Selasa, 20 Agustus 2019 | 03:13 WIB

VISI INDONESIA, Pidato Kebangsaan Yang di Sampaikan Presiden Terpilih

foto

 

VISI INDONESIA, Pidato Kebangsaan Yang di Sampaikan Presiden Terpilih.

www.transaktual.com

Hari minggu 14 juli 2019 di sentul convention center, dari berbagai relawan di indonesia berkumpul untuk melihat dan mendengar Pidato Kebangsaan yg di sampaikan oleh Presiden terpilih Bapak Ir.H. Joko Widodo, acara tersebut di hadiri sekitar 20.000 orang, mereka dari relawan Projo, Barkowi, Posraya, dan relawan lainnya, artis-artis ibu kota, seperti Slank, Inul Daratista, Indra Bekti, Indi Barens, dan artis-artis ibu kota lainnya, para menteri kabinet indonesia kerja, Ibu Megawati Soekarno putri, Sekjen PDI-Perjuangan, Bapak Hasto Kristianto, hadir juga Wakil Presiden terpilih Bapak Kh.Maruf Amin beserta ibu, Ibu Iriana Joko Widodo.

Sebelum acara di mulai artis-artis ibu kota menghibur para penonton,dan tepat pukul 19.00 Wib,jokowi datang, di sambut meriah oleh penonton yang sudah menunggu lama.

Dalam Pidato Kebangsaan  Jokowi ada 5 point yang di sampaikan ;

1. Pembangunan infrastruktur akan terus kita lanjutkan! Akan terus kita lanjutkan. Infrastruktur yang besar-besar sudah kita bangun. Ke depan, kita akan lanjutkan dengan lebih cepat dan menyambungkan infrastruktur - infrastruktur besar tersebut, seperti jalan tol, kereta api, pelabuhan, dan bandara dengan kawasan-kawasan produksi rakyat. Kita sambungkan dengan kawasan industri kecil, sambungkan dengan Kawasan Ekonomi Khusus, sambungkan dengan kawasan pariwisata. Arahnya harus ke sana, fokusnya harus ke sana.

2. kita akan menggeser yaitu pada pembangunan sumber daya manusia. Kita akan memberikan prioritas pembangunan kita pada pembangunan sumber daya manusia. Pembanguenan SDM menjadi kunci Indonesia ke depan. Titik dimulainya pembangunan SDM adalah dengan 7 kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita, kesehatan anak usia sekolah. Ini merupakan umur emas untuk mencetak manusia Indonesia yang unggul ke depan. Itu yang harus dijaga betul. Jangan sampai ada stunting, kematian ibu, atau kematian bayi meningkat. Tugas besar kita di situ!

3. Kemudian, Kualitas pendidikannya juga akan terus kita tingkatkan. Bisa dipastikan pentingnya vocational training, pentingnya vocational school. Kita juga akan membangun lembaga Manajemen Talenta Indonesia. Pemerintah akan mengidentifikasi, memfasilitasi, serta memberikan dukungan pendidikan dan pengembangan diri bagi talenta-talenta Indonesia.Diaspora yang bertalenta tinggi harus kita berikan dukungan agar memberikan kontribusi besar bagi percepatan pembangunan, Kita akan menyiapkan lembaga husus yang mengurus manajemen talenta ini.Kita akan mengelola talenta-talenta hebat yang bisa membawa negara ini bersaing secara global. Kita akan menyiapkan lembaga khusus yang mengurus manajemen talenta ini. yang bisa membawa negara ini bersaing secara global.

4. kita harus mengundang investasi yang seluas-luasnya dalam rangka membuka lapangan pekerjaan. Jangan ada yang alergi terhadap investasi.  Dengan cara inilah lapangan pekerjaan akan terbuka sebesar-besarnya. Oleh sebab itu, yang menghambat investasi, semuanya harus dipangkas, baik perizinan yang lambat, berbelit-belit, apalagi ada punglinya! Hati-hati, ke depan saya pastikan akan saya kejar, saya kontrol, saya cek, dan saya hajar kalau diperlukan.

5. Tidak ada lagi hambatan-hambatan investasi karena ini adalah kunci pembuka lapangan sangat penting bagi kita untuk mereformasi birokrasi kita. Reformasi struktural! Agar lembaga semakin sederhana, semakin simpel, semakin lincah! ini juga hati-hati! Kalau pola pikir, mindset birokrasi tidak berubah, saya pastikan akan saya pangkas!Tolong ini dicatat karena kecepatan melayani, kecepatan memberikan izin, menjadi kunci bagi reformasi birokrasi kita.

Akan saya cek sendiri! Akan saya kontrol sendiri! Begitu saya lihat tidak efisien atau tidak efektif, saya pastikan akan saya pangkas, copot pejabatnya.Oleh sebab itu butuh menteri-menteri yang berani. Kalau ada lembaga-lembaga yang tidak bermanfaat dan bermasalah, saya pastikan, saya bubarkan!Tidak ada lagi pola pikir lama! Tidak ada lagi kerja linier, tidak ada lagi kerja rutinitas, tidak ada lagi kerja monoton, tidak ada lagi kerja di zona nyaman. Penyakit kita ada di situ. Kita harus berubah! Kita harus berubah. Sekali lagi, kita harus berubah. Kita harus membangun nilai-nilai baru dalam bekerja, menuntut kita harus cepat beradaptasi dengan perkembangan zaman. Maka kita harus terus membangun Indonesia yang adaptif, Indonesia yang produktif, dan Indonesia yang inovatif, Indonesia yang kompetitif.

Kita harus menjamin penggunaan APBN yang fokus dan tepat sasaran. Setiap rupiah yang keluar dari APBN, semuanya harus kita pastikan memiliki manfaat ekonomi, memberikan manfaat untuk rakyat, meningkatkan kesejahteraan untuk masyarakat.Bapak ibu hadirin yang berbahagia, namun perlu saya ingatkan bahwa mimpi-mimpi besar hanya bisa terwujud jika kita bersatu! Jika kita optimistis! Jika kita percaya diri! Kita harus ingat bahwa negara kita adalah negara besar! Negara dengan 17 ribu pulau.

Dengan letak geo-politik yang strategis. Kita adalah negara yang ber-Bhinneka Tunggal Ika! Memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Demografi kita juga sangat kuat! Jumlah penduduk 267 juta jiwa, yang mayoritas di usia produktif.Kita harus optimistis menatap masa depan! Kita harus percaya diri dan berani menghadapi tantangan kompetisi global.

Kita harus yakin bahwa kita bisa menjadi salah satu negara terkuat di dunia.Persatuan dan kesatuan bangsa adalah pengikat utama dalam meraih kemajuan. Persatuan dan persaudaraan kita harus terus kita perkuat! Hanya dengan bersatu, kita akan menjadi negara yang kuat dan disegani di dunia! Ideologi Pancasila adalah satu-satunya ideologi bangsa yang setiap warga negara harus menjadi bagian darinya!

Sebagai penutup wakil Presiden terpilih KH.Maruf Amin juga berkesempatan untuk memberikan doa untuk Bangsa dan Negara kita tercinta.

(Yansen Pangaribuan/transakt)