Minggu, 24 Januari 2021 | 09:02 WIB

Mantan Bendahara Disperum Sei Penuh Jambi Terlibat Korupsi, Rugikan Negara Lebih 3 Milyar

foto

 

Mantan Bendahara Disperum Sei Penuh Jambi Terlibat Korupsi, Rugikan Negara Lebih 3 Milyar.

www.transaktual.com

Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungai Penuh melimpahkam tahap II berkas perkara dugaan korupsi di Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kota Sungai Penuh.

Penyidik melimpahkan tersangka dan barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sungai Penuh pada Selasa (12/1). Perkara atas nama tersangka Lusi Afrianti menjadi tahanan JPU untuk selanjutnya dilimpahkan ke tahap penuntutan.

Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi, Lexy Fatharani, mengatakan, tersangka merupakan Bendahara di Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kota Sungai Penuh saat dugaan korupsi ini terjadi. Tersangka diduga melakukan korupsi terhadap anggaran dinas pada tahun 2017, 2018 dan 2019.

Kata Lexy dalam rilisnya, tersangka melakukan penggelembungan dana pada sejumlah anggaran kegiatan di Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kota Sungai Penuh. Seperti anggaran pembelian tanah serta penggunaan angggaran fiktif lainnya.

Berdasarkan audit BPKP Provinsi Jambi ditemukan kerugian negara lebih dari Rp 3 miliar atas perbuatan tersangka.

Atas perbuatannya, kata Lexy, tersangka dengan pasal 2 ayat 1 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI nomor 20 Tahun 2001.

Dikatakan Lexy, Kejaksaan menunjuk 7 orang JPU dalam menangani perkara ini. Sudarmanto, Moehargung Alsonta, Afrianto Acep Vicky Rosnidar, Ridho Sepputra dan Tiar Yustianto.

"Untuk saat ini mantan bendahara Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kota Sungai Penuh Lusi Afrianti (tersangka) ditipkan di ruang tahanan Polres Kerinci," kata Lexy dalam rilisnya. 

 

 

(tamrin FB/transakt)