Kamis, 27 Februari 2020 | 18:04 WIB

Hebat,...Meski Banyak Masalah, Direksi PDAM Tirtawening Diperpanjang

foto

 

Hebat,...Meski Banyak Masalah, Direksi PDAM Tirtawening Diperpanjang.

www.transaktual.com

Sedikitnya ada dua masalah besar yang belum tuntas di era direksi lama ini, yakni anjloknya pasokan air bersih di setiap puncak musim kemarau dan proyek mangkrak Insatalasi Pengolahan Air (IPA) Cilakong senilai Rp 63 miliar.

Jajaran direksi lama yang diperpanjang adalah Sonny Salimi sebagai Direktur Utama, Trisna Gumilar sebagai Direktur Umum, serta Novera Deliyasma sebagai Direktur Air Limbah.

Jabatan Direktur Air Minum masih kosong dan bakal diisi lewat mekanisme lelang terbuka. Masalah anjloknya pasokan air bersih, yang membuat ribuan pelanggan PDAM kelimpungan mencari sumber pengganti, selalu berulang setiap tahun.

Dalam beberapa pekan atau bahkan bulan selama musim kemarau di tahun 2019, misalnya, warga dipaksa menerima kebijakan penggiliran pengucuran air. Di beberapa daerah, warga pelanggan PDAM bahkan betul-betul tidak mendapatkan layanan dalam hitungan bulan.

Masalah besar lain yang belum tuntas adalah proyek pembangunan IPA Cikalong yang dimulai pada 2017 ketika jabatan wali kota masih dipegang oleh Ridwan Kamil.

Dalam dokumen Lelang Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), diketaui pemenang tender adalah PT Karaga Indonusa Pratama yang beralamat di Jakarta Utara. Penandatanganan kontrak senilai Rp 63 miliar dilakukan pada 8 Januari 2018.

Selang setahun kemudian, tepatnya Februari 2019, PDAM Tirtawening memutus kontrak akibat pemenang tender dinilai wanprestasi. Pengerjaan proyek yang digadang-gadang bisa melayani 70 ribu pelanggan baru di kawasan selatan Kota Bandung tersebut mencapai 77 persen.

PDAM berencana segera melanjutkan proyek lewat tender baru, namun belum terlaksana hingga akhir tahun 2019 lalu.

“PDAM, bersama dengan PD Pasar, memang BUMD yang sarat masalah. Saya membaca perpanjangan jajaran direksi lama ini sebagai kesempatan terakhir yang diberikan Wali Kota untuk membereskan masalah-masalah yang ada. Jangan pergi dulu sebelum masalah beres, kira-kira seperti itu,” kata Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Bandung Nenden Sukaesih, Jumat, 3 Januari 2020 siang.

Melihat kebijakan ini secara positiif, Nenden berharap agar direksi PDAM bekerja lebih keras lagi di tahun-tahun mendatang untuk menuntaskan dua masalah besar yang membelit PDAM.

Anjloknya pasokan setiap musim kemarau yang jelas merugikan pelanggan harus segera diantisipasi. Selain perbaikan kawasan hulu yang membutuhkan waktu panjang, ia mendorong PDAM untuk serius juga mengatasi tingkat kebocoran air yang relatif masih tinggi.

Proyek IPA Cikalong juga menuntut penuntasan secara menyeluruh. Sebagai tahap awal dari pembangunan jaringan distribusi air baku senilai ratusan miliar Rupiah, proyek instalasi ini menjadi kunci keberhasilan penambahan pelanggan baru PDAM.

Penambahan pelanggan baru berarti perbaikan layanan air bersih bagi warga Bandung yang mulai dihadapkan secara nyata pada ancaman krisis air. 

“DPRD terus mengawal penuntasan proyek IPA Cikalong ini. Harus tuntas, harus dibuka seterang-terangnya agar masalah tidak melebar ke mana-mana,” ucap Nenden.

Selain memutus kontrak PT Karaga Indonusa Pratama, PDAM juga mengajukan perusahaan tersebut dalam daftar hitam (black list). Setelah mengecek laman inaproc yang dikelola oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan tidak menemukan nama PT Karaga Indonusa Pratama dalam daftar hitam aktif.

PDAM Fokus di Air Baku.

Penandatanganan kontrak perpanjangan jajaran direksi PDAM Tirtawening dilangsungkan di Pendopo Kota Bandung, Senin, 30 Desember 2019 lalu. Oded M. Danial menekankan pentingnya pembangunan terkait pengadaan air baku. Ia mendorong direksi bekerja keras mencari solusi. Salah satu alternatif yang Oded tawarkan adalah pemanfaatan seke atau mata air di 40 aliran sungai yang melintasi kota. 

“Ini (persoalan air baku) tidak sederhana karnea kita tidak punya (sumber) air baku. Karena (air baku) kita dari Kabupaten Bandung, dan dari Situ Cipanunjang juga sama tergantung air hujan. Saya minta semua pejabat struktural agar air baku bisa ditingkatkan,” kata Oded sebagaimana termuat dalam rilis Humas Pemkot Bandung.

Direktur Utama PDAM Tirtawening Sonny Salimi menekankan pentingya upaya bersama yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan terkait penjaminan ketersediaan air baku bagi warga Kota Bandung.

Kerja bersama ini mensyaratkan koordinasi yang kuat di antara pemerintah kota dan kabupaten di Bandung Raya. “Harus ada upaya panjang dan konsisten. Bandung kan cekungan dan posisi kita ada di tengah, sementara atasnya di utara atau selatan itu kabupaten. Harus ada sinergi bagaimana mengelola lingkungan dengan baik. Aliran sungai kan tidak mengenal administrasi,” katanya.

(pr/transakt)