Kamis, 22 Oktober 2020 | 12:41 WIB

Berita Dibuang Sayang : Polda Jabar Tindaklanjuti Dana Hibah Rp 10 Milyar , KONI - KBB

foto

 

Kepolisian Polda Jabar Periksa Dua Pengurus KONI Bandung Barat Terkait Dana Hibah Rp 10 M.

Bandung Barat – www.transaktual.com

Kepolisian Polda Jabar Periksa Dua Pengurus KONI Bandung Barat Terkait Dana Hibah Rp 10 M.

Rame masalah Dana Olah Raga di Kabupaten Bandung Barat, kini Dua pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) diperiksa Unit Tindak Pidana Korupsi Polres Cimahi terkait penyalahgunaan dana hibah cabang olahraga.

Dana hibah untuk cabang olahraga (cabor) 2020 sebesar Rp 10 miliar tersebut dipermasalahkan lantaran nominal yang diterima cabor tak sesuai dengan jumlah semestinya.

"Saat ini sedang kami tindaklanjuti terkait dugaan tersebut. Dua orang pengurus sudah diperiksa, tapi belum bisa kami sebutkan siapa," ungkap Kasatreskrim Polres Cimahi AKP Yohannes Redhoi Sigiro, saat dihubungi, Sabtu (5/9/2020).

Yohannes mengatakan kasus tersebut sudah diterima sejak bulan Agustus. Berdasarkan laporan dari pihak cabor yang merasa dirugikan.

"Laporan kasus itu sudah masuk sejak bulan Agustus lalu. Kami masih mengumpulkan keterangan dari para saksi. Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan kita. Sudah dua orang saksi yang kita periksa," katanya.

Pihaknya belum bisa menyimpulkan dugaan kasus penyelewengan dana hibah tersebut sebab pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) maupun pemeriksaan saksi masih dalam penyelidikan.

Penyidik akan melakukan pemanggilan terhadap saksi lainnya di internal kepengurusan KONI KBB sebab dari dua saksi yang dipanggil sebelumnya, satu saksi belum memenuhi pemanggilan.

"Belum bisa disimpulkan. Unit Tipikor masih mendalami dugaan Tindak pidana korupsi yg terjadi di KONI dengan memanggil saksi-saksi di internal KONI," sebutnya.

Sementara itu Sekretaris KONI KBB Lili Supriatna menyebutkan tuduhan penyelewengan dana hibah itu tidak benar. Ia menolak untuk memberikan keterangan lebih dan hanya menyampaikan seluruh pengurus KONI akan menggelar rapat terlebih dahulu malam ini.

"Tuduhan itu jelas itu tidak benar. Kalau kesaksian kepada kepolisian sudah kita berikan. Yang jelas agar beritanya tidak simpang siur, tunggu saja rilis dari kami besok," tuturnya.

Penyelidikan Dugaan Penyelewengan Hibah KONI KBB Terus Bergulir.

Unit Tipikor Satuan Reserse Kriminal Polres Cimahi terus melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan saksi terkait laporan dugaan penyelewengan anggaran hibah KONI Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Terbaru, Polres Cimahi meminta keterangan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) KBB, Agustina Piryanti.

Sebelumnya Polisi juga mengumpulkan keterangan Bendahara Umum KONI Ade Sutarman, Sekretaris Umum KONI Lili Supriatna dan Kepala Dispora Ludi Awaludin.

Kepala BPKAD KBB pun telah diundang dan memenuhi undangan tersebut untuk melakukan klarifikasi terkait penyaluran uang tersebut ke KONI KBB berdasarkan permintaan Dispora KBB.

"Betul kita sudah periksa juga BPKAD KBB. Dari jawabannya mereka membenarkan menyerahkan uang berdasarkan permintaan Dispora, lalu menyerahkan uang Rp 10 miliar ke KONI KBB," ujar Kanit Tipikor Satreskrim Polres Cimahi, Iptu Herman Saputra, Jumat (18/9/2020).

Hasilnya, BPKAD KBB tidak mengetahui bagaimana skema penyaluran uang tersebut. Sebab penyaluran uang setelah diterima menjadi kewenangan KONI KBB.

"Kalau untuk penyaluran mereka tidak tahu karena urusan KONI KBB sepenuhnya. Intinya mereka hanya membenarkan sudah memberikan uang Rp 10 miliar," terangnya.

Tidak hanya itu, Polisi juga kembali melakukan panggilan kepada Ade Sutarman pekan depan. Sebelumnya Ade mangkir dua kali panggilan namun absen dengan alasan sakit dan tugas luar kota.

"Kita sudah kirim undangan lagi untuk Selasa pekan depan," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Cimahi, AKP Yohannes Redhoi Sigiro, Jumat (18/9/2020).

Dasar undangan terhadap Ade Sutarman untuk meminta klarifikasi dugaan adanya penyelewengan dana hibah KONI yang sudah dicairkan dari Pemkab Bandung Barat sebesar Rp 10 miliar.

Namun dari dana itu yang baru disalurkan kepada Cabang Olahraga (Cabor) baru sekitar 3 miliar. Sementara sisanya belum jelas kemana peruntukannya.

Ketidakhadiran Bendahara Umum KONI KBB setelah diundang cukup mengganjal proses penyelidikan yang dilakukan untuk mengetahui aliran dana hibah tersebut. 

"Sebetulnya tidak ada kendala, hanya belum hadirnya bendahara agak mengganjal proses, karena bendahara yang tahu kemana saja uang ini disalurkan," tandasnya. 

Kepala BPKAD KBB Agustin Piryanti yang selesai menjalani pemeriksaan di Unit Tipikor Satreskrim Polres Cimahi enggan berkomentar terkait pertanyaan yang diajukan. 

"Pokoknya sekarang no comment dulu ya," katanya.

Sekum Koni KBB ; “Terkendala Dasar Hukum, Realokasi Anggaran Rp4 Miliar KONI KBB Urung Dilakukan”.

Keinginan KONI Kabupaten Bandung Barat (KBB) melakukan realokasi anggaran Rp4 Miliar untuk membantu penanganan dan membantu atlet yang terdampak ekonomi akibat Corona Virus Disease (Covid-19) urung terjadi.

Sekretaris Umum KONI KBB, Lili Supriatna Hambali menerangkan, awalnya ada keinginan pengurus untuk merealokasi anggaran hibah yang didapat KONI untuk membantu kebutuhan pangan atlet.

Sesuai harapan dana hibah yang didapat KONI tahun ini berkisar Rp20 miliar dan realokasi dilakukan Rp4 miliar untuk membantu atlet terdampak pandemi Covid-19.

"Awalnya niat kami ingin membantu atlet, karena dari data 59% atlet KONI masuk dalam status sosial ekonomi kebawah, 39% atlet dengan status sosial ekonomi menengah. Artinya mereka butuh bantuan jaring sosial selama pandemi Covid-19 ini," ungkap Lili di Kantor KONI KBB, Padalarang, Senin (4/5/2020).

Lili menuturkan, urungnya realokasi juga mempertimbangkan tidak adanya payung hukum yang bisa merubah anggaran KONI untuk penanganan Covid-19. Ditambah, bantuan pemerintah pada KONI KBB jauh dari target awal yang hanya mendapat Rp10 miliar.

"Dengan begitu kami tidak bisa melakukan realokasi meski awalnya ingin membantu kesejahteraan atlet terdampak Covid-19. Kami hanya akan menggunakan anggaran Rp10 miliar sesuai ajuan pada tahun 2019," ucapnya.

Sebelumnya dikabarkan jika KONI KBB akan melakukan realokasi anggaran yang didapatnya tahun ini senilai Rp4 miliar. Anggaran itu akan digunakan sebagai bagian dari pencegahan dan penanganan internal pandemi Covid-19.

Berdasarkan hasil rapat pengurus, penanganan Covid-19 akan dilakukan ke internal maupun eksternal. KONI memperhatikan kondisi kesehatan dan keseharian atlet, pelatih, mekanik, maupun kalangan yang terkait dengan keolahragaan di Bandung Barat.

Dana tersebut akan disalurkan untuk jaring pengamanan sosial seperti pemberian sembako, maupun pencegahan seperti pengadaan hand sanitizer, penyemprotan disinfektan, dan sebagainya.

Untuk di internal terdata ada sebanyak 1.148 atlet, mekanik dan pelatih 204, serta pengurus cabor. Sebab bagaimanapun mereka adalah yang ikut merasakan dampak dari mewabahnya virus Corona.

"Akhirnya kami hanya akan membentuk satgas untuk menginventarisir data dan kabutuhan atlet selama pandemi, Untuk bantuan kita upayakan kepada pemerintah daerah agar atlet yang terdampak ini menjadi prioritas penerima bantuan," pungkasnya.

 

Transaktual.