Rabu, 14 April 2021 | 15:54 WIB

KPK Tetapkan Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutrisna (AUS) Sebagai Tersangka

foto

 

KPK Tetapkan Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutrisna (AUS) Sebagai Tersangka.

www.transaktual.com

Bupati Bandung Barat menjadi Tersangka dalam kasus dugaan pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi Covid-19 di Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat Tahun 2020.

Selain Aa Umbara, KPK turut menetapkan tersangka Andri Wibawa (AW) yang merupakan anak Aa Umbara selaku pihak swasta dan pemilik PT. Jagat Dir Gantara serta CV. Sentral Sayuran Garden City Lembang (SSGCL), M. Totoh Gunawan (MTG).

"KPK meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan pada bulan Maret 2021 dengan menetapkan tiga tersangka," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (1/4/2021).

Dalam pengungkapan kasus ini, lembaga antirasuah langsung melakukan penahanan terhadap pihak swasta M. Totoh selama 20 hari pertama untuk proses penyidikan lebih lanjut.

"Terhitung mulai tanggal 1 April 2021 sampai dengan 20 April 2021 di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur," ujarnya. Untuk pencegahan Covid-19 dalam rutan KPK, tersangka M. Totoh akan dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari di Rutan KPK Kavling C.

Sementara itu, Aa Umbara dan anaknya Andri Wibawa tak hadir di Gedung Merah Putih KPK dalam pemanggilan penyidik hari ini. Mereka berdua beralasan sakit.

"Sedangkan 2 tersangka yaitu AUS (Aa Umbara) dan AW (Andri Wibawa) hari ini telah dilakukan pemanggilan namun yang bersangkutan mengkonfirmasi tidak bisa hadir karena sakit," tuturnya.

Alex pun akan kembali melakukan pemanggilan terhadap keduanya. Mereka akan dipanggil kini sudah berstatus tersangka. "Tim penyidik akan melakukan penjadwalan dan pemanggilan ulang yang akan kami informasikan lebih lanjut dan mengingatkan agar para tersangka koperatif hadir memenuhi panggilan dimaksud," katanya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Bandung Barat AA Umbara Sutisna menjadi tersangka korupsi pengadaan barang tanggap darurat Covid-19. Selain bupati, KPK juga menetapkan dua swasta, Andri Wibawa dan M. Totoh Gunawan.

"Setelah melakukan proses penyelidikan dan menemukan bukti permulaan yang cukup, KPK meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan pada bulan Maret 2021," kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, di kantornya, Jakarta, Kamis, 1 April 2021.

Komisi menyangka AA Umbara pada April 2020 bertemu dengan Totoh Gunawan untuk membahas perusahaan penyedia bansos sembako pada Dinsos Bandung Barat. Komisi menduga disepakati adanya pemberian komitmen fee sebesar 6 persen dari nilai proyek.

AA Umbara kemudian diduga memerintahkan jajarannya untuk memilih perusahaan milik Totoh sebagai salah satu penyedia pengadaan paket bansos. Belakangan Andri Wibawa juga mendatangi AA Umbara supaya bisa jadi vendor bansos Covid-19.  Kedua permintaan itu disetujui oleh AA Umbara.

Dari proyek pengadaan bansos Covid-19, KPK menyangka Totoh mendapatkan paket pekerjaan senilai Rp 15,8 miliar. Dari pengadaan itu, KPK menyangka Bupati Bandung Barat AA Umbara mendapat Rp 1 miliar. Sementara, Totoh mendapatkan keuntungan sejumlah Rp 2 miliar dan Andri Wibawa Rp 2,7 miliar.

Jadi Tersangka Korupsi, Aa Umbara dan Anaknya Kompak Sakit.

Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutrisna serta anaknya Andri Wibawa telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi Covid-19 pada Dinas Sosial Pemda Kabupaten Bandung Barat Tahun 2020. Kemudian Tersangka lainnya adalah M. Totoh Gunawan (MTG) pemilik PT Jagat Dir Gantara serta CV. Sentral Sayuran Garden City Lembang (SSGCL).

Ada tiga tersangka yakni, Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutrisna serta anaknya Andri Wibawa. Kemudian, M. Totoh Gunawan (MTG) pemilik PT Jagat Dir Gantara serta CV. Sentral Sayuran Garden City Lembang (SSGCL).

Ketiga orang ini, sepatutnya dipanggil hari ini untuk diperiksa Kamis (1/4/2021). Namun hanya, M. Totoh yang penuhi panggilan pemeriksaan oleh penyidik KPK.

M. Totoh pun usai diperiksa langsung ditetapkan tersangka dan ditahan. Sedangkan, Aa Umbara dan Andri tidak penuhi panggilan KPK dengan alasan sakit.

"Dua tersangka yaitu AUS (Aa Umbara) dan AW (Andri Wibawa) hari ini telah dilakukan pemanggilan, namun yang bersangkutan mengkonfirmasi tidak bisa hadir karena sakit," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan dikutip dari Suara.com, Kamis (1/4/2021).

Alex pun akan kembali melakukan pemanggilan terhadap keduanya. Alex pun berharap Aa Umbara dan Andri koperatif atas panggilan penyidik antirasuah untuk proses keduanya kini sudah ditetapkan tersangka.

"Tim penyidik akan melakukan penjadwalan dan pemanggilan ulang yang akan kami informasikan lebih lanjut dan mengingatkan agar para tersangka koperatif hadir memenuhi panggilan dimaksud," ujarnya.

Aa Umbara harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, dengan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf i dan atau Pasal 15 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 56 KUHP.

Sedangkan, Andri dan M. Totoh disangkakan melanggar Pasal 12 huruf i dan atau Pasal 15 UndangUndang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 jo pasal 56 KUHP.

Jadi Tersangka Korupsi, Rumah Bupati Bandung Barat Sepi.

Rumah Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna di Jalan Murhadi Desa Lembang, Kecamatan Lembang terpantau sepi. Pasca ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), rumah Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna di Jalan Murhadi Desa Lembang, Kecamatan Lembang terpantau sepi. 

Beda dengan hari biasa, kediaman Politisi Partai Nasdem itu tak ramai dikunjungi tamu. Pintu gerbang berwarna hitam tampak rapat tertutup rapat. 

Parkiran depan rumah itu pun terlihat lenggang. Tak terlihat pula kendaraan roda empat yang biasa memenuhi area rumah bupati, hanya ada beberapa sepeda motor terparkir di teras.

Sejumlah tetangga tak mau komentar tentang kasus yang menjerat orang nomor satu di KBB itu. "Enggak tahu, tanya saja langsung sama orangnya," kata seorang tetangga yang enggan disebut namanya itu. 

Diketahui, KPK menetapkan tersangka Bupati Aa Umbara, Andri Wibawa dan M Totoh Gunawan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan barang tanggap darurat bencana Pandemi Covid-19 pada Dinas Sosial Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat Tahun 2020.

Berdasarkan keterangan KPK, Aa Umbara Sutisna tak datang memenuhi panggilan karena tengah sakit.  "2 tersangka yaitu AUS dan AW hari ini telah dilakukan pemanggilan namun yang bersangkutan mengkonfirmasi tidak bisa hadir karena sakit," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam siaran persnya. 

"Tim penyidik akan melakukan penjadwalan dan pemanggilan ulang yang akan kami informasikan lebih lanjut dan mengingatkan agar para tersangka koperatif hadir memenuhi panggilan dimaksud," tambah Alexander Marwata. 

Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna tak nampak saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkannya sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi COVID-19 pada Dinas Sosial KBB tahun 2020, Kamis (1/4/2021).

"Tim penyidik akan melakukan penjadwalan dan pemanggilan ulang yang akan kami informasikan lebih lanjut dan mengingatkan agar para tersangka koperatif hadir memenuhi panggilan dimaksud," tambah Alexander Marwata. 

Terkait hal itu, Sekertaris Daerah Kabupaten Bandung Barat, Asep Sodikin membenarkan Aa Umbara tengah sakit. Saat ini, politisi Partai Nasdem itu dikabarkan menjalani perawatan di Rumah Sakit Advent. 

"Dapat info itu sedang sakit di RS Advent. Belum sempat (menjenguk), karena baru dapat kabar juga," paparnya. Asep Sodikin mengaku tak bisa memberikan komentar lebih banyak. "Kita enggak akan memberikan komentar karena bukan ranah kita," ungkap Asep.

Dirinya hanya mendoakan yang terbaik untuk Aa Umbara dan memilih melihat proses dan perkembangan selanjutnya. "Mendoakan yang terbaik, kita lihat saja perkembangannya seperti apa karena ini baru tahu juga," pungkasnya. 

Berdasarkan keterangan KPK, Aa Umbara diduga mendapatkan uang sebesar Rp1 miliar dari proyek pengadaan Bahan Pangan Bansos dan Bansos PSBB senilai Rp15,8 miliar.

Selain Aa Umbara, lembaga antirasuah juga menjerat pemilik PT Jagat Dirgantara dan CV Sentral Sayuran Garden City Lembang, M. Totoh Gunawan dan seorang wiraswasta bernama Andri Wibawa. Andri merupakan anak dari Aa Umbara.