Rabu, 2 Desember 2020 | 17:14 WIB

Tidak Ada Ruang Bagi Pendemo Anarkis, TNI-Polri Bakal Patroli Keliling Jakarta, Antisipasi Kerawanan

foto

 

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana bersama Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman Gelar Apel Pasukan Bersama Antisipasi Demo RUU Cipta Kerja. (foto: istimewa)..

www.transaktual.com

Polda Metro Jaya bersama dangan Kodam Jaya menggelar patroli mengantisipasi adanya unjuk rasa susulan menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja mulai hari ini Senin (12/10/2020).

Hal itu disampaikan oleh Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana bersama Panglima Kodam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurrachman usai menggelar apel pasukan di Kawasan Monas, Jakarta Pusat.

"Kami melakukan patroli bersama dalam rangka menunjukkan ke masyarakat dalam kondisi apapun TNI Polri siap melaksanakan tugas kami setelah apel laksanakan patroli bersama di DPR keliling kota sebagian finis di Monas dan sebagian finis di DPR dalam rangka memberikan kenyamanan kepada masyarakat," kata Nana di lokasi.

Nana mengatakan, patroli dilakukan untuk memberikan rasa aman menyusul adanya kerusuhan saat demo penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja pada Kamis (8/10/2020) pekan lalu.

"TNI-Polri selama ini sudah melakukan kegiatan tactical wall game yang sudah kami lakukan tadi malam pengamanan bagaimana, kita sudah gladi bersih menghadapi suatu permasalahan keamanan," tuturnya.

Sementara itu,  Mayjen Dudung menyatakan kesiapan membantu kepolisian dalam rangka antisipasi aksi unjuk. "Saya tekankan kepada TNI bahwa pegang teguh Sapta Marga sumpah prajurit dan delapan wajib ABRI. Kemudian tingkatkan soliditas antara TNI dan Polri di dalam laksanakan tugas agar mencapai tujuan yang sama," tandasnya.

Pangdam Jaya Perintahkan TNI Ikut Cari Aktor Kerusuhan Demo RUU Cipta Kerja.

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman memerintahkan anggotanya untuk ikut mencari aktor kerusuhan dalam aksi unjuk rasa menentang pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja.

Menurut dia, kerusuhan yang terjadi saat demo tolak RUU Cipta Kerja berberapa waktu lalu hanya diinginkan oleh segelintir orang saja. Sementara mayoritas masyarakat tetap menginginkan Jakarta aman dan damai.

"Cari dan temukan, siapa tokoh-tokoh yang di lapangan, pasti ada penggeraknya dan itu yang lebih penting. Karena saya yakin bahwa masyarakat yang lebih besar, lebih banyak sebetulnya yang mengidamkan keamanan dan ketentraman," ujar Pangdam di Monas Jakarta Pusat, Senin (12/10/2020).

Dudung menuturkan, kelompok perusuh diciptakan oleh pihak-pihak tertentu untuk memanfaatkan situasi. Dia menyakini mahasiswa, dan buruh murni menyampaikan aspirasi terkait RUU Cipta Kerja. Tapi disisi lain, ada kelompok-kelompok yang sengaja membuat kerusuhan atau mengharapkan adanya bentrok antara masyarakat dengan aparat.

"Ini yang nanti akan kita cari ya, perusuh itu sebetulnya hanya orang-orang yang dijadikan alat oleh pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi karena kepentingan pribadinya maupun kelompoknya," ujar dia.

 

Transaktual.