Selasa, 31 Maret 2020 | 19:32 WIB

Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Tengah Gelar Sosialisasi Program Sembako & SIKS-NG Tahun 2020

foto

 

Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Tengah Gelar Sosialisasi Program Sembako & SIKS-NG Tahun 2020.

"TRANS AKTUAL"- PANDAN |

Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) menggelar Sosialisasi Program Sembako dan SIKS-NG Tapteng Tahun 2020 di Gedung Pertemuan Panca Prima, Jl. Sutan Singengu, Pandan, Selasa (11/02/2020) sore.

Acara ini dibuka oleh Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani diwakili Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesmas Freddy L. Situmeang, S.Sos, M.Kes didampingi Kepala Dinas (Kadis) Sosial Tapteng Parulian Sojuangon Panggabean, SE, M.Si.

Selanjutnya, Sambutan Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani dibacakan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesmas Freddy L. Situmeang, S.Sos, M.Kes.

"Tahun 2020 ini awal pelaksanaan Program Sembako yang merupakan perluasan dari Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dimana indeks bantuan ditingkatkan dan jenis komoditas yang dapat dibeli oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

KPM diperluas, tidak hanya berupa beras dan telur, seperti Program BPNT," kata Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani dibacakan oleh Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesmas Freddy L. Situmeang, S.Sos, M.Kes.

Dijelaskannya, kuota Program Sembako naik menjadi 150.000/bulan. Ada penambahan 40.000 dari program BPNT yang kuotanya 110.000 sesuaI peraturan.

"Dialokasikan untuk membeli beberapa bahan makanan, seperti daging, ayam, ikan, sayur-sayuran, dan protein nabati. Penambahan Bansos ini memberikan kesempatan bagi masyarakat berpendapatan rendah untuk membeli bahan pangan lebih bervariasi," paparnya.

"Sistem Program Sembako sama dengan program bantuan sosial pangan dalam bentuk non tunai dari Pemerintah yang diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Setiap bulan, melalui mekanisme akun elektronik di /KLOe-warong yang bekerja sama dengan bank himbara (BRI) dan suplier, baik Badan Usaha Milik Negara, maupun badan-badan usaha swasta," pungkasnya.

Bupati Tapanuli Tengah mengingatkan kembali bahwa Indikator utama ketepatan penyaluran dengan kriteria 6 T, yaitu : tepat sasaran, jumlah, waktu, kualitas, harga, dan administrasi.

"Untuk itu, saya harapkan partisipasi dan pengawasan dari semua pihak termasuk dinas-dinas terkait, Camat, Kepala Desa, Lurah, pihak e-Warung, dan TKSK untuk mengawasi penerima manfaat Program Sembako ini harus tepat sasaran dan tepat pelaksanaan," harap Bupati Tapanuli Tengah.

Ditambahkannya, kuota Penerima Program Sembako di Kabupaten Tapanuli Tengah yang ditetapkan oleh Pemerintah sebanyak 23.367 KPM. Sedangkan jumlah penerima aktif saat ini masih 20.755 KPM, masih kurang dari kuota yang ditetapkan. Untuk ini, saya harapkan partisipasi aktif dari desa/kelurahan untuk mengusulkan keluarga penerima manfaat program sembako dari keluarga miskin melalui alur yang telah ditetapkan oleh Pemerintah, serta mengevaluasi rumah tangga yang sudah mampu untuk dapat dicoret sebagai penerima bantuan ini.

"Saya berharap program Pemerintah ini dapat terlaksana dengan baik di Kabupaten Tapanuli Tengah dan seluruh unsur elemen yang terlibat dalam pelaksanaan program ini harus dapat berperan aktif dan bersinergis dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan," tuturnya.

Kepala Dinas (Kadis) Sosial Tapteng Parulian Sojuangon Panggabean, SE, M.Si menyampaikan untuk tahun 2020 terjadi perubahan nomenklatur yang dulu kita ketahui Beras Sejahtera atau Rastra yang berubah sistem pembayaran elektronik yang namanya BPNT, yaitu Bantuan Pangan Non Tunai, selanjutnya, untuk tahun ini berubah menjadi Program Sembako. Perbedaan BPNT dengan Program Sembako adalah peningkatan jumlah uang yang diberikan kepada KPM sebesar Rp. 150.000 dari Rp. 110.000 dengan kenaikan Rp. 40.000. Ada penambahan komponen 1 kg kacang hijau.

"Masyarakat sudah terisi otomatis masing-masing di Kartu Kombo sebesar Rp 150.000 yang akan ditukarkan di e-Warung yang sudah kita bentuk sebanyak 107 e-Warung yang ada di Tapteng. Harapan kita, masyarakat penerima program ini sebaik mungkin menggunakannya karena di situ sudah ada karbohidratnya, proteinnya juga sudah ada. Pergunakan sebaik mungkin Sembako yang diberikan Pemerintah dan kepada e-Warung sesuai dengan komponen yang ditentukan itulah yang diberikan kepada KPM," kata Kadis Sosial Tapteng Parulian Sojuangon Panggabean, SE, M.Si.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Perwakilan Kepolisian, Perwakilan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, Pimpinan Cabang BRI Sibolga, Kepala Bulog Sibolga, dan e-Warung/Agen Brilink Tapteng.

 "HORAS M.Htg"/transakt