Minggu, 7 Maret 2021 | 10:32 WIB

Sidang Kasus RTH Kota Bandung, Dr. H. Efran Helmi Juni: Tidak Ada Niat Dadang Suganda Sembunyi Harta

foto

 

Dari Sidang Kasus RTH Kota Bandung, Dr. H. Efran Helmi Juni : Tidak Ada Niat Dadang Suganda Sembunyikan Harta.

www.transakual.com

Tidak ada niatnya untuk menyembunyikan atau menyamarkan harta yang diperolehnya dari berbagai usaha yang selama ini digelutinya. Hal tersebut dikemukakan oleh Dr. H. Efran Helmi Juni, SH., MH usai sidang Tindak Pidana Korupsi (TPK) dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) di Pengadilan Tipikor Bandung (09-02-2021). Salah satu Penasehat Hukum Dadang Suganda tersebut kepada awak media mengatakan, bahwa dengan keterangan saksi Rudi Rakian dan Nana Mulyana, makin terang bahwa Dadang Suganda adalah seorang pelaku usaha bukan makelar atau calo. Mereka mendirikan perusahaan dengan modal bersama.

Keterangan Efran tersebut adalah untuk menampik dakwaan Penuntut Umum KPK yang menyebutkan bahwa terdakwa dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal usul penerimaan uang dari RTH yang diketahui sebagai hasil tindak pidana korupsi senilai Rp87.718.227.188 (delapan puluh tujuh miliar tujuh ratus delapan belas juta dua ratus dua puluh tujuh ribu seratus delapan puluh delapan rupiah) dalam kurun waktu tahun 2011-2012.

Dalam sidang yang mendengarkan 4 (empat) orang saksi, dua pengusaha yaitu Rudi Rakian dan Nana Mulyana serta 2 (dua) karyawan showroom mobil yaitu Desi Suhartini dan Yani Sopiyani itu makin mendudukkan terdakwa adalah pengusaha yang mampu membeli kendaraan untuk diri dan keluarganya.

Pada sidang kali ini, terdakwa Dadang dihadirkan secara virtual karena sedang menjalani tes swab di Lapas Sukamiskin Kota Bandung. Keterangan para saksi dibenarkan oleh terdakwa sehingga agenda persidangan cepat selesai. Majelis Hakim yang diketuai T. Benny Eko Supriadi, SH., MH menunda sidang dan akan melanjutkannya besok hari Rabu tanggal 10-02-2021 dengan agenda mendengarkan keterangan para saksi yang dihadirkan Penuntut Umum KPK.

(y chs/transakt).