Rabu, 14 April 2021 | 15:18 WIB

Siti Aisyah Tuti Handayani dan Ade Barkah Tersangka Baru, Kasus Banprov Kab. Indramayu

foto

 

Siti Aisyah (komisaris BJBSyariah) dan Ade Barkah (Ketua DPD Golkar Jabar) Tersangka Kasus Banprov Kab.Indramayu.

www.transaktual.com

Meski belum ada pengumuman resmi dari KPK, Kalangan Ormas, Lsm dan Pegiat anti Korupsi, mengapresiasi penetapan tersangka atas mantan anggota DPRD Jawa Barat periode 2014-2019 dari Dapil Kota Bekasi – Depok, Siti Aisyah Tuti Handayani dan Ketua DPD Golkar Jawa Barat Ade Barkah Surahman.

Diketahui, bahwa Siti Aisyah Tuti Handayani diduga merupakan kerabat Gubernur Jawa Barat, dan saat ini menduduki jabatan cukup cerah sebagai Komisaris Independen Bank Jabar Banten Syariah (BJBS).

“Atas penetapan tersangka tersebut kami meminta yang bersangkutan untuk mengundurkan diri secara terhormat dari posisi sebagai Komisaris Independen Bank BJBS,” tandas Yunan dari BAN (Baladhika Adhyaksa Nusantara), melalui rilis yang diterima wartawan, Senin (22/03/2021).

“Di satu sisi terlihat kental bahwa Provinsi Jawa Barat masih melakukan praktek KKN, mengingat tersangka Siti Aisyah terindikasi adalah kerabat dari Gubernur Jawa Barat,” tambah Yunan.

Menurutnya, penggeledahan Kantor Bappeda Pemprov Jabar oleh tim penyidik KPK beberapa waktu lalu setidaknya membuktikan adanya keterlibatan pihak eksekutif pada kasus korupsi tersebut.

“Kami sangat concern dan mendukung KPK terus mengembangkan kasus ini dengan memanggil pihak eksekutif di Pemprov Jabar yang diduga terlibat,” ucap Yunan.

Sebelumnya, beredar luas di media sosial surat pemanggilan saksi KPK untuk dua orang tersangka baru kasus Banprov Indramayu. Surat tersebut sendiri belum dipastikan kebenarannya.

Sementara itu Lsm Penjara PN melalui Ketumnya, mengatakan sangat mendukung penetapan tersangka Ketua DPD Golkar Jawa Barat Ade Barkah Surahman oleh Komisi Pemberantaaan Korupsi (KPK),dan Mantan Anggota DPRD Jawa Barat periode 2014-2019 dari Dapil Kota Bekasi - Depok Siti Aisyah yang juga merupakan Komisaris Independen Bank Jabar Banten Syariah (BJBS).

"Atas penetapan tersangka tersebut Lsm Penjara PN meminta yang bersangkutan sebaiknya mengundurkan diri secara terhormat dari posisi sebagai Komisaris Independen Bank BJBSyariah. dan di satu sisi terlihat kental bahwa Provinsi Jawa Barat masih melakukan praktek KKN mengingat tersangka Siti Aisyah Tuti Handayani diduga merupakan kerabat dari Gubernur Jawa Barat," ujar  Bang Ipul Ketum Lsm Penjara PN.

“Tim dari KPK juga sudah mulai menginventarisasi tentang keberadaan Siti Aisyah Tuti Handayani, bisa menempati posisi Komisaris Independen di BJB Syariah, siapa yang menempatkannya disana” sambung Ketum Lsm Penjara PN.

Untuk mengingatkan kembali bahwa, Ade Barkah merupakan Wakil Ketua DPRD Jabar periode 2019-2024, sedangkan Siti Aisyah Tuti Handayani merupakan mantan anggota DPRD Jabar periode 2014-2019.

Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan mengakui KPK sedang melakukan penyidikan dugaan korupsi penerimaan hadiah atau janji terkait bantuan keuangan dari Provinsi Jawa Barat ke Pemerintah Kabupaten Indramayu tahun anggaran 2017 sampai dengan 2019.

Dalam kasus tersebut KPK sudah menetapkan Abdul Rozaq Muslim sebagai tersangka, namun saat ini KPK juga tengah melakukan pengembangan penyidikan dan telah pula menetapkan beberapa tersangka lain.

 “Kami saat ini belum dapat menyampaikan kronologis kasus tersangkanya karena KPK sebagaimana telah kami sampaikan terkait ini bahwa untuk pengumuman tersangka akan dilakukan saat penangkapan atau penahanan telah dilakukan terhadap para tersangka,” ujar Ali Fikri kepada wartawan.

 

(ychs/transaktual)