Minggu, 5 Juli 2020 | 10:05 WIB

Rapid Test Corona di Stadion Si Jalak Harupat Bandung, Juga Bekasi Ditunda, Warga Kecewa Berat

foto

 

Kadinkes Jabar, Berli Hamdani. (IDN Times/Bagus F)

www.transaktual.com

Terkendala Penyediaan Alat, Rapid Test Corona di Bandung Ditunda. Rapid Test atau Tes Cepat dan Masif Covid-19, yang menurut rencana dapat dilakukan warga di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, pada Rabu (25/3/2020) ini ditunda.

Penundaan karena terkendala penyediaan alat tes yang belum siap. Sejak Rabu pagi (25/3/2020) sejumlah warga datang ke Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Mereka ingin ikut tes cepat covid 19 yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun, menurut Petugas Penjaga Stadion belum ada tanda-tanda dari kedatangan petugas medis di Stadion termasuk peralatan tes.

Tes cepat mulai dilakukan di sejumlah kota di Jawa Barat. Di Bandung, Jawa Barat, tes cepat dilakukan di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung. Dalam tes cepat pertama di kota Bandung ini Pemerintah kota mendistribusikan 200 tes kit, untuk dipergunakan oleh pihak RSHS Kota Bandung.

Tes cepat diprioritaskan bagi warga masyarakat golongan A, yakni mereka adalah orang dalam pemantauan, pasien dalam pengawasan, serta tenaga kesehatan yang bersinggungan langsung dengan orang-orang yang terduga atau telah positif dinyatakan terjangkit covid 19.

Sementara itu tes cepat yang sedianya akan dilakukan di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Jawa Barat, ditunda. Warga yang belum tahu masih terus mendatangi Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Jawa Barat. Padahal di lokasi hanya ada personel TNI yang berjaga jaga di area Stadion. Terdapat tiga golongan masyarakat yang berhak melakukan rapid tes atau tes cepat menurut Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Yakni golongan A, yang merupakan ODP, PDP, dan tenaga medis yang menangani pasien corona.

Golongan B, yang merupakan tenaga medis umum, masyarakat dengan interaksi sosial sangat tinggi.

Dan terakhir, golongan C yang merupakan masyarakat yang mengalami gejala-gejala serupa gejala covid-19, namun mereka harus mendapatkan rujukan dari instansi kesehatan untuk dapat melakukan tes ini.

Dari pemantauan rekan rekan dari Tim Kompastv di lokasi Stadion Si Jalak Harupat Bandung, Jawa Barat, beberapa warga yang hendak memeriksa kondisi kesehatan merasa kecewa karena telah datang ke lokasi dan berharap dapat menjalani tes cepat pada hari ini . Tidak hanya itu, salah seorang warga yang berprofesi sebagai petugas medis mengaku kecewa karena informasi pendaftaran tes cepat, masih simpang siur.

Dirinya pun ingin memeriksa kondisi kesehatan tubuhnya, karena profesinya sebagai petugas medis yang langsung berhadapan dengan pasien covid-19.

Juga Rencana Rapid Test Corona di Stadion Patriot Bekasi Ditunda.

Pemerintah Kota Bekasi menunda tes massal dan cepat atau rapid test terkait virus Corona jenis baru atau Covid-19. Semula kegiatan tersebut direncanakan berlangsung pada Selasa (24/3/2020) di Stadion Patriot Candrabhaga.

Pemerintah Kota Bekasi menunda tes massal dan cepat atau rapid test terkait virus Corona jenis baru atau Covid-19. Semula kegiatan tersebut direncanakan berlangsung pada Selasa (24/3/2020) di Stadion Patriot Candrabhaga.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Bekasi Tri Ardhianto melalui video yang diunggah akun Instagram pribadinya @mastriardhianto pada Senin (23/3/2020) malam. “Rapid test corona itu untuk sementara waktu ditunda pelaksanaannya sambil menunggu yang pertama adalah kesiapan alat dan juga terkait dengan metode yang terus kita lakukan evaluasi prosesnya agar tidak terjadi pengumpulan massa,” kata Tri.

Tri menyebutkan pihaknya telah menyiapkan opsi alternatif yaitu pemeriksaan akan dilakukan dari rumah ke rumah atau door to door. Tri menjelaskan bahwa rapid test akan dilakukan terhadap orang yang masuk dalam kriteria sebagai berikut:

1. Orang dalam pemantauan (ODP) beserta 50 orang terdekat yang memiliki riwayat interaksi.

2. Pasien dalam pemantauan (PDP) beserta 50 orang terdekat yang memiliki riwayat interaksi.

3. Sebanyak 50 orang terdekat pasien positif Covid-19 yang pernah berinteraksi.

4. Seluruh tenaga medis yang menangani pasien Covid-19

5. Profesi yang sering berinteraksi dengan masyarakat seperti pemuka agama, lurah, camat, dan lain-lain.

“Untuk warga yang merasa bagian kategori tersebut dan ada gejala bisa melaporkan diri ke Puskesmas terdekat atau Dinas Kesehatan Kota Bekasi untuk bisa dapat rujukan dan daftar rapid test ini,” ujar Tri.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan bahwa pihaknya menyediakan tiga tempat untuk pelaksanaan rapid test Covid-19 di provinsi yang dia pimpin, antara lain Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Stadion Pakansari Bogor, dan Stadion Si Jalak Harupat Bandung.

Persiapan Kurang, Rapid Test Corona Golongan B dan C di Jabar Ditunda.

Saat ini kategori A yang dilakukan tes cepat

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) memutuskan menunda tes cepat corona atau rapid test untuk golongan B dan C. Penundaan diakibatkan sejumlah persiapan dan pendaftaran warga yang belum optimal.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat hanya melakukan tes cepat corona untuk golongan A yang di mulai pada Rabu(25/3).  

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat Berli Hamdani mengatakan, tes cepat memang masih dilakukan sesuai jadwal. Hanya saja itu dilakukan untuk kategori A yang berjalan secara door to door, atau di rumah sakit terdekat yang menjadi rujukan pemerintah.

"Sesuai gubernur ini tetap ada drive thru (cara tes cepatnya), tapi pelaksanaannya ini tidak besok," ujar Berli di Gedung Pakuan pada, Selasa (24/3) sore.

1. Kemungkinan mundur beberapa hari.

Berli mengatakan, rapid test dengan sistem drive thru yang rencananya dilakukan di sejumlah stadion seperti Si Jalak Harupat dan Stadion Patriot, akan mundur dalam beberapa hari. Sedangkan untuk tes yang mendatangi ke rumah dan di fasilitas kesehatan tetap berjalan sesuai program.

"Diundur (di Bekasi dan Depok) termasuk di daerah yang sudah ditentukan (Bogor dan Kabupaten Bandung)," papar Berli.

2. Sistem pendaftaran kategori B dan C belum optimal

Untuk rapid test drive thru hanya akan dilakukan kategori B dan C. Kategori B merupakan mereka yang bekerja sebagai tenaga kesehatan di fasilitas umum seperti puskemas dan klinik. Kemudian para pekerja di mana profesi mereka mengharuskan untuk bertemu banyak orang atau melakukan interaksi sosial dengan siapa pun.

Misalnya Babinsa, Babinkamtimbas, pedagang pasar tradisional, para ulama, pejabat publik, petugas bandara, hingga petugas imigrasi. Mereka masuk kategori B yang akan menggunakan drive thru.

Kemudian untuk ketegori C adalah mereka warga Jabar yang merasa sakit dan kondisinya mirip dengan terpapar virus corona. Untuk meyakinkan itu mereka bisa mencoba daftar agar mendapatkan pelayanan tes masif ini.

"Kedua kategori ini mundur karena masih diperlukan pendaftaran baik yang secara manual maupun dengan sistem," ujar Berli.

3. Sistem di aplikasi PIKOBAR belum rampung.

Aplikasi Pikobar.

Untuk masyarakat yang masuk dalam kategori B dan C, tidak bisa langsung datang ke tempat drive thru untuk melakukan pengetesan ini. Karena jumlah alatnya masih terbatas maka masyarakat harus mendaftar terlebih dahulu lewat aplikasi PIKOBAR.

Lewat aplikasi ini akan ada proses verifikasi. Ketika dianggap memang masuk dalam kategori ini maka akan ada surat penjadwalan untuk tes drive thru.

Tes ini pun akan dilakukan semaksimal mungkin dalam meminimalisir penyebaran di mana jarak kendaraan saat tes cukup jauh dan setelah tes harus langsung pulang. Hasil tes bakal dikirim secara daring.

Meski demikian, Berli memastikan bahwa aplikasi ini belum final untuk digunakan sebagai tempat pendaftaran. Ketika semua sudah selesai maka aplikasi ini akan sangat membantu.

"Semua sama, jadi nanti akan lewat PIKOBAR. Tapi lewat pikobar belum final," pungkasnya.

(berbagai sumber/transakt)