Selasa, 29 Sepember 2020 | 10:09 WIB

Lanjutan Sidang Kasus RTH Kota Bandung, KPK Panggil Wali Kota Bandung dan Wakil Bupati Sumedang

foto

www.transaktual.com

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) memanggil Wali Kota Bandung Oded Mohamad Danial dan Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan, Rabu (2/9/2020). Oded dan Erwan dipanggil sebagai saksi kasus dugaan korupsi terkait pengadaan Ruang Terbuka Hijau di Pemerintahan Kota Bandung pada 2012-2013.

 "Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka DS (Dadang Suganda, wiraswasta)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu. Baca juga: Kasus RTH Bandung, KPK Panggil Mantan Anggota DPRD dan Mantan Pejabat Pemkot Bandung Oded akan diperiksa atas kapasitasnya sebagai mantan anggota DPRD Kota Bandung 2009-2014.

Sedangkan Erwan atas kapasitasnya sebagai mantan Ketua DPRD Bandung 2014-2019. Selain Oded dan Erwan, KPK memanggil 12 anggota DPRD Bandung 2014-2019 lainnya yaitu Teddy Setiadi, Isa Subagja, Asep Dedi Supriyadi, Entin Kartini, dan Teten Gumilar. Kemudian, Agus Gunawan, Ani Sumarni, Antaria Pulwan Aprianto, Entang Suryaman, Haru Suhandaru, Tedy Rusmawan, dan Rieke Suryaningisih. Adapun pada Selasa (1/9/2020) kemarin, penyidik telah memeriksa 12 orang saksi dalam kasus ini.

"Penyidik mengkonfirmasi kepada para saksi tersebut terkait kegiatan proyek yang diduga dilakukan oleh Tersangka DS dalam pengadaan tanah untuk RTH dan peruntukan lain," kata Ali.  Peruntukan lain yang dimaksud, antara lain untuk pembangunan sarana pendidikan, pertanian, dan perkantoran di atas lahan RTH.

Sebanyak 12 saksi yang diperiksa Selasa kemarin adalah tiga mantan anggota DPRD 2009-2014 Tatang Suratis, Lia Noer Hambali, dan Riantono. Kemudian, Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Pemkot Bandung 2008-2011 Juniarso Ridwan, Kadis Tata Ruang dan Cipta Karya Pemkot Bandung 2011-2013 Rusjaf Adimenggala, Kepala Bidang Perencanaan Pemkot Bandung 2010-2013 Iskandar Zulkarnain. Lalu, Kepala Seksi Dokumentasi pada Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Pemkot Bandung 2008-2016 Soegiharti Siti Hasanah, Setda Kota Bandung Ubad Bahtiar, serta sejumlah PNS yakni Pupung Haduah, Ivan Hendriawan, Tris Tribudiarti Isnaningsih, dan Cepi Setiawan.

Dalam kasus ini, Dadang diduga berperan sebagai makelar dalam pengadaan tanah untuk RTH Bandung dan memperkaya diri sebesar Rp 30 miliar. Baca juga: Kasus RTH Bandung, KPK Panggil Mantan Sekda Kota Bandung Edi Siswadi "Pemerintah Kota Bandung membayarkan Rp 43,65 miliar pada DGS (Dadang).

Namun DGS hanya memberikan Rp 13,5 miliar pada pemilik tanah," kata Juru Bicara KPK saat itu, Febri Diansyah dalam konferensi pers, Kamis (21/11/2019). Penetapan Dadang sebagai tersangka merupakan pengembangan dari penyidikan terhadap tiga tersangka sebelumnya yaitu mantan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PKAD) Kota Bandung Hery Nurhayat. KPK menaksir kerugian negara dalam kasus dugaan suap terkait pengadaan tanah untuk RTH Kota Bandung ini mencapai Rp 69 miliar.

Oded Mengakui, Kenal Dengan Ki Demang (Dadang Suganda).

Akhirnya Oded M. Danial tampil di hadapan Penyidik KPK.  Pemeriksaan terhadap Wali Kota Bandung itu sempat tertunda 2 hari dari jadwal semula tanggal 02 September 2020. Oded diperiksa sebagai saksi untuk perkara Dadang Suganda alias Demang yang disangka telah memberi uang kepada Edi Siswadi mantan Sekda Kota Bandung sebesar Rp 10 miliar dan kepada sejumlah Pegawai/Pejabat  di DPKAD Kota Bandung yang merupakan bagian dari kerugian keuangan negara sebesar Rp 30 miliar.

"Saya kenal Dadang (Suganda), kata Oded usai diperiksa Penyidik KPK di Polrestabes Bandung hari ini (4/9/2020). Pemeriksaan terhadap Oded dalam kapasitasnya sebagai mantan Anggota Banggar DPRD Kota Bandung periode 2009-2014.

Pantauan wartawan di lapangan, politikus Partai Keadikan Sejahtera (PKS) itu tiba di markas Sat Sabhara Polrestabes Bandung Jalan Ahmad Yani sekitar pukul 09.55 WIB. Nampak Oded didampingi Kabag Hukum Pemkot Bandung Bambang Suhari SH dan Kabag Humas Sony Teguh Prasatya. 

Pemeriksaan terhadap Oded berlangsung lebih dari dua jam. Sekitar pukul 12.55 WIB, pemeriksaan terhadap Oded rampung.“Sebagai saksi yah, ditanya soal seputar kasus RTH di Kota Bandung. Gak banyak, tadi lupa. Sekitar lima atau enam pertanyaan,” ujar Oded, usai menjalani pemeriksaan.

Dijelaskan, dirinya ditanya penyidik tentang tugas pokok dan fungsi (tupoksi) serta mekanisme pembahasan anggaran. Saat pemeriksaan penyidik juga menanyakan apakah dirinya mengenal tersangka Dadang Suganda.

Saat ditanya wartawan, "apakah mengenal Pak Dadang, saya emang kenal, udah lama kenal. Siapa sih orang yang tidak kenal dia, tapi kan saya kenalnya cuma di acara-acara umum pemkot,” ujar Oded. 

Menurutnya, sesuai amanat Undang-Undang, ketersedian RTH itu harus 30 persen. Posisi Kota Bandung saat ini sangat jauh dari angka tersebut, sehingga DPRD Kota Bandung kala itu sepakat untuk mengalokasikan dana untuk program RTH.

Namun Oded mengelak menjelaskan apakah dirinya mengetahui lebih jauh penambahan anggaran dari semula Rp 15 miliar untuk lahan seluas 10 ribu m2 menjadi Rp 123,9 miliar untuk lahan seluas 350 ribu meter2. “Pokoknya semua sudah saya jelaskan yang saya tahu,” tukasnya.

Selain Oded, secara maraton KPK juga akan memeriksa13 saksi lainnya. Masing-masing, Iis Aisyah (ibu rumah tangga), Dedih (karyawan swasta), Dayat (petani), Okib (petani) Iis Amas (ibu rumah tangga), Juju Juangsih (pedagang), Ombik (petani), Noneng Kurniasih (ibu rumah tangga), Rasmanah (wiraswasta), Tinny Kurniati (ibu rumah tangga), Eme/Ahli Waris (petani), Warma/Ahli Waris (petani), dan Imik/Ahli Waris (ibu rumah tangga).

Sebagaimana diketahui, Dadang Suganda telah ditetapkan sebagai tersangka pada 21 November 2019. Dadang telah ditahan di Rutan Klas I Jakarta Timur Gedung Merah Putih KPK sejak Selasa (30/06/2020).

Selain Dadang, KPK juga telah menetapkan tiga tersangka lainnya dalam kasus rasuah tersebut, yaitu mantan Kadis DPKAD Herry Nurhayat serta dua mantan anggota DPRD Kota Bandung periode 2009-2014 Kadar Slamet (KS) dan Tomtom Dabbul Qomar (TDQ). Ketiganya telah menjadi terdakwa dan tengah menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung.

Dadang disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Selain itu Dadang Suganda alias Demang juga dipersangkakan dalam Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang. (TPPU).(Ychs)

(kompas/indofakta/transaktual)