Selasa, 20 Agustus 2019 | 03:53 WIB

KPK Tetapkan Sekda Jabar Iwa Karniwa Sebagai Tersangka Kasus Meikarta, Sekda diganti Daud Achmad

foto

 

KPK Tetapkan Sekda Jabar Iwa Karniwa Sebagai Tersangka Kasus Meikarta.

www.transaktual.com

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Sekda Jabar Iwa Karniwa sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi pengurusan perizinan pembangunan mega proyek Lippo Group, Meikarta, di Cikarang, Jawa Barat, Senin (29/7/2019).

Selain Iwa, KPK juga menetapkan tersangka lain, Bartholomeus Toto yang menjabat sebagai mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang.

“Sejak 10 Juli 2019 KPK melakukan penyidikan dengan dua orang sebagai tersangka yaitu Iwa Karnia dan Bartholomeus Toto,” ujar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam jumpa pers di gedung KPK, Jakarta, Senin (29/7/2019).

Iwa ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan suap terkait dengan Pembahasan Substansi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Detail tata Ruang Kabupaten Bekasi Tahun 2017.

Sebelumnya nama Sekertaris Daerah Jawa Barat, Iwa Karniwa mencuat di kasus proyek Meikarta. Berdasarkan fakta persidangan, Iwa Karniwa disebut menerima uang Rp 1 miliar dari PT Lippo melalui Kabid Penataan Ruang Dinas PUPR Pemkab Bekasi, Neneng Rahmi Nurlaili serta Sekdis Pemuda dan Olahraga Pemkab Bekasi, Hendry Lincoln.

Sementara Bortholomeus diduga terlibat dalam perkara dugaan suap terkait dengan pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi.

Saut mengatakan Iwa diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 junctyo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Jadi Tersangka, Sekda Jabar: Saya Akan Kooperatif Bantu KPK.  

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Iwa Karniwa, memberikan keterangan resminya terkait penetapan status tersangka dirinya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan suap kasus Meikarta.  Dalam keterangan tertulis yang diterima awak media, Selasa (30/7/2019), Iwa mengatakan dirinya akan kooperatif mengikuti seluruh proses hukum yang berlaku. Iwa juga mengatakan akan berkomitmen mendukung upaya KPK mengungkap kasus pemberantasan korupsi ini lebih jauh. Berikut keterangan resmi Iwa Karniwa selengkapnya :

Bismillah,

Atas penetapan status tersangka pada saya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, saya menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum yang berjalan. Saya akan menaati, mengikuti serta bersikap kooperatif sebagai bentuk tanggungjawab saya untuk turut membantu KPK dalam upaya pemberantasan korupsi. 

Saya menghormati penetapan ini sebagai proses saya memperoleh keadilan dan kebenaran di mata hukum.

Terima kasih banyak

Ttd Iwa Karniwa

Sebagaimana diketahui, KPK menetapkan IWK alias Iwa Karniwa sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait dengan Pembahasan Substansi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Detail tata Ruang Kabupaten Bekasi Tahun 2017 dalam konferensi pers yang berlangsung di Jakarta, Senin (29/7/2019) malam. 

Dirinya diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.  Adapun pelanggaran yang didugakan pada dirinya adalah meminta uang guna mengesahkan RDTR terkait pengajuan izin peruntukan penggunaan tanah (IPPT) guna pembangunan proyek Meikarta.

Daud Achmad Ditunjuk Jadi Plh Sekda Jabar.   

Asisten Pemerintahan, Hukum, dan Kesejahteraan Sosial Setda Jawa Barat (Jabar) Daud Achmad ditunjuk oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil untuk menduduki jabatan Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar. Hal tersebut menyusul kasus dugaan suap yang menimpa Sekda Jabar Iwa Karniwa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Urusan administrasi dan pembangunan akan didelegasikan pada Daud Achmad selaku asisten pemerintahan sampai waktu definitif yang nanti kami konsultasikan lagi ke Kemendagri," ungkap Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil dalam jumpa pers di Gedung Sate, Selasa (30/7/2019).

Emil memastikan pemberhentian sementara Iwa Karniwa tidak akan mengganggu kelancaran pemerintahan di Jabar. "Saya pastikan kelancaran pemerintahan di Jabar tidak terganggu. Kami sudah tunjuk hari ini, sehingga rapat anggaran dan agenda yang sifatnya butuh atensi sudah didelegasikan dengan baik," paparnya.  Sementara itu, Daud Achmad menegaskan, status kepegawaian Iwa saat ini masih sebagai aparatur sipil negara (ASN) Jabar. Hanya, Iwa dikatakan bakal menjalankan cuti besar selama tiga bulan mulai 30 Juli untuk berfokus menghadapi kasusnya saat ini. 

"Jadi mulai hari ini Pak Iwa minta cuti, untuk berkonsentrasi pada masalahnya. Pak Gubernur memutuskan saya jadi plh sekda. Jadi Pak Iwa bukan non aktif. Non aktif itu kalau ditahan," jelas Daud. Untuk itu, Daud mengatakan, Iwa masih berhak menerima sejumlah haknya sebagai sekda karena cuti yang diajukan bukanlah cuti di luar tanggungan negara. 

Daud saat ini masih tetap memegang posisinya sebagai Asisten daerah bidang Pemerintahan, Hukum dan Kesejahteraan Rakyat Setda Pemprov Jabar. Dia mengatakan akan tetap berkantor di ruangannya saat ini.  "Ruangan masih di saya. Kan sekda masih ada, beda sama penjabat bupati. (Kalau) bupati tidak ada, ya saya di ruang bupati," katanya.

(Fira Nursyabani/transakt)