Selasa, 29 Sepember 2020 | 10:38 WIB

Kasus Narkoba di PN Kls.1A Bandung, JPU Tuntut Hukuman Mati Hakim Vonis Seumur Hidup

foto

 

Kasus Narkoba di PN Kls.1A Bandung, JPU Tuntut Hukuman Mati Hakim Vonis Seumur Hidup.

Divonisnya Zulfadli disampaikan melalui seluler oleh  Penasehat Hukum (PH) Ira Mambo Margaretha SH,MH dan rekan, bahwa putusan dibacakan majelis hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghukum klien nya hukaman Mati.

" Seperti disampaikan dalam pledoi atau noda pembelaan pada 23 Juli 2017,tujuan pemidanaan Primum Remedium bukan merupakan solusi terbaik bagi terdakwa,demikian pula dengan tuntutan  Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap pidana MATI sangat berat dan tidak manusiawi untuk terdakwa.Tindak pidana  narkotika telah bersifat transnasional,dilakukan dengan modus operandi tinggi, teknologi canggih didukung jaringan organisasi dan banyak menimbulkan korban,terutama dikalanagan generasi muda bangsa", jelas Ira.

" Bahwa perbuatan terdakwa tidak terbukti mengendalikan peredaran sabu dalam perkara aquo, Zulfadli korban dari peredaran narkotika yang terjadi di negara ini, sedangkan  sindikat narkotika, masih bebas berkeliaran meraup keuntuangan dari menjual narkotika", terang Ira

"Berdasarkan fakta persidangan terdakwa menerang dalam perkara ini,sedang menjalankan pemidanaan di Rutan KLS 1A Surabaya Jawa Timur,menjalani vonis 10 Tahun penjara dalam perkara narkotika. Dalam fakta persidangan dalam perkara aquo memerintahkan Asep dan kawan-kawan disuruh,diarahkan tersangka Jepry (DPO) instruksi lokasi,rute perjalan serta uang yang ditransfer pada Asep Saeful Anwar adalah dari Jefri,saat dilakukan terhadap terdakwa tidak melakukan perlawanan,tidak sedang menggunakan narkoba,tidak ditemukan barang bukti narkotika,serta tidak tahu asal muasal atau pemilik sabu, terdakwa menyesali atas terjadinya  perkara aquo,barang bukti Narkotika yang diserahkan pad Asep Saeful Anwar bukan milik terdakwa ", tambah Ira

"Dalam uraian pledoi tersebut, kami smpaikan bahwa  majelis hakim untuk berhati-hati dalam mengambil putusan, karena muara keadilan adalah berada dan berujung pada yang terhormat majelis hakim.jangan sampai menghukum yang tidak bersalah,atau menghukum orang dengan tidak menerapkan hukum yang benar,mengingat tegakan keadailan meskipun langit akan runtuh.

"Berdasarkan uraian pledoi kami tim PH atas nama terdakwa Zulfadli M Yusuf alias Bang Zul,memohon ke Ketua/Majelis memutus atau hukuman seringan-ringannya" ujar Ira.

Tim PH menjelaskan kronologis menceritakan kronologis kejaannya, dai kasus tersebut petugas menyita barang bukti berupa  20 bungkus kemasan teh cina warna kuning tertuliskan Guanyiwang berisi kristal putih  diduga narkotika jenis sabu dengan berat seluhnya 20 ribu gram siasa uji Lab 19,948.3379 gram.

Terdakwa Zulfadli bersama-sama saksi Asep Saeful  alias Aged dalam berkas terpisah pada hari Selasa 5 Maret 2019 sekira jam 16.00 dirumah saksi Lingga alias Ipong di i gang S RT ieidari kelurahan Selabatu Kecamtan Cikole  Kota Sukabumi. Bersiap berangkat mengambil sabu ke Dumai Wilayah Sumatra ,sementara saksi Asep disuruh cari mobil sewaan,uangnya sudah di transfer terdakwa melalui Meti Susanti istri terdakwa Rp.5Juta.

Selanjutnya sekira pukul 20.00 Wib. Asep alias Aged, memberitahukan kepada lingga, mendapat tranfer Rp.30 Juta sebagi uang oprasional selama perjalanan dari Sukabumi Jawa barat ke Dumai Sumatra.

Dalam perjalanan Asep alias Aged menelpon Lingga bahwa mobil ada yang mengikuti, mengetahui hal itu Asep tancap gas berusaha melrikan diri kabur membawa mobil, dan berusaha untuk menyembunyikan mobil dekat rumah warga.

Pada hari Kmis 28 Pebruari2019 pukul 14.00 Wib, datang saksi saksi Dede Mulyana alias Boril ke rumah Asep alias Aged menanyakan barang berupa Narkotika jenis sabu milik terdakwa, menurut Asep mobil dan sabu ditinggal di Tulang  Bawang Lampung lantaran ada masalah, diketahui petugas kepolisian.

Kemudian Asep alias aged mengajak Dede alias Boril untuk datang kerumahnya, saat Asep alias Aged, menunggu Asep alias Aged membeli makanan diluar tidak lama kemudian datang Dede alias Boril bersama orang tak dikenal dan di borgol sementara Asep alias Aged berhasil melarikan diri.

Akhirnya Asep datang ke rumah Lingga untuk bersembunyi, namun Selasa 5 Maret 2019 sekira pukul 16.00 Asep alias Aged berhsil ditangkap petugas BNNP Jabar,sewaktu tidur dirumah Lingga yang juga ditangkap.

Terhadap putusan majelis Hakim Pengadilan Negeri KLs 1A khusus Bandung Jl.RE.Martadinata , JPU dam tim PH menyatakan pikir-pikir.

(mph/pri/transaktual)