Minggu, 29 November 2020 | 21:18 WIB

Untuk Oknum Hakim PN Bandung “Jika Bersih Kenapa Risih”

foto

 

Untuk Oknum Hakim PN Bandung “Jika Bersih Kenapa Risih”.

www.transaktual.com

Membaca berita tentang mengambil gambar saat jalannya persidangan Tindak pidana umum beberapa wartawan ditegur dan dilarang hakim, Ketika sidang perkara Pencemaran nama baik UU ITE digelar diruang  2 Pengadilan Negeri (PN) Bandung Kelas 1.A Khusus Bandung Selasa  (10/11/2020).

Klik : https://dialogpublik.com/hakim-pn-bandung-larang-wartawan-ambil-gambar-saat-sidang/

“Sebagai Insan Pers yang masih tergabung dalam Unit Kerja Wartawan PN Bandung, saya merasa prihatin, kejadian seperti hal tersebut bisa terjadi, dan berulang kali” ujar Bang Koko yang kesehariannya meliput perkembangan penanganan perkara di PN Kls 1 A Bandung.

“Sebenarnya kan sudah ada protapnya, ketika Majelis Hakim akan mulai bersidang, maka salah satu dari mereka, menyampaikan hak dan wewenang tanggung hakim didalam ruang persidangan, tetapi sepengetahuan kami, ini sudah jarang sekali dilakukan dan disampaikan, apa karena terbiasa dengan keseharian melaksanakan sidang, hingga terlewatkan” sambung Bang Koko dari Transaktual.com

“Seluruh Wartawan yang Medianya ada tercatat di Unit kerja Wartawan di PN klas 1 A Bandung, sudah tidak perlu lagi diragukan cara untuk meliput kegiatan didalam ruang sidang, rata rata Wartawan tersebut hampir duapuluh tahunan menghabiskan waktunya bertugas di PN Kls 1A Bandung, jadi sudah sangat tau sampai kedalam dalamnya, jangankan oknum Majelis Hakim, Jaksa, Pengacara dan Panitera, semua sudah termonitor sepak terjangnya,” ucap Bang Koko.

Sepanjang Wartawan tersebut sopan dalam peliputan dan tidak mengganggu jalannya persidangan, mengambil foto dianggap wajar dan tidak dipermasalahkan, seperti contoh kadangkala terjadi oknum Hakim diduga tertidur pulas saat JPU membacakan berkas tuntutan, atau ada oknum Hakim yang over acting, memperbaiki kursi pesakitan,  atau para Penasehat Hukum yang asik berbicara dengan klien diruang sidang tanpa memperhatikan sidang yang sedang berlangsung, bila ditulis atau diekspose tentu harus juga dilampirkan dengan gambar karakter mereka, sebagai bukti.

“Cuma sekedar saran, sebagai hakim mungkin baru pindah tugas dari kota lain, tidak ada salahnya berkomunikasi dengan baik, kepada para Jurnalis yang ada di Unit Kerja PN Kls 1A Bandung, tanyakan pada Humas PN Kls 1A Bandung, ini Bandung wartawannya bukan wartawan kaleng kaleng, oknum Hakim juga bukan manusia "super" didepan wartawan, karena banyak juga oknum Hakim yang terseret musibah, jadi hemat sayaJika Bersih kenapa Risih” ujar Bang Koko menutup pembicaraan.

 

 

Yara/Transaktual.