Kamis, 1 Oktober 2020 | 18:40 WIB

Humas PN Bandung, Wasdi Permana, SH., MH : Saya Baru dapat Info Kepastian Positif Tadi Malam

foto

 

Humas PN Bandung, Wasdi Permana, SH., MH : Saya Baru dapat Info Kepastian Positif Tadi Malam.

www.transaktual.com

Wasdi Permana, SH., MH mengakui bahwa sudah ada salah satu hakim positif terkena covid -19. Informasi diperoleh nya dari Wakil Ketua Pengadilan Negeri Kelas IA Hamonangan Purba, SH., MH.

Informasi tersebut dari Humas Pengadilan Negeri Bandung Kelas IA Khusus. Melalui pesan singkat WhatsApp nya Wasdi Permana menyampaikan : "Saya baru dpt info kepastian kawan itu positif tadi malam dari pa Wkpn (Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung Kelas IA Khusus). Akibatnya Pengadilan tersebut mulai membatasi pelayanannya kepada masyarakat.

Sebelumnya saat dikonfirmasi indofakta (5/9/2020), Humas Pengadilan Negeri Kelas I A Khusus, Wasdi Permana, SH., MH, mengatakan ada rencana begitu (lockdown) tapi akan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Ketua Pengadilan Tinggi Bandung. Indofakta Mohon Konfirmasi kepada Humas PN Bandung sebagai berikut : "Selamat siang pak, ada info yg menyebutkan PN Bandung akan menunda sidang minggu depan krn di lockdown, benarkah info tersebut ? Wasdi Permana, SH., MH menjawab : "Rencananya begitu, tapi pa Wkl (Wakil Ketua PN Bandung) Senin mau konsultasi dulu ke PT. (Pengadilan Tinggi Bandung). Kalo dpt ijin dari PT, mungkin bukan lockdown tapi mengurangi pelayanan kpd masyrkat, sidang perdata mungkin ditunda 1 minggu, tp pidna apalgi yg trdakwanya ditahan, sidangnya lanjut, tapi spt apa, nnt tunggu petunjuk dari pa KPT."

Mengenai adanya seorang Hakim yang hari jumat (4/9/2020) lalu yang jatuh sakit langsung dirawat, disebutkan oleh Humas PN Bandung, "itu karena hakim tersebut sudah sakit -sakitan, sebelum pindah ke Bandung (dari Solo) dan bukan karena keluarnya hasil tes swab," katanya.

Mengenai diundurnya jadwal sidang perkara korupsi RTH karena hakimnya harus isolasi mandiri, Wasdi Permana mengatakan bahwa, semua yang dites swab hari Selasa (1/9/2020) lalu semuanya negatif. Hal tersebut disampaikannya saat ditanya indofakta. "Apakah benar salah satu hakim perkara Korupsi dana RTH yg positip covid-19," yang  dijawab Wasdi Permana, "Siapa hakimnya, saya blm dpt kabar, krn yg swab hari selasa, semua negatif dan yg swab hari jumat hasilnya baru selasa lusa. Seingat saya P Budi dan Benny tdk ikut swab. Bu Femina sama2 dg saya swabnya selasa dan hasilnya negatif.

Sebelumnya indofakta memperoleh pesan singkat WA dari rekan wartawan yang menyebutkan bahwa sidang perkara korupsi Pengadaan Tanah Untuk RTH ditunda selama 1 (satu) minggu karena Majelis Hakim lockdown mandiri. "Assalamualaikum pak.. mau menginformasikan utk persidangan pkr an terdakwa tom2 dkk, ditunda persidangannya krn majelis hakim lockdown mandiri selama  1 mgg ini, sidang selanjutnya pd hari senin tgl 14 September 2020, terima kasih." Tentang WA tersebut Wasdi Permana mengatakan, " Ya bang. Majelis hakim ybs tdk apa2. Demikian juga saat indofakta mengonfirmasi Penuntut Umum KPK, Haerudin, melalui pesan singkat WA, dijawab,"sdh dpt, sidang tunda s/d tgl 14-09-2020," kata Haerudin. Padahal Penuntut Umum KPK sudah memanggil para saksi yaitu 4 (empat) orang saksi mantan Anggota DPRD Kota Bandung periode 2009-2014 yaitu, mantan Ketua DPRD Kota Bandung, Erwan Setiawan beserta Lia Noer Hambali, Riantono dan Tatang Suratis masing-masing sebagai mantan Anggota DPRD Kota Bandung periode 2009-2014. Untuk persidangannya, diundur dan baru diadakan pada, Senin tanggal 14 September 2020 mendatang.

( Y CHS/transaktual).