Jumat, 25 Sepember 2020 | 19:57 WIB

Terkait RTH, Banggar DPRD Kota Bandung, Erwan Setiawan, "Tidak Ikut-Ikutan, Sudah Menugaskan Tomtom"

foto

 

Terkait Banggar DPRD Kota Bandung, Erwan Setiawan, "Tidak Ikut-Ikutan, Sudah Menugaskan Tomtom".

www.transaktual.com

Masih kasus RTH Kota Bandung, pada sidang kemarin tampil sebagai salah satu saksi dalam sidang lanjutan perkara korupsi, Erwan Setiawan (50) sebut, tidak ikut-ikutan terhadap semua urusan yang berhubungan dengan (kegiatan) RTH. Saya sudah menugaskan Tomtom (Tomtom Dabbul Qomar).

Hal tersebut dikatakan H. Erwan Setiawan. Di hadapan Majelis Hakim yang diketuai T. Benny Eko Supriadi, SH., MH, Ketua DPRD Kota Bandung periode 2009-2014 itu mengatakan, total Anggota Dewan (DPRD Kota Bandung) saat itu berjumlah 50 orang. Dirinya sebagai Ketua karena Partainya (Partai Demokrat) yang duduk sebagai Anggota Dewan berjumlah 20 kursi/orang, 16 diantaranya adalah wajah baru dan 4 Anggota termasuk Tomtom dan Kadar Slamet adalah senior karena sudah menjadi Anggota pada periode sebelumnya.

Menurut Wakil Bupati Sumedang itu, Anggota Dewan yang berada di Banggar berjumlah 25 orang. Diakuinya bahwa Ketua DPRD Kota Bandung juga merangkap sebagai Ketua Badan Anggaran (Banggar). Oleh karena berbagai kesibukan maka Erwan menugaskan Tomtom Dabbul Qomar sebagai Pelaksana Harian Ketua Banggar. Hal tersebut tertuang dalam Surat Tugas yang berbunyi : "Menugaskan, Nama : H. Tomtom Dabbul Qomar, SH., MH, Jabatan : Anggota Badan Anggaran  DPRD Kota Bandung ; U n t u k : Melaksanakan Tugas Sebagai Pelaksana Harian di Badan Anggaran DPRD Kota Bandung. Demikian Surat Tugas ini dibuat untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya dan secara tertulis melaporkan hasil kegiatan tersebut. Dikeluarkan di : B A N D U N G ; Pada Tanggal 15 Januari 2011; Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bandung ; Ketua Erwan Setiawan (ditandatangani)."

Saat ditanyakan oleh Penuntut Umum KPK, Putra Iskandar dan M. Riduan, Erwan mengatakan bahwa dirinya mengangkat Tomtom sebagai Plh. Ketua  Banggar DPRD Kota  Bandung  karena dia adalah salah satu senior, sudah berpengalaman adalah juga berdasarkan kesepakatan seluruh Anggota Banggar. Tugasnya memimpin rapat di Banggar. Diakui Erwan bahwa Tomtom menjadi Plh. Ketua Banggar sampai berakhirnya keanggotaan DPRD periode 2009-2014 dan bukan atas permintaan Tomtom.

Menurutnya tugas Banggar DPRD Kota Bandung adalah membahas seluruh anggaran yang diajukan oleh Eksekutif/Pemkot Bandung melalui TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah).

Pengetahuan Erwan Setiawan tentang RTH (Ruang Terbuka Hijau) bahwa pada tahun 2009, jumlah lahan RTH di Kota Bandung baru 9% dari yang seharusnya 20% sesuai Undang-Undang. Tentang besarnya jumlah anggaran, pada tahun 2011 diajukan Rp 17 miliar oleh TAPD dan oleh Banggar disepakati 15 miliar. Bertambahnya jumlah anggaran menjadi Rp 57 miliar yang kemudian menjadi Rp 123 miliar tidak diketahuinya. "Itu urusan TAPD," ujarnya. Erwan tidak pernah mengikuti rapat-rapat di Banggar, itu semua karena kesibukannya.

Sidang Tipikor dengan terdakwa Tomtom Dabbul Qomar, Kadar Slamet dan Herry Nurhayat dengan kerugian tak kurang dari Rp 69 miliar masih dilanjutkan hari ini.

 

(Y CHS/transaktual).