Minggu, 29 November 2020 | 20:32 WIB

Tiga Terdakwa Kasus RTH Kota Bandung Ajukan Nota Pembelaan dan Berharap Dihukum Ringan

foto

 

Tiga Terdakwa Kasus RTH Kota Bandung Ajukan Nota Pembelaan Minta Dihukum Ringan www.transaktual.com.

www.transaktual.com

“Kebodohan saya melaksanakan perintah Walikota Dada Rosada untuk perkara Bansos yang bahkan tidak ada kaitannya dengan saya, telah menjerumuskan saya ke dalam neraka dunia. Bahkan nari dalam sidang perkara ini, saya mengalami kegoncangan emosional yang luar biasa, sangat berbeda dengan 2 perkara sebelumnya". ujar Herry Nurhayat lirih.

Herry Nurhayat bersyukur bahwa, "KPK  tidak mempercayai sepenuhnya  mempercayai bualan Kadar Slamet dan tetap berpegang teguh kepada kebenaran, walaupun sebuah peristiwa pemberian uang kepada saya di lingkungan Pemkot Bandung senilai Rp 1,7 miliar karangan Kadar Slamet masih ditempatkan sebagai kebenaran walaupun sebenarnya peristiwa tersebut adalah palsu adanya, sungguh tidak masuk akal apabila saya sampai berani menerima milyaran rupiah dari orang lain di kantor saya sendiri."

Sama halnya dengan Herry Nurhayat, selanjutnya Tim Penasehat Hukum Kadar Slamet Soroti Kerugian Negara Dari 4,7 Miliar Jadi 5,8 Miliar. Terkait jumlah Kerugian Negara yang disampaikan Penuntut Umum KPK, Tim Penasehat Hukum terdakwa Kadar Slamet lalu menyorotinya melalui Nota Pembelaan. Semula KPK mendakwa Kadar Slamet telah merugikan Keuangan Negara Rp 4,7 miliar tetapi dalam Tuntutan berubah menjadi menjadi lebih dari Rp 5,8 miliar.

Tidak jauh beda dengan para rekan terdakwa lainnya, Tom tom Dabbul Qahar juga menyampaikan nota keberatannya, yang dibacakan oleh Tarjo SH, sebagai Penasehat hukum Terdakwa kasus RTH Kota Bandung yang juga mantan Anggota Dewan kota Bandung, juga berharap Majelis Hakim dapat melihat dengan mata hati perjalanan persidangan yang telah berlanjut, dan berpendapat bahwa kliennya diharapkan memperoleh hukuman yang seringan ringannya.

Demikian penggalan Nota Pembelaan dari terdakwa Herry Nurhayat, Kadar Slamet dan Tom tom dabbul qahar yang disampaikan. (23/10/2020).

Perlu diketahui bahwa ketiga perdakwa kasus RTH Kota Bandung tersebut, oleh JPU dituntut 6 tahun penjara untuk Tom tom, dan 4 tahun penjara untuk Kadar Slamet, selanjutnya untuk Herry Nurhayat juga 4 tahun penjara.

Menurut Majelis Hakim pembacaan Putusan Sidang, akan dilaksanakan pada Hari Senin depan tanggal 26 Oktober 2020 pagi hari.

(transaktual.)