eksekutif, Legislatif, Yudikatif

foto

 

Uang Bancakan di PDAM Karawang, Diduga Mengalir ke Oknum di Lembaga Eksekutif, Legislatif, Yudikatif.

www.transaktual.com

Uang PDAM jadi bancakan oknum internal dan external. Diduga selain uang milik perusahan aset Pemkab digrogoti, oknum bandit itu menjadikan tempat bekerja sanak familinya.

Pemeriksa Polres jangan mau dikibuli para penerima aliran uang PDAM tersebut. Dengan dalih, bendahara harus bisa membuktikan bukti kwitansi penerima. 

Para penerima itu ingin enaknya saja, tetapi begitu diminta pertanggungjawabannya, malah menyudutkan bendahara. Nah bendahara juga, untuk mengeluarkan kepada penerima aliran, setidaknya sudah ada perintah dari atasannya.

Hampir setiap lembaga yang berkompeten, menjadikan oknumnya ingin menggogoti uang dan fasilitas perusahaan yang bergerak di bidang, air bersih tersebut. 

" Kalau melihat bukti uang PDAM yang dikemplang, di lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif oknumnya menerima aliran dana perusahaan tersebut," kata H. Asep Agustian, SH, MH penasehat hukum Novi Bendahara PDAM yang ditersangkakan pemeriksa Polres Karawang.

Para oknum pengemplang yang menerima aliran dana dari clien saya, berusaha buang badan. Dan sadisnya malah mojokan clien saya, dengan beragam dalih.

Para oknum tersebut, benar-benar kaya bandit. Mereka minta clien saya menunjukan bukti tanda terima uang, dan rekomendasi dari atasan clien saya. 

Jika mereka berdalih seperti itu, kata H. Asep Agustian, clien saya juga bisa minta bukti, sekitar rekomendasi guna mengambil aliran dana tersebut. Dicontohkan, ada oknum dewas yang meminta uang ke clien saya dengan alasan uangnya untuk kegiatan.

Nah jika oknum Dewas itu berdalih seperti tersebut, kenapa tidak meminta ke Bendahara diinternal Dewan itu sendiri. Jika oknum Dewan minta duit ke Bendara PDAM, dana yang dikelola kantor Dewas itu sendiri buat apa.?

Seperti diakui terperiksa lainnya, uang PDAM yang sekarang disidik Polres Karawang sebesar Rp 3.9 Milyar. Melalui pemeriksaan tersebut baru mentersangkakan 3 orang. Ketiga tersangkan tersebut yakni, Nv bendahara, TS mantan Dirum dan Yg mantan Dirut.

Sedangkan sederet penerima aliran dana tersebut, statusnya hanya sebatas saksi. Alasanya, karena tidak ada bukti, mengambil uang dari bendara untuk kegiatan.

 

(Jay/transaktual)