Senin, 30 November 2020 | 12:30 WIB

PIPA PDAM Pecah di Banjaran, Sejumlah Wilayah di Kota Bandung Terkena Dampaknya

foto

 

Pipa PDAM Pecah. Pipa milik PDAM Tirtawening Kota Bandung itu pecah di Jalan Stasiun Barat, Desa Banjaran, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung.

www.transaktual.com
Bocornya pipa berdiameter 800 mm itu mengakibatkan air bersih ke ribuan pelanggan terganggu selama perbaikan. "Perbaikan diprediksi tiga hari untuk itu kami mohon maaf kepada pelanggan PDAM selama perbaikan aliran air terganggu, " ujar Dirut PDAM Tirtàwening, Kota Bandung Sonny Salimi saat meninjau lokasi bocornya pipa di Banjaran, Rabu (28/10/2020).  Menurut Sonny, hasil pemantauan, pipa bukan pecah tapi sambungan pipa lepas sehingga air keluar dari pipa cukup deras. Sonny tengah mencari penyebab lepasnya sambungan , apakah ada gempa atau tekanan air terlalu tinggi tapi tidak menutup kemungkinan karena usia pipa lebih dari 50 tahun.
Pipa diketahui bocor Selasa, ( 27/10/2020) pukul 06.15 WIB , masih beruntung tidak sempat merendam rumah penduduk karena aliran air baku dari Cisangkuy langsung dihentikan. Sonny mengatakan, bahwa dihentikannya aliran air baku otomatis, debit produksi aliran air menurun sebanyak 700 liter per detik, tapi aliran air tidak terhenti sama sekali karena kehilangan hanya 30 persen itupun hanya bagian Barat dan tengah.
Sedangkan pelanggan bagian utara masih normal. Sony meminta pelanggan tidak perlu khawatir tak ada air karena masih bisa dilayani dengan tangki air minum (TAM).
"Pelanggan yang butuh air gratis, bisa menghubungi Kantor Tangki Air Minum dengan syarat minimal 10 pelanggan untuk dikoordinir. Ditampung di tempat air ( ember ), " ujar Sonny.

Pipa PDAM lepas sambungan bukan pecah pipa akan mengurangi pasokan air di daerah – daerah yang terkena dampak di Pelayanan Wilayah Timur yaitu, Cihapit, Citarum, Kebon Pisang, Merdeka, Padasuka, Cikutra, Cicadas, Sukamaju, Sukapada, Pasirlayung, Antapani Wetan, Antapani Kidul, Antapani Tengah, Antapani Kulon, Cipamokolan, Derwati, Mekarmulya, Manjahlega, Sekejati, Margasari, Cijaura, Jatisari, Kujangsari, Kebon Kangkung, Babakan Surabaya, Mandala Jati, Sukapura, Kebonjayanti, Cicaheum, Jatihandap, Babakan Sari, Binong, Samoja, Kebon Gedang, Gumuruh, Maleer, Batununggal, Cibangkong, Kebon waru, Malabar, Cikawao, Lingkar selatan, Burangrang, Paledang, Turangga, Cijagra dan Cisaranteun Kulon.
Sementara wilayah Barat yang terganggu adalah, Ancol, Arjuna, Babakan, Babakan Asih, Babakan Ciamis, Babakan Ciparay, Balonggede, Batununggal, Bbk. Tarogong, Braga, Burangrang, Ciateul, Cibadak, Cibaduyut, Cibaduyut Kidul, Cibaduyut Wetan, Cigereleng, Cijagra, Cikawao, Ciroyom, Ciseureuh, Dungus Cariang, Garuda, Jamika, Kopo, Karanganyar, Karasak, Kebon Jeruk, Kebon Lega, Kujangsari, Maleber, Margahayu Utr, Margasuka, Mekarwangi, Mengger, Nyengseret, Panjunan, Pasirkaliki, Pasirluyu, Pelindung Hewan, Pungkur, Situsaeur, Sukaasih, Sukahaji , wates.
TRIBUNJABAR.ID,/transakt.