Sabtu, 5 Desember 2020 | 19:28 WIB

PEMILU AS 2020, BERLANGSUNG SANGAT KETAT

foto

 

PEMILU AS 2020, BERLANGSUNG SANGAT KETAT

Banyumas - www.transaktual.com

Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) berlangsung sangat ketat. Selain presiden, warga AS juga memberi suara untuk memilih dari 435 anggota DPR AS dan 35 dari 100 senator. Trump dan Biden merupakan calon presiden yang mengikuti pemilu 2020.

Pemungutan suara, sesuai jadwal, ada negara bagian yang menetapkan seluruh surat suara harus diterima PPS kala TPS ditutup 03 November 2020 pukul 19.00 waktu setempat. Ada pula negara bagian yang mengizinkan perhitungan suara yang dikirim lewat pos dan baru diterima PPS paling telat 06 November 2020. Diperlukan 270 dari 538 suara dewan elektoral bagi capres untuk memenangi pilpres. Presiden terpilih dilantik 20 Januari 2021, ungkap Tim Promosi Unsoed Ir.Alief Einstein,M.Hum.

Walaupun calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden, mendekati kemenangan atas calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump, dalam pemilu presiden Amerika Serikat, dosen FISIP Unsoed yang juga Ketua Jurusan Hubungan Internasional Unsoed Dr. Agus Haryanto,S.IP.,MSi. mengatakan : "Untuk pilpres di AS ini, kita menunggu hasil resmi dari pemerintah Amerika Serikat. Selanjutnya Dr.Agus menjelaskan, dikaitkan dengan kebijakan luar negeri, jika Biden yang menang, maka kemungkinan kebijakan fundamental kebijakan luar negeri akan berubah. Amerika akan kembali mempromosikan nilai - nilai demokrasi dan terlibat dalam kepemimpinan di dunia internasional. Artinya, Amerika akan turut terlibat lebih dalam kembali dalam persoalan persoalan regional, termasuk di Asia Tenggara.

Seperti kita ketahui bahwa sebagai salah satu negara adikuasa, proses dan hasil pilpres AS akan mempengaruhi dunia global, termasuk pola hubungan negara-negara dengan AS, secara bilateral ataupun multilateral. Untuk itu Wakil Sekjen Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII) Dr.Agus Haryanto,S.IP.,MSi. menambahkan bahwa bagi politik luar negeri Indonesia, yang patut menjadi perhatian adalah stabilitas Asia Tenggara jika Amerika dipimpin oleh Biden. Misalnya, bagaimana keterlibatan AS terkait dengan Laut China Selatan, bagaimana kebijakan AS ke depan terkait dengan hubungan ekonomi dengan negara - negara di Asia Tenggara yang saat ini memiliki volume perdagangan terus meningkat dengan China.

Diki/transakt.