Kamis, 17 Oktober 2019 | 05:32 WIB

Harta Kekayaan Bupati Lampung Utara yang Terjaring OTT KPK

foto

 

Harta Kekayaan Bupati Lampung Utara yang Terjaring OTT KPK.

www.transaktual.com

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar kegiatan penindakan di lapangan atau Operasi Tangkap Tangan (OTT). Salah satu yang diamankan adalah Bupati Lampung Utara (Lampung) Agung Ilmu Mangkunegaa.

Agung yang terjaring KPK pada Minggu (6/10/2019) malam itu diketahui mempunyai harta kekayaannya sebesar Rp 2,3 miliar. 

Berdasarkan laman e-LHKPN KPK, Agung terakhir menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 2018.

Agung diketahui mempunyai harta kekayaannya sebanyak Rp 2.365.215.981,00. Hartamya diantaranya 4 bidang tanah di Bandar Lampung diperkirakan mencapai Rp 1.100.000.000,00.

Agung diketahui mempunyai sejumlah kendaraan, diantarnya mobil Toyota Fortuner tahun 2017, Toyota Avanza tahun 2010, dan motor Yamaha Mio Soul tahun 2012, total nilainya diperkirakan Rp 557.000.000,00.

Agung diketahui meikiki harta lainnya sebesar Rp 307.500.00,00, selanjutnya dirinya juga mempunyai  kas atau setara kas senilai Rp 400.715.981,00. Agung diketahui terakhir kalinya menyerahkan Laporan LHKPN nya  pada 2 April 2019/Periodik 2018.

Berdasarkan pantauan wartawan dari lokasi, hingga Senin pagi ini pukul 09:00 EIb tampak terlihat belum ada tanda-tanda kedatangan sejumlah pihak yang terjaring OTT KPK di wilayah Kabupaten Lampung Utara.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan di Jakarta menjelaskan bahwa menurut rencana konferensi pers terkait OTT KPK akan digelar hari ini.

“Dijadwalkan konferensi pers digelar hari ini di Gedung KPK Jakarta” kata Febri Diansyah kepada wartawan di Jakarta, Senin (7/10/2019).

Bupati Lampung Utara Kena OTT, Mendagri Ingatkan Soal Sumpah Jabatan.

Mendagri Tjahjo Kumolo angkat bicara perihal Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK. Tjahjo mengingatkan semua pihak untuk hati-hati dalam menjalankan sistem dan taat terhadap regulasi.

"Sebenernya sistem tata kelola semua jalan. Area rawan korupsi sudah sejak awal kami sampaikan, perencanaan anggaran, masalah proyek, masalah dana hibah, dana bansos, jual beli jabatan, masalah pembelian barang dan jasa, ini hati-hati," kata Tjahjo di Graha Pengayoman Kemenkum HAM, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (7/10/2019).

Tjahjo mengatakan Kepala Daerah yang dilantik sudah diarahkan untuk dialog dengan KPK. Bahkan menurutnya, di setiap Pemda sudah ada biro hukum dan Kanwil hukum untuk berkoordinasi dengan kepala daerah. Dia menyebut, kalau itu ditaati seharusnya tidak ada OTT.

"Kepala daerah yang sudah dilantik pun kami bawa ke KPK, dialog dengan KPK. Di masing-masing Pemda juga ada bagian hukumnya ada, ada biro hukumnya supaya setiap pengambilan kebijakan politik pembangunan seorang kepala daerah, wakil dan DPRD itu pasti harus sinkron, atau kanwil kumhamnya. Kalau ini dijalankan dengan baik saya yakin tidak akan ada OTT," ucap Tjahjo.

Namun dia menyebut area seperti perencanaan anggaran, proyek, dan dana hibah serta bansos memang rawan terhadap korupsi. Karena itu, Tjahjo berharap seluruh jajaran untuk tetap saling mengingatkan.

"Jadi mari kita saling mengingatkan. Saya juga bisa salah. Kalau saling mengingatkan kan baik. Hati-hati aturannya, karena bisa kesalahan karena terima sesuatu, karena kebijakan yang salah juga. Kalau itu semua harusnya paham. Janji sumpah jabatan, ada juga, sekarang masih terus," tuturnya.

"Apalagi Kemendagri sebagai kementerian regulasi. Ada aspek regulasi yang harus ditaati mulai menteri sampai kepala desa, aspek pembinaan secara umum, mengingatkan di antara kita," sambung Tjahjo.

Profil Bupati Lampung Utara yang Kena OTT KPK : Kader Muda dari Nasdem.

Bupati Lampung Utara, Agung Ilmu Mangkunegara, terkena operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Begini profil Bupati Lampung Utara itu. 

Dilansir situs Pemerintah Kabupaten Lampung Utara, Senin (7/10/2019), Agung lahir di Kotabumi, Lampung Utara pada 17 Agustus 1982. Dia merupakan putra dari mantan Bupati Way Kanan, Tamanuri.

Sebelum terpilih menjadi bupati, Agung mejabat sebagai Camat Tanjung Senang, Kota Bandar Lampung. Kemudian, dia terjun di pemerintahan menjadi Sekretaris Lurah Blambangan Umpu, Kabupaten Way kanan, Lampung.

Setelahnya, Agung mengikuti kontesasi Pilkada Lampung Utara pada 2013 silam. Ia memperoleh suara terbanyak dengan 162.427 suara (49,19 persen), sementara lawannya, ZA hanya memperoleh 127.163 (38,51 persen) dan M. Yusrizal mendapatkan 34.778 suara (10,53 persen). 

Agung pun ditetapkan sebagai Bupati Kabupaten Lampung Utara periode 2014-2019, dimulai saat usianya 32 tahun alias masih muda.

(KBRN/transakt)