Rabu, 27 Mei 2020 | 09:36 WIB

Ketua Umum LSM PI : Setuju Dana Desa dan DAK 2020 Segera Dikucurkan untuk menanggulangi Covid - 19

foto

 

LSM PI : Setuju Dana Desa 2020 Segera Dikucurkan untuk menanggulangi Covid - 19.

 www.transaktual.com

Gonjang ganjing tentang masih berlangsungnya kondisi darurat Virus Covid-19, Pemerintah didesak untuk melakukan kajian serius agar dana desa bisa digunakan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

Wabah Covid-19 perlu antisipasi dan harus ada langkah taktis memutus mata rantai penyebarannya.

“Dana Desa TA 2020 Segeralah Dikucurkan dan Diprioritaskan untuk Menanggulangi Covid - 19, jangan lagi dimanfaatkan yang diluar kepentingan desa, oleh oknum Kades & PemDes yg memperkaya diri maupun kelompok nya” Ujar Ketua Umum Lsm Patriot Indonesia baru baru ini.

“Banyak nya Pemdes yg tidak melaporkan Penerimaan & Pengeluaran Tahap 3 TA 2019 harus menjadi pertimbangan apakah oknum KaDes nya yg harus diganti atau dimasuk kan Sel, atau ditunda Pencairan Dana Desa TA 2020 di Desa yg dipimpin nya ? ujar Ketum LSM PI Jabar yang ditemui TransAktual.

Lebih jauh dikatakan, Banyak nya oknum Kades yg salah dalam menggunakan Dana Desa sehingga muncul berbagai persoalan baru didesa yg dipimpin nya.

Raja raja Kecil tanpa pengawasan :

Untuk memperebutkan jabatan Kades para oknum Calon Kades rela menggelontorkan dana milyaran rupiah, mungkin oknum Kades menyadari dalam 6 thn menjabat dapat memperoleh keuntungan berlipat ganda. Zaman now Kades serta Perangkat Desa sudah mendapat gaji + berbagai tunjangan, belum lagi pemasukan dari Penyewaan TKD, sumbangan CSR dari Perusahaan yg ada disekitar Desa.

"Sebenarnya Dana desa dinilai sangat membantu jika dipergunakan untuk menangani dan menanggulangi virus corona. Ada Rp72 triliun dana yang siap disalurkan ke 74.953 desa di seluruh Indonesia. Dana sebesar itu dipastikan akan tersebar secara merata ke seluruh desa yang ada," sambung Ketum Lsm PI tersebut.

Selama ini, penggunaan dana desa diprioritaskan untuk membiayai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang ditujukan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, peningkatan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan, dan seharusnya, dana desa dipergunakan untuk membangun jalan desa, irigasi tersier, air bersih, BUMDes, dan kegiatan lain yang disepakati oleh warga. Tetapi dalam perjalanannya ada juga Oknum Kades yang memanfaatkan Dana Desa untuk hal yang diluar prosedur.

Namun di tengah pandemi global seperti saat ini, katanya, sebaiknya pemerintah mengeluarkan kebijakan agar dana desa bisa dimanfaatkan untuk memerangi wabah virus corona.

“Beberapa waktu lalu, Menteri Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri juga sudah meminta agar DAK Fisik 2020 juga dihentikan pelaksanaannya untuk aksi cepat penaggulangan dan pencegahan Covid-19” ujar Ketum Lsm PI tersebut.

“Kalau ini dilakukan, tidak hanya social distancing, kebijakan lain yang lebih ekstrimpun bisa diambil pemerintah. Pemerintah tidak perlu khawatir dengan biaya hidup warga di desa. Mereka bisa menggunakan dana desa untuk memenuhi kebutuhan selama periode karantina atau sejenisnya tersebut," tutur Darwis,S, Ketum Lsm Patriot Indonesia..

Penting dipikirkan adalah prosedur pembagian dan akuntabilitas penggunaan dananya. Mekanisme itu perlu segera dibuat pemerintah. Dengan begitu, para kepala daerah dan kepala desa memiliki acuan dan panduan dalam mengelola dana desa tersebut.

Terkait mereka yang ada di kelurahan, pemerintah juga bisa menekankan agar dana kelurahan bisa diperuntukkan untuk tujuan yang sama. Pada pembahasan APBN 2020, menteri keuangan menjelaskan ada Rp 3 triliun dana yang akan dibagi ke 8.212 kelurahan di seluruh Indonesia.

"Yang penting kebijakannya dulu dirumuskan. Setelah itu, segera dilaksanakan. Ini sudah mendesak. Perlu langkah tegas, cepat, dan akurat dalam menangani covid-19 ini," tandas Ketua Umum Lsm PI, Darwis S kepada transaktual online.

(transakt).