Minggu, 24 Januari 2021 | 10:32 WIB

Sidang Kasus SOR Ciateul Garut, Bupati Garut Jadi Saksi Ade Charge di Pengadilan Tipikor Bandung

foto

 

Bupati Garut Rudi Gunawan memberi kesaksian dalam perkara Tipikor Gor Ciateul Kab.Garut diPengadilan Tipikor Bandung Senin(10/1)Yara.

www.transaktual.com

Bupati Garut Rudy Gunawan jadi saksi dalam sidang kasus korupsi Pembangunan Sarana Olaraga ( SOR ) Ciateul Kabupaten Garut dengan terdakwa Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut, Drs Kuswendi.M.Si dan mantan Kabid Kemitraan Sarana dan Prasarana Dispora Garut, H.Yana Kuswandi,Spd MM. Di Pengadilan Tipikor Bandung Pada Senin 11 Januari 2021.

Rudy Gunawan dihadirkan oleh penasihat hukum terdakwa sebagai saksi Ade Charge (saksi meringankan). Kehadiran Rudy sebagai saksi yang meringankan terdakwa, sempat dipertanyakan Jaksa Penuntut Umum,  "Apakah sudara sebagai  saksi membawa surat ijin dari pimpinan." Tanya JPU.Neneng

Atas pertanyaan tersebut Rudy mengaku kehadirannya sebagai saksi merupakan kesadaran sendiri. Dan sebagai mantan Bupati Priode 2014 - 2019. "Peristiwa itu terjadi pada tahun 2016 jadi saya sebagai saksi ketika saya menjabat bupati pada priode tersebut. " Ujar Rudi Gunawan.

Perdebatan tersebut tidak berlangsung lama,  karena ketua majelis hakim yang memimpin sidang menyatakan, melanjutkan persidangan.

"Siapapun berhak untuk menjadi saksi dalam persidangan", ujar ketua majelis hakim R. Riambodo,SH.MH.

Usai sidang Jaksa Penuntut Umum Deny Mariska, saat ditanya para wartawan menyatakan; "Ya tadi Bupati Garut Rudy Gunawan dihadirkan sebagai saksi yang meringankan oleh penasihat hukum terdakwa. Kita sebagai JPU mengajukan keberatan kepada majelis hakim, karena,saksi memberikan keterangan dalam lingkup pekerjaan sebagai bupati.  

"Karena hari ini hari Senin jadi kalau dia dalam rangka tugas, ada tidak ijin dari pimpinan. Jadi kita menolak kalau pak Rudy sebagai Bupati dalam meberikan keterangan sebagai saksi yang meringankan terdakwa", ujar Deny Mariska.

Sementara kehadiran Bupati Garut Rudi Gunawan ke Pengadilan menjadi sorotan pengunjung sidang karena merupakan hal yang langka dalam kasus tindak pidana korupsi seorang Bupati yang bersedia atas keinginan sendiri menjadi saksi yang meringankan untuk anak buah nya.Yang menjadi perhatian dan sorotan pengunjung menjadi tanda tanya.

Menurut salah seorang pengunjung sidang yang enggan di sebut nama nya kehadiran Rudi Gunawan akan ber buntut panjang, bahkan kasus ini diduga keterlibatan Rudi sudah tercium oleh KPK ujar nya.

Kuswendi menjadi terdakwa dugaan korupsi  pembangunan sarana olahraga (SOR) Ciateul. Kuswendi didakwa besama-sama dengan, mantan Kabid Kemitraan Sarana dan Prasarana Dispora Garut, H.Yana Kuswandi,Spd MM.

Tim Jaksa Penuntut Umum diantaranya Neneng dan Rahayudin, dalam dakwaannya menyebutkan , kedua terdakwa telah melakukan korupsi,dalam mengerjakan pembangunan SOR Ciateul tidak sesuai spek serta tak bisa menyelesaikan pembangunannya, sehinga menimbulkan kerugian negara lebih dari Rp 1 miliar.

Dari total anggaran proyek pembangunan SOR Ciateul senilai Rp 6,7 miliar. Kuswendi maupun Yana bertindak selaku kuasa pengguna anggaran (KPA). Saat itu keduanya masih sebagai PNS di lingkungan Pemkab Garut dengan jabatan sebagai Kepala Dinas dan Kepala Bidang.

JPU mendakwa mereka terdakwa dengan pasal 2 dan 3  atau pasal 9 UU Tipikor. Dengan ancaman maksimal 20 tahun hukuman penjara. dan setiap sidang para Wartawan Unit PN Bandung terus memantau termasuk Wartawan transaktual online (www.transaktual.com)

Yara/transakt.