Sabtu, 21 Sepember 2019 | 22:08 WIB

Polres Tapteng Gelat Apel Pasukan Ops Kepolisian Mandiri Kewilayahan Patuh Toba 2019

foto

 

Polres Tapteng Gelat Apel Pasukan Ops Kepolisian Mandiri Kewilayahan Patuh Toba 2019.

PANDAN – www.transaktual.com

Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) menggelar Apel Pasukan Ops Kepolisian Mandiri Kewilayahan Patuh Toba 2019 di Lapangan Mapolres Tapteng, Kamis (29/08/2019). Kapolres Tapteng bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada acara itu. Apel Pasukan Ops Patuh Toba 2019 ini untuk meningkatkan kesadaran dan keparuhan masyarakat terhadap hukum dan perundang-undangan lalu lintas di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Kab. Tapteng).

Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Agus Andrianto dalam sambutannya yang dibacakan Kapolres Tapteng AKBP Sukamat mengatakan bahwa permasalahan bidang lalu lintas di Sumut dewasa ini telah berkembang dengan cepat dan dinamis. Hal ini sebagai konsekuensi dari meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dan populasi penduduk, dan tidak sebanding dengan perkembangan jumlah dan pembangunan infrastruktur jalan yang ada.

Disamping itu, perkembangan transportasi telah menginjak era digital dimana operasional order angkutan publik sudah berada dalam genggaman (cukup menggunakan handphone). Modernisasi ini perlu diikuti dengan inovasi dan kinerja Polri, khususnya Polantas sehingga mampu mengantisipasi segera dampak yang akan timbul dari modernisasi transportasi.

“Dalam rangka peningkatan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran berlalu lintas, serta kepatuhan hukum masyarakat terhadap hukum dan perundang-undangan lalu lintas, Polda Sumatera Utara beserta jajaran menggelar Operasi Kepolisian Kewilayahan Patuh Toba 2019 selama 14 hari terhitung mulai tanggal 29 Agustus sampai dengan 11 September 2019,” kata Kapolda Sumut yang dibacakan Kapolres Tapteng.

Disebutkan Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto, pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2019 ini menekankan 8 prioritas pelanggaran, yaitu menggunakan Hanphone saat berkendara, mengemudi dalam keadaan mabuk atau mengkonsumsi narkoba, tidak menggunakan Helm SNI; mengendarai diluar batas kecepatan; pengendara melawan arus saat mengemudi;  pengendara mengemudi dibawah umur; pengemudi tidak menggunakan sabuk pengaman atau safety belt saat mengemudi, kendaraan pribadi menggunakan lampu rotator atau strobo.
Berdasarkan data Operasi Patuh Toba 2018, jumlah kecelakaan lalu lintas sebanyak 72 kejadian, mengalami trend penurunan 18,18% dengan selisih 16 kejadian, dibandiingkan dengan Operasi Patuh Toba 2017 sebanyak 88 kejadian. Selanjutnya, jumlah korban meninggal dunia pada Operasi Patuh Toba Tahun 2018 sebanyak 34 orang, mengalami trend peningkatan 6,25% dengan selisih 2 orang dibandingkan dengan Operasi Patuh Toba 2017 sebanyak 32 orang. Jumlah korban luka berat pada Operasi Patuh Toba 2018 sebanyak 27 orang, mengalami trend peningkatan 28,57% dengan selisih 6 orang dibanding Operasi Patuh Toba 2017 yaitu 21 orang.

Adapun jumlah kerugian materil pada Operasi Patuh Toba 2018 sebesar Rp.385.450.000 mengalami trend kenaikan 88,715 dengan selisih Rp.181.200.000, dibandingkan dengan kerugian materil pada Operasi Patuh Toba 2017 sebesar Rp.204.250.000. Jumlah pelanggaran lalu lintas pada Operasi Patuh Toba 2018 berupa tilang dan tegoran sebanyak 43.210 mengalami trend kenaikan 58,17% dengan selisih 15.891 dibandingkan dengan pelanggaran lalu lintas pada Operasi Patuh Toba Tahun 2017 tilang dan teguran sebanyak 27.319.

Secara umum dari hasil analisa dan evaluasi tersebut diatas, bahwa dominasi pelanggaran yang terjadi adalah pelanggaran kelengkapan surat-surat kendaraan, penggunaan Safety Belt, tidak menggunakan Helm SNI, dan pelanggaran terhadap rambu-rambu/marka jalan. Untuk itu, operasi ini mengedepankan tindakan preventif dan represif yang diharapkan mampu mengendalikan, mengatasi, dan mengurai kemacetan dan semrawutnya lalu lintas sehingga dapat miminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas dan fatalitas terhadap korban. Kehadiran anggota Polantas di lapangan sebagai bagian dari pelayanan Kamseltibcarlantas bagi masyarakat pengguna jalan.

“Utamakan faktor keamanan dan keselamatan dengan mempedomani standar operasional prosedur yang ada, hindari tindakan pungli, laksanakan operasi ini dengan simpatik dan humanis 3 s (sabar, sopan, dan senyum ) sesuai proseduralnya. Lakukan tugas dengan baik tanpa menimbulkan komplain dari masyarakat yang dapat menurunkan citra Polri. Jadilah teladan dalam berlalu lintas untuk memberikan contoh yang baik dan benar kepada masyarakat,” kata Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto yang dibacakan oleh Kapolres Tapteng AKBP Sukamat.

Pada Apel Gelar Pasukan Ops Patuh Toba 2019 itu, Kapolres Tapteng AKBP Sukamat menyematkan Pita sebagai tanda Satuan Tugas.

Acara Apel ini turut dihadiri Danlanal Sibolga, DanSatradar 234 TT, mewakili Dandim 0211/TT, mewakili Dandenpom 1/2 Sibolga, Jajaran Polres Tapteng, Basarnas, Kepala Dinas Perhubungan Kab. Tapteng dan jajarannya, BPBD Kab. Tapteng, Satpol PP Kab. Tapteng meliputi Bidang Satpol PP dan Bidang Damkar, dan Dinas Kesehatan Kab. Tapteng.

"HORAS M.Hrg"/transakt.