Kamis, 17 Oktober 2019 | 06:33 WIB

Diduga Tersandung Bisnis Garam, Pjs Dirut PD Pasar Bermartabat Kota Bandung, Jadi Tersangka

foto

 

Tersandung Bisnis Garam, Pjs Dirut PD Pasar Bermartabat Kota Bandung, Jadi Tersangka.

www.transaktual.com

Kejaksaan Negeri Bandung resmi menetapkan Pjs Dirut Perusahaan Daerah Pasar Bermartabat, Kota Bandung, Andri Salman sebagai tersangka korupsi. Andri diduga menyimpangkan aset deposito perusahaan yang berakibat kerugian negara mencapai Rp. 2,5 miliar.

“Sudah kami tetapkan sebagai tersangka terhadap bersangkutan. Aset yang diduga digelapkan berupa aset deposito.  Pihak Kejari Bandung telah melakukan penyidikan terhadap perkara tersebut sejak Juni 2019”, papar Kepala Kejaksaan Negeri Bandung, Rudy Irmawan kepada wartawan, disela-sela peringatan hari Adhyaksa Ke-59 di Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Jl. RE Martadinata, Banduntg (22/7).

Lebih jauh dikatakan Rudy, diduga telah terjadi penyalahgunaan aset berupa deposito pada tahun 2017.

“Kejari akan terus melakukan pendalaman kasus tersebut. Kita belum melakukan penahanan terhadap tersangka AS. Kita akan lakukan lagi pendalaman-pendalaman baik terhadap saksi-saksi maupun tersangkanya”, paparnya lagi.

Tersangka Andri Salman akan dijerat dengan pasal 8 Undang-Undang 31 tahun 1999, junto Undang-Undang No.20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Informasi yang berhasil dihimpin dilapangan sejak tanggal 24 Juni 2019 menyebut Andri Salman diduga menggunakan uang deposito milik PD Pasar Bermartabat sebesar Rp. 2,4 miliar yang disimpan disebuah BPR (Bank Perkreditan Rakyat), di kota Bandung. Dana tersebut tanpa sepengetahuan direksi lainnya diduga digunakan Andri untuk berbisnis garam.

“Dana tersebut sedianya harus digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan PD Pasar seperti perbaikan infrastruktur, parkir, MCK, perbaikan instalasi listrik yang sering menjadi penyebab kebakaran. Oleh karena itu kami memandang perlu Pemkot Bandung untuk segera menonaktifkan oknum direksi yang terlibat kasus penyalahgunaan jabatan. Menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada pihak Kejari tanpa melakukan intervensi atau upaya untuk memberhentikan kasus tersebut (SP3). Selain itu mengevaluasi penuh keberadaan PD Pasar Bermartabat yang sesungguhnya tidak menguntungkan Pemkot Bandung. Apabila dipandang perlu dikembalikan menjadi Dinas Pasar”, ungkap praktisi pasar, Iwan Suhermawan, melalui pesan Whatsapp,beberapa waktu lalu.

Upaya mengkonfirmasikan adanya  dugaan korupsi tersebut kepada Andri Salman, Kamis (18/7), tidak berhasil.  Andri Salman yang baru datang di kantornya, di Pasar Sederhana, Bandung tidak bersedia menerima Japosco. “Prosedur disini pakai surat aja pak”, ujar Andi dan Agustin dari Humas menolak secara halus.

Banyak kalangan menilai kinerja BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) di lingkungan Pemkot Bandung perlu dievaluasi secara serius. Selain PD Pasar Bermartabat, dugaan korupsi juga menerpa PDAM Tirtawening dan PD BPR. (sumber ;..,@lf/transakt).